Santri Pembawa Perubahan: Bagaimana Menghadirkan Inovasi di Era Digital?
Perubahan zaman yang begitu cepat menuntut para santri untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Di tengah arus modernisasi, peran santri sebagai agen perubahan menjadi semakin penting dan strategis. Mereka tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan umat.
Tulisan ini membahas tentang peran santri sebagai pembawa perubahan, inovasi pesantren di era digital, pengembangan skill, kepemimpinan berbasis nilai, pemberdayaan ekonomi, dakwah kreatif, dan kolaborasi antar santri. Berikut uraiannya:
Bagaimana Peran Santri?
Santri modern menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan zaman. Seorang santri di pesantren modern kesulitan membagi waktu antara menghafal kitab kuning dan belajar teknologi digital.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Mengapa Inovasi Penting? Membangun Skill Digital
Para santri perlu mengembangkan keterampilan digital namun tetap menjaga nilai-nilai kepesantrenan. Seorang santri tahfidz ingin mengembangkan platform dakwah online tetapi khawatir akan mengganggu fokus hafalannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari no. 2751)
Kepemimpinan Yang Tepat?
Santri harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat berbasis nilai-nilai Islam. Seorang ketua organisasi santri menghadapi konflik internal karena perbedaan pandangan tentang modernisasi pesantren.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.” (HR. Ad-Darimi no. 2789)
Ekonomi Pesantren Maju
Pemberdayaan ekonomi pesantren menjadi kunci kemandirian. Sebuah pesantren ingin mengembangkan unit usaha digital namun terkendala SDM dan modal.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi no. 1209)
- Dakwah Era Digital?
Dakwah di era digital membutuhkan pendekatan kreatif dan inovatif. Seorang santri ingin membuat konten dakwah di media sosial namun khawatir terjerumus dalam riya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.” (QS. Yusuf: 108)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)
Kolaborasi Antar Santri?
Jejaring dan kolaborasi antar santri menjadi kunci kesuksesan di era digital. Beberapa pesantren kesulitan membangun kerja sama karena perbedaan latar belakang dan metode.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lainnya seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Muslim no. 2585)
Santri sebagai pembawa perubahan memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan bekal ilmu agama yang kuat, keterampilan digital yang mumpuni, dan semangat kolaborasi, santri dapat menjadi pionir perubahan yang membawa kebermanfaatan bagi umat.
Mari kita dukung dan berkontribusi dalam pengembangan santri pembawa perubahan. Mulailah dengan mengikuti program-program pelatihan digital untuk santri, berkolaborasi dalam project-project inovatif pesantren, dan aktif menyebarkan konten-konten positif di media sosial. Bersama, kita bisa mewujudkan generasi santri yang adaptif, inovatif, dan bermanfaat.




