Hj. Illiza, Alumni Darunnajah Yang Menjadi Wali Kota di Aceh.

Warta Darunnajah (wardan), Senin, 7 November 2016, 08:34 WIB.

Salah-satu acara penting dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC), Organisasi Siswa Darunnajah Cipining (OSADC), Organisasi Siswi Darunnajah Cipining (OSIDC)  dan Koordinator Pramuka putra-putri asrama dan non asrama pada Rabu – Kamis, 3-4 November 2016 adalah Sambutan dan Evaluasi dari Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Copining Bogor, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Pada sambutan pelantikan pengurus putri, Kamis (4/11) bapak kyai mengawalinya dengan do’a masyhur ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

Berikut beberapa poin sambutan dan evaluasi dari bapak kyai:

* Alhamdulillah dan terimakasih kepada seluruh pembimbing pergantian pengurus yang telah berusaha melaksanakan agenda dengan baik. Terimakasih juga kepada pengurus lama yang telah melakukan berbagai macam agenda kegiatan dalam ikut mendidik para santri.

* Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)  harus dipersiapkan, terlebih jika menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Perlu belajar dan latihan, jangan terlalu PD sehingga tidak mau latihan dan persiapan.

* Wanita (juga) harus berani tampil. Jika laki-laki sholeh tidak ada yang tampil (memimpin), maka wanita sholehah harus berani tampil. Tidak benar bahwa tugas wanita hanya di dapur, sumur dan kasur.

* Ada alumni putri Darunnajah Jakarta yang  menjadi wali kota di Banda Aceh yaitu Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal. Pada saat belajar di Darunnajah dulu keluarganya dekat dengan pak kyai Jamhari. Ada juga di Semarang wali kota yang merupakan alumni pesantren.

* Dengan aktif dalam kegiatan-kegiatan di pesantren maka akan menjadi nilai plus para santri ketika sudah menjadi alumni dan beraktifitas di perguruan tinggi atau masyarakat.

* Kegiatan -kegiatan di organisasi adalah latihan kepempinpinan yang diharapkan akan membiasakan para pengurus mau dan mampu ‘menggerakkan’ anggota dalam berbagai aktifitas kegiatan.

* Pengurus harus jadi contoh sehingga anggota akan percaya dan mengikuti serta taat. Oleh karenanya seorang pengurus wajib mampu memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

* Pengurus agar banyak berkomunikasi dan konsultasi kepada pembimbing dari dewan guru. Bersyukur bahwa di pesantren banyak guru yang siap ditanya dan diminta bantuan.

* Santri non asrama agar menyemarakkan kegiatan kemasyarakatan di kampung masing-masing. Adakan kerjasama antar kampung dalam pengajian, peringatan hari besar Islam, pendidikan anak-anak dan remaja, latihan sholat dan sebagainya. Para santri non asrama harus menjadi panitia bantu dan petugas dalam aneka kegiatan kemasyarakatan.

* Santri harus jadi pemain, jangan hanya jadi penonton. Pengurus lama diharapkan menjadi contoh bagaimana mestinya anggota yang baik, karena sudah berpengalaman menjadi pengurus sebelumnya. Dalam istilah penulis: jika belum bisa membantu, minimal jangan menganggu. (mr. mim).

Pelantikan pengurus putri oleh bapak kyai.
Pelantikan pengurus putri oleh bapak kyai.