AKADEMI PENGASUHAN PUTRA 2025 “Melahirkan Santri Pemimpin: Dari Aula, Dari Ilmu, Untuk Peradaban” AKADEMI PENGASUHAN PUTRA 2025 “Melahirkan Santri Pemimpin: Dari Aula, Dari Ilmu, Untuk Peradaban”

AKADEMI PENGASUHAN PUTRA 2025 “Melahirkan Santri Pemimpin: Dari Aula, Dari Ilmu, Untuk Peradaban”

Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali mempertegas visinya sebagai pusat pembinaan karakter dan kepemimpinan santri melalui gelaran Akademi Pengasuhan 2025, sebuah program pelatihan intensif yang berlangsung pada 15–23 Oktober 2025. Ratusan santri dari berbagai jenjang memenuhi berbagai titik kegiatan—Aula Kampus 3, Aula Al-Ghozali, Lapangan Horizon—dalam rangka menyerap ilmu, menyaring nasihat, dan mengasah keahlian yang akan menjadi bekal kepengasuhan mereka selama berkhidmah di pesantren. 

Program ini diawali dengan pembukaan resmi pada sore hari, menghadirkan seluruh santri dalam suasana khidmat. Sejak hari pertama, atmosfer kegiatan telah terasa berbeda—lebih serius, lebih terarah, namun tetap hangat sebagaimana kultur Darunnajah yang menggabungkan kedisiplinan dan kasih sayang dalam satu tarikan napas pendidikan.

Pelatihan dimulai dengan sesi teknis seperti Pelatihan Sound System bersama Ust. Hudan Asa Ludin. Para anggota Klub Engineering, Divisi Bahasa, PFU, hingga Ibadah belajar langsung cara mengelola perangkat audio secara profesional. Di sinilah santri menyadari bahwa khidmah tidak selalu tentang tampil di depan, tetapi juga tentang bekerja dalam senyap demi kelancaran acara. 

Pada malam hari, suasana berubah menjadi syahdu ketika Aula Kampus 3 dipenuhi oleh santri untuk Muhadhoroh ‘Ammah bersama Syaikh Ubaid Mabruk Ramadhan, ulama tamu dari Universitas Al-Azhar. Beliau menanamkan pentingnya ilmu, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta kedahsyatan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu dan bahasa surga. Nasehat beliau mengalir lembut namun tajam, menggerakkan hati para santri untuk menapaki jalan ilmu dengan kesungguhan dan ketekunan.

Hari-hari berikutnya berlangsung padat dan variatif. Sesi Kesehatan bersama dr. Reza Teguh mengingatkan santri bahwa seorang pengurus pesantren harus sehat sebelum membina orang lain. Materi Kebersihan oleh Ust. Angger Rian Fahreza membuka mata mereka bahwa kebersihan bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari ibadah dan kepemimpinan. Bidang bahasa kembali diperkuat melalui sesi Pelatihan Bahasa bersama Ust. Hifdzi Sobahi, Lc., yang menekankan pentingnya konsistensi, keberanian berbicara, dan adab dalam belajar bahasa Arab maupun Inggris. Semangat santri terasa membuncah, seolah mereka menyadari bahwa bahasa adalah jembatan menuju dunia yang lebih luas.

Pada hari berikutnya, seluruh santri mengikuti Pelatihan APAR bersama Ust. Munip Rahman, S.Pd. Santri belajar langsung teknik memadamkan api, memahami titik bahaya, dan menerapkan prosedur keselamatan. Materi ini tidak hanya penting untuk operasional, tetapi juga melatih refleks kepemimpinan dalam situasi genting. Di malam hari, perhatian beralih pada penguatan administrasi organisasi. Pelatihan Akuntansi dan Audit oleh Ust. Mukhammad Muddatsir, S.H.I. memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan divisi dan klub. Di ruang lain, santri literasi mengikuti sesi Jurnalistik dan Penulisan bersama Ust. Deni Rusman, S.Pd., belajar bagaimana mengemas informasi menjadi tulisan yang bernilai, akurat, dan inspiratif.

Program berlanjut dengan Kesekretariatan, Leadership Training, hingga Psikologi dan Konseling, semuanya tersusun seperti puzzle yang saling melengkapi. Akademi Pengasuhan ini memang dirancang untuk membentuk santri yang tidak hanya cakap memimpin, tetapi juga memahami manusia, memahami situasi, dan memahami dirinya sendiri. 

Di tengah rangkaian padat ini, Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., M.Pd. membuka cakrawala santri dengan sesi Bedah Buku Sabilun Najihin, Senarai Inspirasi & Motivasi Sang Kiai Jalan Sukses Pendidikan Islami, menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan adab para ulama. Lalu Ust. Imam Ghozali, S.Pd. memberikan pelatihan Excellent Service, khususnya untuk tugas piket gerbang yang menuntut ketegasan sekaligus keramahan.

Tak ketinggalan, sesi Hospitality dan Table Manner bersama Ust. A.A. Khuseini, M.Ag. menyuguhkan pelatihan etika perjamuan dan penerimaan tamu, bagian penting dari kultur kepengasuhan Darunnajah. Malam menjelang penutupan diisi dengan Munaqosyah ‘Ammah santri kelas 6—suasana haru, bangga, dan hangat berpadu ketika para pengurus senior menampilkan penguasaan materi yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun. Kegiatan puncak ini menjadi saksi kualitas kader pengasuhan yang siap digembleng lebih jauh.

Akademi Pengasuhan 2025 ditutup pada 23 Oktober dalam suasana penuh kelegaan dan syukur. Seluruh santri pulang dari aula dengan membawa satu kesadaran yang sama: bahwa menjadi pengurus bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang akan meleburkan ego, mengasah tanggung jawab, dan menanamkan kecintaan untuk melayani. Program ini, sebagaimana setiap tahun, menjadi tonggak penting pembentukan karakter santri. Ia berupa pelatihan teknis,sekaligus perayaan ilmu, adab, kedisiplinan, dan dakwah. Ia membentuk pemimpin muda yang siap mengabdi, memikul nilai, dan melanjutkan estafet perjuangan Darunnajah.

Para peserta kini kembali ke divisi masing-masing, membawa ilmu baru, energi baru, serta tekad baru untuk menjadikan pesantren sebagai ladang amal terbaik, tempat mereka belajar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat. Akademi Pengasuhan 2025 bukan hanya program. Ia adalah perjalanan. Dan setiap santri adalah tokoh utama dalam perjalanan itu.