Rabu siang, 15 Januari 2014 pesantren kedatangan tamu istimewa dari Komando Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor. Hadir langsung memimpin rombongan tersebut Letkol Anwar selaku Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621. Mereka datang ke Darunnajah 2 Cipining Bogor dalam rangka Kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Bagi Santri. Tampak juga bapak Koramil dan Kapolsek Cigudeg dalam rombongan.

Bertempat di aula kampus 3, pertemuan ini diikuti seluruh santriwan dan santriwati. Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz jeje Juraemi, S.Ag, Kepala BRT, H. Mustajab Anwar, S.Pd.I dan beberapa asaatidz juga tampak hadir mendampingi pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Tampil dengan full spirit berseragam pramuka lengkap sebagai MC dalam program tersebut ustadz Saiful Hadi Scada, S.Pd.I. M.T. Meskipun diselingi hujan dan padam listrik, tampak para santri tetap antusias mengikuti pertemuan ini.
Bapak kyai mengawali sambutannya dengan menyitir Al Qur’an surat At Tholaaq ayat 2 tentang janji Allah kepada orang yang bertaqwa akan diberikan solusi dari setiap problematikanya serta diberikan rizki dari arah yang tidak terduga. “Hari ini kita merasa sangat berbahagia karena didatangi langsung oleh bapak Dandim Bogor. Kita tahu bahwa beliau sangat sibuk, maka kunjungan ini merupakan kehormatan untuk pesantren Darunnajah!”. ungkap beliau mantap.
Kemudian pimpinan pesantren juga menerangkan bahwa para santri Darunnajah 2 Cipining Bogor berasal dari multi etnis dan suku, bisa dikata mereka dating dari penjuru Sabang hingga Merauke. Dan dalam penempatan santri di kamar atau asrama juga dengan pembauran antar daerah atau wilayah, hal ini dimaksudkan agar para santri tidak anti dengan kemajemukan serta keanekaragaman yang merupakan sebuah aksioma kehidupan.
Masih dalam sambutannya bapak kyai juga menyampaikan berbagai program kegiatan di pesantren yang berorientasi kepada pembentukan generasi IMAMA yang akan mampu bermasyarakat dengan baik. Beberapa contoh kegiatan tersebut adalah Kepramukaan yang akan menerpa jiwa leadership santri, safari da’wah serta Praktik Da’wah dan pengabdian Masyarakat (PDPM) yang notabene menjadi laboratorium bermasyarakat bagi para santri.
Berikutnya tampil letkol Anwar menyampaikan materi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dengan tema Kepedulian Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa Dalam Wawasan kebangsaan. Pria kelahiran Banyuwangi, 20 Okt0ber 1972 ini menyatakan bangga berada di tengah-tengah para santri, kemudian beliau memulai pemaparannya dengan fakta bahwa Bangsa Indonesia adalah kumpulan dari 500-an suku bangsa dengan 1.025 ‘tapak’ budayanya yang mendiami 17.504 pulau di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang luasnya 1.922.570 km²
Kemudian beliau meneruskan dengan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Di sini ditegaskan bahwa perjuangan yang bersifat kedaerahan terbukti gagal membuahkan kemerdekaan, maka timbulah semanagat kesatuan dan persatuan yang diawali dengan Sumpah Pemuda 28 Okt0ber 1928.
Selanjutnya dikupas tentang Peran Generasi Muda sebagai implementasi UUD 1945 pasal 30 ayat 1 terkait Sistem Pertahanan Semesta. Pak dandim menyampaikan bahwa 70% konflik yang terjadi di dunia sekarang ini karena faktor perebutan energi. Dan Indonesia yang kaya raya dengan sumber dya alamnya menjadi lahan perebutan kekuatan Amerika Serikat dan China. Juga disinggung teory Malthus 1798 bahwa Jumlah penduduk meningkat seperti deret ukur, adapun Ketersediaan makanan meningkat seperti deret hitung.
Masih dalam pemaparan yang diselingi dengan kisah perjalanan pendidikan dan kariernya, letkol Anwar menjelaskan bahwa setiap 6 tahun jumlah penduduk dunia bertambah 1 Milyar. Dan karena faktor kemiskinan, kelaparan serta kesehatan yang buruk maka terjadilah TIAP 3 DETIK: 1 ANAK MENINGGAL DUNIA, TIAP MENIT: 18 ANAK MENINGGAL DUNIA, SETIAP HARI : 26.500 ANAK MENINGGAL DUNIA, HAMPIR 10 JUTA ANAK MENINGGAL DALAM SETAHUN !.
