Sebanyak 85 santri putra dari kelas satu hingga enam resmi diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Putra Ke-6 di Aula Kampus 1, Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Sabtu, 3 Mei 2026. Divisi Tahfidzul Qur’an sebagai penyelenggara menjadikan acara tahunan ini sebagai tempat untuk mensyukuri nikmat hafalan sekaligus memverifikasi kebenaran hafalan setiap peserta secara langsung.
Prosesi dimulai pukul 07.30 dengan penampilan hadroh, dilanjutkan memasuknya para wisudawan ke aula secara resmi. Peserta tampil menurut kategori hafalan yang telah mereka selesaikan:

- Kategori 3 Juz
- Kategori 5 Juz
- Kategori 10, 15, 20, dan 30 Juz
Wisudawan penghafal 30 juz mendapat penghargaan khusus yang diserahkan langsung oleh Ust. Nasikhun, S.E., M.M., Ust. Ashmari Ichsan, M.Kom., dan Ust. Achmad Hanief Jiddan, M.E.
Ketua LTQ Darunnajah 2, Ust. Ashmari Ichsan, M.Kom., menyampaikan sambutan pada tengah acara. Puncak prosesi adalah tausiyah dari K.H. Busthomi Ibrohim, Ph.D., Pimpinan Pesantren Darunnajah Pusat, yang menutup rangkaian kegiatan dengan pesan bagi para wisudawan. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dari awal hingga akhir.
Wisuda ini diselenggarakan dengan lima tujuan yang ditegaskan Pesantren: mensyukuri nikmat Allah SWT, menjaga kesucian dan kemurnian Al-Qur’an, memotivasi santri dalam menghafal dan mempertahankan hafalannya, memastikan kebenaran hafalan masing-masing, serta menjadi syiar Islam dan pesantren yang nyata. Meski persiapan sempat terbentur padatnya jadwal kegiatan dan terpotong masa liburan, prosesi tetap berjalan lancar.
Di balik setiap wisudawan yang melangkah ke panggung, ada ribuan jam pengulangan ayat yang dijalani dalam senyap. Menghafal Al-Qur’an adalah pekerjaan panjang yang sebagian besarnya tidak pernah terlihat orang lain. Wisuda ini cara Pesantren mengakui kerja keras itu secara terbuka dan resmi.
Ke depan, Pesantren mendorong setiap wisudawan untuk menjadikan prosesi ini sebagai titik awal, selain pengakuan atas pencapaian, juga ikrar untuk terus menjaga kalam Allah. Muroja’ah rutin dan penghayatan makna ayat menjadi langkah konkret yang bisa dimulai sejak hari ini.