Ada Apa Dengan Ujian Lisan Nihai?

Boleh dibilang agenda kegiatan kelas akhir (kelas 6 TMI / XII MA/SMK) Darunnajah tiada putus dan begitu padat. Awal bulan Maret ini mereka telah disibukkan dengan Ujian Akhir Madrasah (UAM) dan langsung diteruskan dengan Ujian Lisan Nihai Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris. Ujian lisan ini akan berlangsung selama empat hari, 11 – 14 Maret 2013.

Seusai Ujian lisan, para calon alumni angkatan ke 20 ini akan mengikuti  Ujian Praktek, Ujian Akhir  Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN),try out ke 3 dan simulasi pengisian LUJN, Ujian Tulis Nihai, Ujian Nasional (UN), Praktek Da’wah dan Pengabdian Masyarakat (PDMP), Orientasi Kemasyarakatan dan Perguruan Tinggi, Tasyakuran/Panggung Gembira dan puncaknya Wisuda Santri / Haflah Takhorruj yang diagendakan pada 19 Mei 2013.

Upacara pembukaan Ujian Lisan dilaksanakan pada Senin pagi pukul 07.30 wib, 11 Maret 2013 di aula kampus 3. Hadir seluruh peserta ujian yang berjumlah 76 santri, kepala Biro Pendidikan, Ustazd Faruq Absori, S.Pd.I dan para penguji yang notabene para guru senior pesantren; pengawas pendidikan Darunnajah,beberapa kepala Biro, para wali kelas serta guru pembimbing 6 TMI.

Dalam sambutannya ustadz Faruq menegaskan urgensi ujian lisan nihai adalah sebagai tolok ukur sejauh mana standar kompetensi bahasa Arab dan Inggris telah bisa dicapai oleh para santri.  Para santri kelas akhir pada umumnya telah belajar di pesantren selama hampir 6 tahun (dari kelas 1 TMI) atau 4 tahun (dari kelas Intensif). Juga ujian lisan dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi ujian tulis nihai sebagai standar kelulusan versi pesantren.

Materi ujian lisan bahasa Arab meliputi: Muhadatsah, Bahasa Arab, Muthola’ah, Mahfudzat, Nahwu, Shorf, Balaghoh, Mufrodat dan Tarfajamah. Adapun materi ujian lisan Bahasa Inggris meliputi: Conversation, English, Grammar, Reading, Vocabularies dan Traslation. Materi ujian lisan nihai diambil dari kelas 1-6 TMI. Dalam teknis pelaksanaanya, 76 santri tersebut dibagi ke dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-8 santri. Setiap santri diuji oleh dua ustadz dan atau ustadzah.

Untuk lebih mengondisikan suasana ujian maka para santri telah dibekali dengan SKL materi pelajaran yang akan diujikan dan juga dibentuk kelompok-kelompok belajar serta diskusi. Dalam hal ini Biro pendidikan via Panitia Ujian Nihai yang notabene Bagian Kurikulum, ustadz Afif Maghfuri, S.Pd.I terus mengevaluasi pelaksanaan dan pencapaian ujian nihai. Kedepannya diharapkan aka ada buku-buku panduan yang berisi pembahasan lengkap soal-soal Ujian Lisan dan tulisan nihai, sebagaimana lazimnya sudah banyaknya buku-buku panduan sukses menghadapi Ujian Nasional (UN). (WARDAN/Abu Ezzat).