“Tulisan ini di transkrip ulang dari Materi Etiket (Pelajaran Adab Sopan dan Santun) yang menjadi salah satu materi yang dipelajari serta di Ujikan di Pesantren Darunnajah Cipining Bogor”
Pakaian (sandang) adalah salah satu kebutuhan Pokok manusia di samping makanan (pangan) dan tempat tinggal (papan) Bagi seorang muslim, pakaian merupakan karunia atau nikmat Allah swt yang harus disyukuri menurut arti yang sebenamya, yaitu dengan memakamya setiap saat. sesuai dengan tuntunan Allah swt dan petunjuk Rasulullah saw, penyimpangan terhadap tuntunan agama dan aturan serta dalam hal berpakaian, berarti melakukan perbuatan dosa dan pengingkaran terhadap nikmat Allah swt.
Menurut agama Islam pakaian itu mempunyai tiga fungsi utama, yaitu;
• Sebagai penutup aurat
• Sebagai perhiasan
• Sebagai pelindung tubuh dari hal-hal yang merusak (al-Qur’an, An-Nahl : 81 dan Al-A’raf: 26 ). (1)
Berdasarkan ketiga fungsi tersebut, maka dalam berpakaian kita harus memperhatikan hal-hal berikut, agar kita termasuk hamba-hamba Allah yang tahu mensyukuri nikmat-Nya dan terhindar dari
Sifat kufur terhadap karunia-Nya.
1. Memilih Pakaian
• Pilihlah pakaian yang sesuai dan pantas.
• Bedakan antara pakaian pria dan pakaian wanita; (baik Motif, bahan atau pun potongannya) Takutlah terhadap ancaman laknat Allah dan RasuI-Nya !(2)
• Jangan suka meniru pakaian orang-orang yang tidak patut untuk ditiru, agar kita tidak dianggap sama dengan orang-orang tersebut (3)
Perhatikan benar-benar, bagaimana pakaian yang pantas untuk seorang, muslim atau muslimah, untuk seorang pelajar yang santri, untuk seorang santri yang pelajar, dan lain-lainnya.
2. Memakai dan melepas Pakaian
• Mulailah dengan ucapan Basmalah. Kemudian ucapan kata-kata pujian kepada Allah SWT, sebagaimana diajarkan Rasulullah (4)
• Dalam berpakaian mulailah dari bagian anggota tubuh kanan dan lepaskanlah pakaian dari anggota tubuh bagian kiri (5)
3. Pakian yang Wajar dan Serasi
• Berpakaian harus wajar, jangan kikir dan jangan berlebihan.
• Celana sarung, rok kain panjang jangan sampai menyapu jalanan ingat, ancaman Allah dan Rasulnya (6) Tetapi jangan pula terlalu tinggi, sehingga nampak kaku dan kampungan (Khusus untuk kaum wanita, agar aurat benar-benar tertutup, seharusnya memakai kaos kaki).
• Memakai opiah – Jangan terlalu tinggi dan tertalu rendah. Jangan terlalu miring ke kiri atau ke kakanan
• Potongan baju dan celana atau rok, harus sesuai dan serasi dengan bentuk tubuh. Jangan terlalu sempit atau ketat, tetapi juga jangan sampai kedodoran.
• Dalam memilih warna, pilih warna yang sedap dipandang mata dengan kombinasi warna yang harmonis. Jangan terlalu mencolok pandangan mata !
• Kaiau memakai parfum, pilihlah yang baunya tidak terlalu menusuk hidung, sehingga banyak mengundang pernatian orang !
4. Pakaian Sederhana (7)
• Bahan tidak perlu terlalu mahal. sehingga timbul kesan mubazir atau berlebih-lebihan ingat, di sekeliling kita masih banyak orang yang tidak mampu membeli pakaian, bahkan yang paling murah sekalipun.
• Walaupun sederhana tetapi pakaian harus selalu bersih, suci dan rapi Jangan bersembonyan “pokoknya tidak najis” (8)
• Pakaian yang sudah sobek, kalau memang terpaksa. boleh saja dipakai asal dijahit dengan rapi, sehingga tidak ada kesan jorok atau malas (9)
• Sadari selalu bahwa nilai diri seseorang tidaklah ditentukan oleh mahal tidaknya pakaian.
5. Memakai Sepatu atau Sandal
• Sesuaikan dengan jenis dan wama sepatu dengan sit-uasi yang sedang dihadapi. Sepatu untuk acara-acara resmi tentu harus berbeda dengan sepatu untuk olah raga atau gerak jalan. Jangan bersemboyan “Pokoknya pakai sepatu”
• Jangan pakai sepatu atau sandal sebelah.Pakailah keduanya atau tinggalkan sama sekali! Dan jangan pula memakai sandal atau sepatu yang bukan pasangannya! (10)
• Jangan sekali-kall mengikat tali sepatu atau memakai kaos kaki sampil berdiri. Duduklah dengan tenang baik pakai sepatu/ sandal / bakiak jangan diseret, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup mengganggu. Dahulukan tumit waktu melangkah ! tapi ingat, jangan dibuat-buat !
