Adab Sopan-Santun: Sopan Santun dalam Pertemuan [2/9]

Yang dimaksud dengan “majelis” ialah suatu tempat berkumpul beberapa orang untuk berbincang-bincang atau bertukar pikiran mengenai berbagai masalah, baik yang bersifat resmi atau tidak resmi. terbatas maupun yang bersifat umum. seperti : pengajian-pengajian, diskusi, belajar bersama, sidang/rapat organisasi, resepsi, kenduri, selamatan, pertemuan keluarga, shilaturrahmi, dan lain-lainnya.

Untuk dapat mengikuti semuanya itu dengan baik. Diperlukan adanya tata tertib dan sopan santun yang harus kita perhatikan benar-benar

1. Memilih Majelis
• Sebelum mengikuti suatu majelis, hendaknya kita sadari terlebih dahulu di mana, bagaimana, dan untuk apa majelis tersebut diadakan.
• Pertimbangkan masak-masak untung rugi, manfaat dan mudharat mengikuti suatu majelis, jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang berbahaya atau sia-sia ! (16)
• Pilihlah teman bicara atau bertukar pikiran yang baik dan berbudi. Hati-hati dengan jalisus-su’ (teman duduk yang jahat) (17)

2. Memasuki Majelis
• Masuklah lewat pintu yang disediakan.
• Ucapkan salam dan tampakkan wajah yang berseri-seri (18)
• Kalau Sedikit dan memungkinkan jabatlah tangan hadirin yang ada dengan cara yang sopan dan baik. Kalau tidak, cukuplah berjabat tangan dengan orang yang ada di dekat kita. (19)
• Bila terlambat datang, mintalah maaf lewat pimpinan majelis atau tuan rumah, dengan menjelaskan sebab-sebab keterlambatan kita.

3. Tempat Duduk Dalam Majelis
• Pilihlah tempat duduk yang masih kosong, dan tanyakan kepada orang di sebelahnya barangkali tempat tersebut sudah ada pemiliknya.
• Jangan memisahkan dua orang yang sudah duduk sebelumnya, kecuali jika memang dipersilahkan.
• Sangat tidak sopan, apabila kita duduk di suatu tempat yang agak tinggi, sementara ada orang tua dan orang yang kita hormati duduk di tempat yang lebih rendah dari kita. Pindahlah, cari tempat yang lebih pantas (20)
• Jangan, menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya, untuk kemudian kita duduki sendiri. (21)
• Jangan suka memonopoli tempat duduk. Lapangkan untuk orang lain yang baru datang apalagi jika majelis sangat padat. (22)

4. Sikap/Kesopanan dalam Majelis
• Pada waktu duduk perhatikan benar-benar sikap dan posisi tubuh, kaki, kepala, tangan, dan lain-lain. Jangan nampak angkuh atau sombong. Tapi jangan pula seperti orang yang kehilangan semangat, tak bergairah, terlalu takut, dan semacamnya. Bersikaplah dengan sikap yang sopan dan wajar Jangan dibuat-buat !
• Selama berada dalam suatu majelis, perhatikan benar-benar hal-hal berikut :
a) Kapan harus bicara, dan bagaimana caranya
b) Kapan harus diam, kapan tertawa, dan bagaimana caranya
c) Kapan bertepuk tangan, bagaimana caranya dan lain-lain.
d) Sadarilah secara terus menerus status diri kita di dalam suatu majelis :
– Apakah sebagai pimpinan, tuan rumah, atau moderator
– Apakah sebagai pendengar, sebagai tamu, sebagai pembicara, peninjau atau peserta dan lain-lain
• Jangan sampai lupa diri, keblinger, atau salah tingkah
• Hormatilah pimpinan dan hargailah anggota majelis yang lain menurut kedudukannya masin-masing, sebagaimana mestinya (23)
• Jika ayat-ayat Al-Qur’an sedang dibacakan, tinggalkan segala kegiatan apa pun (seperti menulis,. Berbicara, membawa makanan/minuman dan lain-lain. Dengarkan dan perhatikan dengan seksama ! (24)
• Jika ada hal-hal yang kurang berkenan di hati, bersikaplah wajar dan penuh toleransi. Jangan Sinis dan mengganggu suasana !

5. Sikap-Sikap yang tercela dalam Majelis, Hindarilah!
• Tersenyum-senyum tanpa ada sebab yang jelas.
• Berbisik-bisik dengan teman sebelah, apalagi-jika diikuti dengan gerak-gerik yang mencurigakan (25)
• Berbuat sesuatu yang tampaknya meremehkan orang lain, seperti :
a) Mengorek-ngorek lubang hidung atau telinga
b) Membersihkan kuku (tangan atau kaki) (26)
c) Menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal
d) Menggoyang-goyangkan kaki
e) Mencabut-cabut jenggot/mengelus-ngelus dagu.
f) Bertelekan tangan di atas meja, dan lain-lain
• Menampakkan sikap lesu, tak bergairah atau seakan-akan bosan dengan pembicaraan orang lain, seperti : (27)
a) Menggeliat, apalagi sampai mengantuk
b) Mendengkur terus-menerus.
c) Bersendawa atau menguap sampai berbunyi (28)
d) Sering melihat jam, waktu sesorang sedang berbicara.
e) Ngotot dalam berbicara, bersitegang urat lehar, mau menang sendiri atau memonopol pembicaraan dan serba aku/egois.
• Menyebarkan suatu aib/hal memalukan yang dilakukan seseorang (tanpa sengaja) kepada orang lain (30)
• Tertawa terbahak-bahak, bersuit/bersiul, berteriak-teriak dan lain-lain, perbuatan yang bisa merusak suasana, atau berbau urakan dan hura-hura. (31)
• Berusaha mendengarkan pembicaraan orang Iain, padahal orang tersebut tidak senang. (32)
• Menunjuk-nunjuk Iangsung kepada seseorang dengan sikap mengina dan meremehkan.
• Meludah, berdahak, membuang ingus atau buang angin (26)

Semuanya itu adalah sikap yang tidak sopan dalam majelis. baik dari sudut pandangan hukum Islam ataupun menurut tradisi yang berlaku di tengah-tengan masyarakat.

6. Majelis di Atas Lantai (di Masjid, di Surau, Waktu Sarasehan, dan lain-lain)
• Duduklah dengan cara bersila yang baik dan sopan, Perhatikan letak kaki kanan dan kaki kiri.
• Jika kesulitan, boleh berubah posisi dengan duduk bersimpuh (duduk Iftirasy atau tawarruk)
• Sekali-kali jangan sampai duduk sambil bertekuk lutut. Sangat tidak sopan. Apabila di Masjid (waktu mendengarkan khutbah, wirid, berdoa dan lain-lain) Hindarilah sebisa mungkin, walau bagaimanapun sukarnya!
• Waktu makan, lutut kanan boleh di tekuk ke atas, asal bersama teman-teman sebaya. Kalau di depan atau di samping orang tua, jangan ! Tidak sopan ! [WARDAN/@abuadara]

“Tulisan ini di transkrip ulang dari Materi Etiket (Pelajaran Adab Sopan dan Santun) yang menjadi salah satu materi yang dipelajari serta di Ujikan di Pesantren Darunnajah Cipining Bogor”