Al-Qur'an, sebagai pedoman hidup manusia dan petunjuk u/ orang beriman
Menu

Al-Qur’an, Jadikan Hidup Lebih Baik

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

Al-Qur’an, sebagai kitab suci. Adalah panutan dan pedoman bagi seluruh umat manusia. Yang mana, Al-Qur’an ini diturunkan sebagai arahan bagi mereka yang ingin hidup sebagai manusia Robbany.

Al-Qur'an pedoman bagi manusia
Al-Qur’an pedoman bagi manusia

Di dalam Kitab Suci ini, kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran jika mempelajarinya. Dan mendapatkan banyak pahala dikala membaca dan menghafalkannya.Tentunya petunjuk bagi mereka yang ingin Mentadabburinya.

Ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di dalamnya. Termasuk, ilmu ilmu dunia. Dan pastinya, pengetahuan tentang Akhirat bagi kita yang ingin mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri menghadap Allah, Tuhan seluruh Alam.

Mentadabburi Al-Qur’an

Sebagai manusia biasa, yang mana ilmu kita bisa dibilang masih sangant kurang. Kita belum boleh Menafsirkan Al-Qur’an. Karena, bagi mereka yang ingin menafsirkan Al-Qur’an, banyak sekali persyaratan yang bisa dibilang sangat berat.

Al-Qur'an, adalah pedoman hidup manusia
Al-Qur’an, adalah pedoman hidup manusia

Tapi, ada pengecualian bagi mereka yang ingin men-Tadabburi nya. Tadabbur sendiri adalah serapan kata dari bahasa arab yang berarti merenungkan. Yang mana, Tadabbur ini adalah merenungkan makna makna Al-Qur’an. Sehingga bisa menariknya sebagai pelajaran, kesimpulan maupun sebagai hikmah.

Manfaat mentadabburi Al-Qur’an sangat banyak sekali. Mereka yang mentadabburinya akan merasakan ketenangan. Karena mereka diyakinkan bahwasanya kalau mereka yakin terhadap Allah. Maka, mereka tidak akan merasakan kesedihan maupun ketakutan.

Termasuk salah satu manfaatnya. Adalah, mereka yang sering mentadabburi  Al-Qur’an akan mendapatkan banyak hikmah serta petunjuk dalam menjalani kehidupan mereka sehingga mereka tidak perlu bingung. Serta, Tahu bagaimana mereka menghadapinya.

Mereka yang Menjauhinya

Walaupun sudah jelas mereka beragama Islam. Dan mereka tau bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi mereka. Tidak sedikit dari umat Islam itu sendiri yang meninggalkannya, malas membaca apalagi mentadabburinya.

mereka yang meninggalkan Al-Qur'an
mereka yang meninggalkan Al-Qur’an

Bahkan, di antara kita, banyak yang hanya menjadikannya sebatas pajangan lemari. Dan hanya dibuka setahun sekali. Ada juga dari kita yg bahkan tidak pernah membukanya sama sekali.

Padahal pelajaran yang sangat berharga ada di dalamnya. Pahala yang besar terus mengalir seiring di bacanya. Ataukah mungkin kita merasa bekal kita sudah cukup sehingga meninggalkannya. Ataukah, mungkin kita sudah lupa bagaimana perjuangan Rasulullah beserta Sahabatnya dalam menjaga keutuhannya.

Kerugian dan penyesalan, itulah ganjaran bagi mereka yang meninggalkan AlQur’an di dunia. Dan Neraka di Akhirat. Bagaimana tidak? Kitab Suci yang seharusnya jadi panduan untuk mereka, malah mereka tinggalkan. Yang seharusnya mereka baca, malah hanya jadi pajangan. Maka, celakalah mereka yang meninggalkannya.

Keutamaan Membacanya Bagi Manusia

Mungkin, setelah membaca pragraf di atas. Kita jadi penasaran “ Memang, apa keutamaannya?” atau “ Seberapa pahala yang kita dapatkan”?

Al-Qur'an pedoman hidup bagi manusia
Al-Qur’an pedoman hidup bagi manusia

Perlu kita ketahui, Ada banyak sekali Ayat Al-Qur’an Dan Hadist Rasululah yang menjelaskan tentang keutamaannya. Di antaranya, Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud. Rasulullah berkata “ barangsiapa yang membaca Al-Qur,an satu huruf, Maka dia akan mendapatkan pahala. Dan pahala itu dlipat gandakan menjadi sepuluh pahala. Aku tidak mengatakan Alif laam miim itu satu huruf. Tapi Alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.”

Kesimpulannya, Membaca satu huruf saja dari Al-Qur’an sudah membuahkan 10 pahala. Bagaimana dengan mereka yang membaca satu ayat, ataupun satu Surah. Dan bagaimana bagi mereka yang menammatkannya.

Dalam bacaan Basmalah saja, kita sudah bisa mendapatkan sekitar 30 huruf. Kalau dikalikan 10 maka pahala yang akan kita dapatkan adalah sekita 300 pahala. Lumayan kan? Padahal kita hanya membaca Basmalah saja, dan bisa kita bayangkan besarnya pahala kita jika membaca penuh satu Surah.

Dan salah satu keutamaan membacanya adalah, di Akhirat kelak akan di tempatkan dengan para malaikat. “ Bagaimana dengan mereka yang tidak lancar?” bagi mereka yang belum lancar dalam membacanya. Sesuai dengan jaminan Rasulullah, mereka akan mendapatkan 2 kali lipat pahala membacanya. Kenapa? Karena, mereka mendapatkan pahala bacaan plus pahala usahanya.