• Jangan sekali-kali pakai sepatu tampa kaos kaki, dan pilihlah warna kaos kaki yang wajar dan pantas !
6. Sangat Tercela dan Tidak Sopan
• Membuka-buka baju ditempat-tempat umum atau terbuka Kalaupun terpaksa, boleh dilakukan tapi di rumah sendiri, di tengah-tengah keluarga sendiri (11) (Khusus kaum wanita, seharusnya hal ini jangan seka1i-ka1i dilakukan, walaupun di tengah-tengah keluarga sendiri, ingat aurat )
• Memakai kaos pada waktu acara-acara resmi
• Melepas kancing baju dengan sengaja ada kesan sombong dan urakan !
• Mamakai sarung/celana tanpa ikat pinggang, Apalagi kalau baju dimasukkan.
7. Pakaian Harus Sesuai Dengan Situasi
• Dalam memilih pakaian kita harus dapat menyesuaikan dengan situasi yang akan kita hadapi, baik yang menyangkut warna, jenis ataupun potongannya.
Perhatikan waktu-waktu dan suasana berikut :
a). Waktu Salat
• Pakaian harus komplit, suci, dan bersih. sarung atau celana, kemeja atau jas dan kopiah. Untuk kaum wanita, sebaiknya memakai mukena yang berwarna putih
• Jangan sekali-kali salat hanya memakai kaos, apalagi tidak memakai baju sama sekali Jangan bersemboyan, “Pokoknya sah dan menutup aurat”. Ingat, kita tidak boleh kalah dengan golongan lain dalam menghormati ibadah agama kita (12)
• Kalau menjadi imam, sebaiknya memakai baju berlengan panjang atau jas.
• Waktu shalat Jum’at atau ldain, pakailah pakaian terbaik yang dimiliki (sebaiknya putih-putih) dan pakailah harum-haruman/ parfum (13)
b). Waktu Resepsi /Acara-Acara Resmi
• Boleh memakai pakaian yang agak mentereng Tapi bukan berarti harus mahal
• Jika pakai jas, harus lengkap atau komplit
– Celana, kemeja, jas, dasi dan sepatu
– Sarung. kemeja, jas, kopiah dan sandalet (bukan sandal jepit)
• Kemudian, kita barus menyesuaikan diri dengan tradisi yang. biasa berlaku di tempat tersebut.
Khusus untuk kaum wanita
• Jika memakai perhiasan, pakailah sewajarnya, jangan berlebih-lebihan, sehingga timbul kesan pamer kekayaan.
• Waktu Upacara Resmi, pakailah pakaian yang resmi, sopan dan pantas. (kain panjang, kebaya dan kerudung) Jangan memakai pakaian santai atau pakaian kerja sehari-hari Sangat tercela!
c). Waktu Takziah
• Pakaian harus sesederhana mungkin Jangan mencolok pandangan mata, apalagi nampak ada kesan pamer.
• Bagi kaum wanita, hendaklah meninggalkan semua bentuk perhiasan yang mencolok. Ingat, kita harus tahu diri dan bersikap penuh toleran.
d). Waktu Berjalan-jalan, Bertamu, Menerima Tamu dan lain-lain
• Pakailah pakaian yang sederhana, sopan, rapi dan bersih.
• Jika sedang bekerja lalu datang tamu, gantilah dengan pakaian yang sopan dan rapi, jangan sekali-kali menerima tamu dengan pakaian kerja kecuali jika terpaksa sekali.
• Jika memakai sarung, sebaiknya lengkap dengan kopiah ingat tradisi lingkungan! Dan sadarlah hahwa kita adalah santri yang selalu disorot orang setiap saat.
• Waktu ziarah atau sowan kepada seorang kiyai atau ulama, pakailah kopiah, (walaupun sedang memakai celana, apalagi jika bersarung). Jangan bergundul! Tidak sopan!
e). Waktu Sekolah, Ke Kantor, Latihan Pramuka dan lain-lain
• Pakailah seragam atau uniform, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
• Jangan pakai sepatu olah raga ke sekolah. Tidak pantas !
f). Waktu Berolahraga atau Bekerja
• Pakailah pakaian olahraga atau pakaian kerja yang sederhana (kaos baju, training, sepatu olah raga dan (ain-lain)
• Jangan suka membuka-buka aurat yang sudah ditentukan syara’.
g). Waktu Mandi atau Wudu
• Menutup aurat pada waktu mandi/wudhu bersama orang lain atau di tempat-tempat umum, hukumnya adalah wajib. Jangan sekali-kali membuka aurat di depan orang lain, walaupun sejenis. Takutlah pada ancaman Allah dan Rasul-Nya.
