DNKindergarten, 21/02
Pembelajaran di TK Darunnajah minggu ini adalah tentang pekerjaan, diantaranya jenis pekerjaan seperti Dokter. Untuk lebih memahami pekerjaan dokter, kami mengajak anak anak kami tercinta berkunjung ke klinik Darunnajah.
Ternyata perasaan anak anak kami berbeda beda, ada yang senang karna jalan-jalan, ada yang biasa karena terbiasa datang ke klinik, ada yang bingung , bahakan ada yang takut hingga tidak ingin bertemu dokter. Padahal seorang dokter adalah seseorang yang mirip dengan ibu gurunya. Kenapa yaa alasannya mereka takut dokter….???
Alasan Anak Takut ke Dokter, Menurut Barbara P. Homeier, MD, inilah penyebab rasa takut terbesar:
=> Perpisahan. Anak takut sekali berpisah dengan orangtuanya selama diperiksa. Jadi, usahakan kerjasama dengan dokter supaya Anda tetap bisa berada di dekat si kecil.
=>Sakit. Anak takut sentuhan dokter terasa menyakitkan, ini mungkin terjadi karena pengalamannya saat disuntik.
=> Dokter. Anak salah menangkap kecepatan bicara, sikap, atau perilaku dokter sebagai sesuatu yang mengancam. Duduklah tenang dekat si kecil, dan tetaplah tenang ketika bicara dengan dokter, si kecil akan menangkap bahwa itu normal saja.
=> Sesuatu yang tak diketahui. Anak khawatir yang akan terjadi tak seperti dikatakan orangtuanya. Tetaplah berusaha ada di dekatnya, agar dia merasa aman.
Terkadang kita kesulitan untuk mengajak anak untuk berobat atau sekedar periksa kesehatan mereka ke dokter. Hal ini disebabkan karena anak sudah merasa takut berobat atau takut bertemu dokter.
Nah ada tips untuk mengatasi anak takut pada dokter. Antara lain adalah sebagai berikut :
1. Sejak dari kecil kenalkan anak dengan mainan yang berhubungan dengan peralatan dokter. Saat ini di toko mainan sudah banyak mainan dokter dokteran. Dengan begitu anak nanti akan senang untuk bertemu dokter, atau malah sang anak ingin memeriksa sang dokter.
2. Melalui cerita yang berhubungan dengan tokoh kesukaannya. Ceritakan bahwa tokoh mereka itu tidak takut dengan dokter, berani bertemu dengan dokter atau malah suka di periksa oleh dokter.
3. Jika terpaksa si anak akan di berikan suntikan, berikan pengertian bahwa sakitnya tidak akan lama. Ada juga yang menanyakan kepada si anak, rasa apa suntikan yang di inginkan : Rasa Strawbery, Rasa Coklat, Rasa Vanila dan sebagainya.
Si dokter juga berpengaruh terhadap anak, yaitu dokter yang pandai berkomunikasi dengan anak. Jangan cuma peduli akan kepintaran dokter, kalau akhirnya justru bikin anak takut. Dokter yang ramah, murah senyum, sabar dan penyanyang yang lebih dicari oleh anak.