Dan masih banyak lagi keutamaan yang lain yang bisa didapatkan dengan membaca Al-Qur’an. Dijelaskan melalui lisan Nabi dan dalam Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala.

Bagaimana dengan yang Menghafalkannya ?

Adapun bagi mereka yang menghafalkannya, pasti akan mendapatkan keutamaan yang lebih lagi. Contoh kecil dari itu, orang yg menghafalkanya pasti membacanya lebih banyak daripada yang tidak. Karena, mereka yang menghafalkannya, pasti sering mengulangi bacaan Al-Qur’an yang mereka hafalkan.

manusia butuh pedoman
menghafalkan alquran

Adapun keutamaan khususnya, Di Akhirat, Orang tua mereka akan diberikan mahkota kehormatan. Yang mana, Cahaya yang keluar dari mahkota itu lebih terang dari cahaya Matahari. Nah, Ini adalah kesempatan emas bagi kita yang menyatakan dirinya ingin berbakti kepada kedua orang tuanya.

Dan mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Maka, Allah akan mengangkatnya menjadi keluarganya di bumi. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai manusia, tentunya kita mengetahui bagaimana sikap keluarga terhadap kita. Mereka tidak akan membiarkan kita menderita, Dan akan membantu kita dalam kesusahan. Bisa kita bayangkan, bagaimana jika Allah yang menjadi keluarga kita. Dia tidak akan membiarkan kita terlantar di Bumi-Nya.

Apalagi, tingkatan Surga kita tergantung dengan Ayat Qur’an yang kita hafalkan. Perlu kita ketahui, bahwasanya tingkatan Surga itu sejumlah dengan ayat ayat yang ada di dalam Al-Qur’an. Contoh, jika kita hanya menghafalkan Surah Al-Fatihah saja. Maka, kita hanya akan berada dalam Surga yg tingkat ke tujuh. Padahal, tingkatan Surga ada sekitar 6000 tingkatan lebih. Kebayang kan? Bagaimana tingkatan surga kita jika cuma menghafalkan Al-Fatihah saja.

Termasuk keutamaannya, bagi mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Akan mendapatkan jatah memberi syafa’at bagi keluarga mereka yang sudah di “cap” masuk Neraka.

Maka, apakah yang menghalangi kita untuk memulai dari sekarang ?

Bagaimana Menghafalkan Al-Qur’an?

Setelah mendapatkan motivasi menghafalkan Al-Qur’an dan ingin segera memulai. Pasti kita bertanya-tanya.” Bagaimana sih caranya?”.”Apa sih metode yang paling mudah?”

Sebenarnya, ada banyak metode yang bisa kita gunakan. Seperti dengan metode Isyarat ataupun metode menghafal semudah tersenyum. Tapi, yang paling penting dari semua metode itu adalah “Niat” serta “kemauan” kita. Tanpa kedua hal tersebut, menghafalkan Al-Qur’an akan menjadi hal yang sangat sulit. Bahkan, mustahil!

metode menghafal
metode menghafal

Jadi, kita perbaiki dulu niat kita. Tentunya, niatnya hanya untuk mengharapkan Riho dari Allah atau menghafalkan Al-Qur’an hanya untuk Allah, Bukan yang lain.

Adapun dengan kemauan kita. Yaah, namanya manusia pasti semangatnya naik turun. Dengan menjaga kemauan itu, kita harus Istiqomah. Bagaimana caranya agar bisa tetap Istiqomah? Ingat ingat kembali keutamaan dan ganjaran yang akan kita dapatkan jika menghafalkannya.

Mudah kan? Yang susah itu bauat orang yang malas.

Kalau Lupa, Gimana?

Nah, kalau masalah ini. Rasulullah menegur keras mereka yang menghafalkan Alqur’an lalu melupakannya. Dan hukumnnya juga lumayan serius. Di dalam hadist Rasulullah mengetakan:

“من حفظ القرأن ثم نسيه لقي الله يوم القيامة أجزم ”

“Barangsiapa yang menghafalkan Qur’an lalu melupakannya. Maka dia akan bertemu dengan Allah dengan keadaan kusta”

lupa!!
lupa !!

Kalau masalah lupa itu, pasti hanya dikarenakan malas. Keep Istiqomah!

Jangan Malas!

Hal yang paling membuat banyak manusia gagal adalah kemalasan. Sudah banyak orang orang yang hampir sukses. Tapi, gara gara malas kesuksesan yang tinggal sedikit itu gagal karena kemalasan itu sendiri.

semangat !!
semangat !!

Maka dari itu kita harus berhati-hati dengan sifat berbahaya tersebut agar tujuan yang selama ini kita cita-citakan dapat terwujud.

Mengorbankan Waktu, Kenapa Tidak?

Demi mencapai suatu tujuan dengan hasil yang bagus. Mau tidak mau kita harus mengorbankan sesuatu. Karena, Semakin besar pengorbanan kita, maka semakin besar pula kesuksesan yang akan kita raih.

korbankan waktu
korbankan waktu

Termasuk hal yang bagi kita sangat berharga. Yaitu, “waktu”. Banyak orang sukses dengan mengurangi waktu istirahat mereka. Banyak yang mengorbankan waktu tidur mereka. Demi kesuksesan yang mereka damba-dambakan. Itu dalam masalah dunia!

Kalau Demi Qur’an, Kenapa tidak?

Demikian. Bagi pembaca, semoga bermanfaat.

_iyadhnazih_

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait