Ketegangan dan Semangat Ujian Lisan: Persiapan Menuju Kesuksesan

Ketegangan dan Semangat Ujian Lisan: Persiapan Menuju Kesuksesan

Ujian lisan di Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 menjadi kegiatan yang sakral dan penuh dengan ketegangan bagi setiap santriwati. Ujian lisan yang dilaksanakan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: a) Ujian lisan Bahasa Arab, b) Ujian lisan Bahasa Inggris, c) Ujian lisan Al-Qur’an.

Ujian lisan semester satu dilaksanakan bagi santriwati kelas 1-5 TMI Darunnajah 9 dan diuji oleh Ustadzah dan dibantu kelas 6 TMI. Dilaksanakan selama satu minggu untuk menguji dan mengetahui kemampuan santriwati dalam penguasaan materi dan bahasa dengan maksimal. Ujian lisan menjadi salah satu metode evaluasi utama dalam menguji keterampilan berbicara siswa dalam menyampaikan ide, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi dengan lancar. Para santriwati secara bergantian menghadap penguji untuk mendemonstrasikan kemampuan nya berbicara dalam dua bahasa tersebut. Materi ujian ini mencakup percakapan sehari-hari, penguasaan kosakata, serta kemampuan mengungkapkan gagasan secara spontan.

Ujian lisan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ini memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan bahasa santriwati. Beberapa alasan mengapa ujian lisan dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ini sangat penting diantaranya:

  1. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, sehingga keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris sangat dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga interaksi global. Dalam ujian lisan ini memastikan santriwati tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi nyata. Sedangkan Bahasa Arab tidak hanya menjadi bahasa agama dan budaya bagi banyak orang, tetapi juga penting dalam konteks diplomasi, perdagangan, dan pendidikan di dunia Islam. Ujian lisan membantu mengasah pengucapan dan kefasihan dalam bahasa ini.
  2. Ujian lisan mendorong santriwati untuk berbicara di depan orang lain, yang meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini juga melatih kemampuan soft skills seperti presentasi, negosiasi, dan berpikir kritis.
  3. Ujian lisan menuntut santriwati untuk memahami dan merespons secara spontan, yang tidak dapat sepenuhnya diukur melalui ujian tertulis. Hal ini membantu mereka untuk menjadi komunikator yang efektif.
  4. Banyak pekerjaan di era modern saat ini membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Arab, baik secara formal maupun informal. Ujian lisan memberikan dasar yang kuat untuk menghadapi tantangan ini.

Ujian lisan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ini merupakan evaluasi penting yang tidak hanya mengukur kemampuan bahasa santriwati, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan komunikasi di dunia nyata. Dengan melibatkan unsur praktek langsung, ujian ini mendorong siswa untuk menjadi individu yang kompeten, percaya diri, dan siap berkompetisi secara global maupun lokal.

Pendaftaran Santri Baru