Sadarilah selalu …… bagaimana dan untuk apa…… Anda berpakaian………
Berpakaian Khusus Untuk kaum Wanita
Dalam banyak ayat Al-Our’an, Allah swt secara khusus telah menetapkan ketentuan pakaian untuk kaum wanita. Sebab dalam kenyataan sehari-hari kita ketahui bahwa kaum wanita sering dipergunakan oleh setan sebagai alat untuk menggoda kaum laki-laki dan sebagai sumber fitnah di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini adalah suatu kenyataan yang tentunya siapa pun tidak akan memungkirinya sebabnya Allah swt menetapkan secara khusus pakaian kaum wanita seperti disebut dalam Al-Qur’an, Surat Al-Ahzab: 59.
Demikian pula dalam hadis-hadis lain, Rasulullah saw telah banyak menerangkan tentang bahaya, fitnah dan azab yang akan timbul apabila kaum yang tidak rnemperhatikan tata cara berpakaian seperti yang telah ditetapkan syariat. (15)
1. Bagaimana Model Pakaian Wanita Islam ?
Dan ayat Al-Quran dan hadis di atas jelas bahwa Islam tidak menetapkan model atau bentuk pakaian yang harus dipakai oleh seorang wanita Islam. Model pakaian terserah kepada pilihan kita sendiri, tetapi tidak boleh keluar dari ketentuan-ketentuan sehagai benikut:
1. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
2. Terbuat dari bahan yang tidak tembus pandang, sebab menurut syara’, orang yang memakai pakaian seperti itu sama saja dengan yang bertelanjang (kasiaat ‘auriyaat).
3. Potongannya tidak boleh sempit atau ketat, sehingga Iekuk¬Iekuk tubuh menjadi nampak.
2. Hikmah Pakaian Islam untuk Kaum Wanita (jilbab)
Dari kenyataan dan pengalaman kehidupan sehari-hari, paling tidak ada empat hikmah dan manfaat yang bisa diperoleh seorang wanita apabila memakai pakaian sesuai dengan ketentuan syara’ tersebut:
1. Dapat dibedakan antara wanita terhormat yang berakhlak mulia dengan wanita hina yang berakhlak buruk. Bukanlah wanita¬wanita yang hina pada umumnya tidak suka berpakaian secara
2. Terhindar dari gangguan lelaki yang suka iseng dan usil, sebab wanita yang memakai pakaian Islami itu memang memancarkan keanggunan dan kharisma tersendiri yang dapat menimbulkan kesungkanan pada lelaki iseng.
3. Memperoleh pahala dari Allah swt apabila pakaian tersebut diniatkan untuk ibadah dalam rangka menjaga kesucian dan kemurnian hukum-hukum agama. Dengan demikian dia pun terhindar dari perbuatan dosa atau maksiat yang berupa pengingkaran terhadap ketetapan hukum Allah swt.
4. Mencegah timbulnya nafsu birahi pada laki-laki yang melihatnya. sehingga dia pun terhindar dari berbagai fitnah yang bersumber dari setan dan hawa nafsu.
3. Adab Sopan Santun Berpakaian Bagi Wanita
Pada dasarnya antara tata cara atau adab sopan santun berpakaian bagi kaum wanita dan kaum pria tidak ada perbedaan yang mencolok. kecuali pada motif, model, ketentuan syara’ tentang batas¬batas aurat dan beberapa kondisi yang harus mendapat perhatian khusus.
Sedangkan hal-hal yang menyangkut fungsi pakaian cara memakai dan melepas pakaian, kesederhanaan dan penyesuaian dengan situasi dan kondisi hampir seluruhnya tidak jauh berbeda dengan yang sudah terbiasa berlaku pada kaum laki-laki. Oleb sebab silahkan baca dan perhatikan kembati “SOPAN SANTUN BERPKAIAN” yang telah diterangkat diatas.
Kemudian yang lebih penting dari itu harus selalu disadari bahwa berpaikaian menurut cara yang islami itu tidak akan membawa dampak positif bagi pemakainya, apabila tidak dibarengi niat yang ikhlas semata-mata untuk ibadah dan menjalankan hukum Allah swt bukan sekedar ikut-ikutan model orang lagi ngetop. Sebab tidak sedikit kita saksikan seseorang wanita muslimah yang berpakaian secara Islami, tetapi gerak-gerik dan tindakan-tindakannya banyak yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan syara’. Apa arti pakaian tersebut bagi dirinya? Na’udzu billah min dzalik! [WARDAN/@abuadara]