Sebagai bentuk komitmen dalam memajukan pendidikan bahasa Arab di Indonesia, Universitas Darunnajah Jakarta dan Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk (المركز التربوي للغة العربية لدول الخليج) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 28-29 Januari 2026 di Sharjah, Uni Emirat Arab.
Penandatanganan ini dilakukan dalam rangkaian Muktamar Bahasa Arab Internasional Ke-8 yang mengusung tema “Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Arab: Pandangan ke Masa Depan – Tuntutan, Peluang, dan Tantangan”.
MoU yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much Hasan Darojat, dan Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk, Dr. Isa Shaleh Al-Hammadi, ini mencakup beberapa bidang kerja sama strategis.
Di antaranya peningkatan riset bersama dalam bidang pengajaran bahasa Arab, penulisan karya ilmiah kolaboratif antara peneliti kedua institusi, pertukaran pembicara dalam konferensi ilmiah, serta program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi dosen dan pengajar bahasa Arab.
“Penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret dalam membangun jembatan ilmiah antara Indonesia dan negara-negara Teluk, khususnya dalam upaya bersama memajukan pengajaran bahasa Arab di tingkat internasional,” kata Dr. Much Hasan Darojat.
Dalam forum bergengsi ini, Indonesia juga mengukir prestasi melalui tampilnya dua akademisi sebagai pembicara.
Presiden Universitas Darunnajah Jakarta, Dr. Sofwan Manaf, M.Si, memaparkan penelitiannya berjudul “Peningkatan Kualitas Pengajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren dan Sekolah-Sekolah Islam Indonesia”.
Sementara itu, Presiden Perhimpunan P2I (Pengasuh Pesantren Indonesia), Dr. M. Tata Taufik, M.Ag., menyampaikan kajian bertajuk “Peran Program Imersi Bahasa dalam Pengajaran Bahasa Arab bagi Non-Penutur Asli: Pesantren Modern Indonesia sebagai Model”.
“Melalui presentasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sistem pendidikan pesantren Indonesia memiliki keunggulan dalam menciptakan lingkungan berbahasa Arab yang kondusif dan efektif bagi para santri,” ujar Dr. M. Tata Taufik, M.Ag.
Muktamar yang dihadiri 118 peserta dari 24 negara ini menghadirkan 85 makalah penelitian dan 20 praktik terbaik dalam pengajaran bahasa Arab. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan penghormatan kepada Yang Mulia Syekh Dr. Sultan bin Muhammad Al-Qasimi, Penguasa Emirat Sharjah, atas dedikasinya dalam pengembangan bahasa Arab dan kebudayaan Islam.
Delegasi Indonesia dalam muktamar ini terdiri dari 10 tokoh pendidikan Islam terkemuka yang mewakili berbagai lembaga, termasuk Universitas Darunnajah Jakarta, Presiden Perhimpunan P2I (Pengasuh Pesantren Indonesia), serta beberapa pondok pesantren ternama di Indonesia.
Kolaborasi antara Universitas Darunnajah dan Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum, penelitian bersama, dan pertukaran tenaga pengajar.
Selaras dengan hal tersebut, lembaga-lembaga pendidikan Islam Indonesia akan terus berupaya memajukan pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. (dn/humas)