Alumni AKMIL Tahun 1995, SELAPA tahun 2005 dan SESKOAD tahun 2009 tersebut juga menyampaikan trend perang masa kini : 1. ASYMMETRIC WARFARE yaitu PERANG ANTARA DUA PIHAK YANG TIDAK SEIMBANG DARI SEGI KAPABILITAS MILITERNYA, contoh nyatanya seperti Palestina melawan Israel. 2. Hybrid wars yaitu PERANG HIBRIDA/ KOMBINASI ANTARA PERANG KONVENSIONAL, PERANG ASIMETRIS DAN PERANG INFORMASI MENJADI SATU 3. war by proxy yaitu PERANG DIMANA SALAH SATU PIHAK MENGGUNAKAN PIHAK KETIGA ATAU KELOMPOK LAIN UTK BERPERANG 4. PSYCHOLOGI WAR FARE yaitu PERANG DIMANA MERUBAH CARA BERFIKIR DALAM SETIAP SEGI, UNTUK MELEMAHKAN KEPERCAYAAN DIRI KEPADA BANGSA .
Beliau juga mengingatkan akan bahayanya kelompok radikal kanan seperti ‘teroris dan atau separatis atas nama agama’, kelompok radikal kiri seperi komunis dan kelompok-kelompok radikal lainnya. Setelah menyampaikan juga tentang tantangan Indonesia di masa mendatang dari sisi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya (ipoleksosbud), kemudian beliau menyampaikan bagaimana mestinya menyiapkan generasi muda:
1. MENINGKATKAN KEIMANAN KETAQWAAN KEPADA ALLAH SWT
2. MENJADIKAN DIRI BAGIAN DARI SOLUSI BUKAN BAGIAN DARI MASALAH
3. MEMPUNYAI KHAYALAN/CITA-CITA YANG TINGGI
4. TANAMKAN SEMANGAT RELA BERKORBAN UNTUK KEBAIKAN
5. MEMILIKI WAWASAN KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR
6. PATUH DAN TAAT KEPADA ORANG TUA
7. SELALU WASPADA DAN MAMPU PROTEKTIF TERHADAP PENGARUH NEGATIF PERKEMBANGAN ZAMAN
8. MELIHAT KEGAGALANKESALAHAN HANYA SEBAGAI JALAN UNTUK MENCAPAI SUKSES
Pemaparan yang dilengkapi dengan tampilan slide powerpoint ini dipungkasi dengan pesan pak Kajine yang merupakan kaum santri, Panglima Besar Sudirman: “ KUTITIPKAN NEGERI INI KEPADAMU WAHAI GENERASI MUDA JAGA DAN PELIHARA SEMANGAT BERKORBAN DEMI NAMA BESAR BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA !”.
Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan berfotoan beasama. Dalam kesempatan peretmuan dewan guru pada sore harinya bapak kyai meyampaikan kesannya terhadap kunjungan rombongan Dandim tersebut. Bapak kyai mengungkapkan: “ ada pesan dari pak dandim yang seide dan sefikiran dengan program pendidikan kita, yaitu agar para santri diberikan banyak tugas sehingga mereka akan tampil menjadi peminmpin yang enerjik, cekatan dan percaya diri!”. Benarlah kata bijak Hubbul Wathon Minal Iimaan karena SANTRI = Siap Amankan Negara Tercinta Republik Indonesia!. (wardan/abu ezzat el wazira).
Berikut biodata Dandim 0621 Bogor:
NAMA : ANWAR
PANGKAT : LETNAN KOLONEL
JABATAN : DANDIM
TMT TNI : 27-07-1995
TEMPAT/TGL LAHIR : BANYUWANGI, 20 OKT 1972
PENDIDIKAN UMUM:
SD TH 1985
SMP TH 1988
SMA TH 1991
PENDIDIKAN MILITER:
BANGUM:
AKMIL TH 1995
SELAPA TH TH 2005
SESKOAD TH 2009
BANGSPES:
SUSSAR PARA TH 1995
SUSSARCAB IF TH 1996
SUS KOMANDO TH 1996
PJD TH 1997
SUS SANDHA TH 1999
FF TH 2000
SUS PASIOPS TH 2004
TAR DAN YON TH 2010
TAR DANDIM TH 2012
RIWAYAT JABATAN:
DANTON 3/1/21 GRUP-2 KOPASSUS
DANTON 1/1/21 GRUP-2 KOPASSUS
DANTIM-6/3/43 GRUP-4 KOPASSUS
DANTIM-3/3/33 GRUP-3 KOPASSUS
PA OPS GRUP-3 KOPASSUS
PAMA GRUP-3 KOPASSUS
DANDEN-3/31 GRUP-3 KOPASSUS
KASIOPS GRUP-3 KOPASSUS
PAMEN KOPASSUS
PS. PABANDYALAT KOPASSUS
PS. DANYON-31 KOPASSUS
DANSECATA RINDAM III/SLW
DANDIM 0621/KAB.BOGOR