Para santri baru saja tiba di pesantren seusai Safari Da’wah Massal dan liburan semester gasal. Para santri senior / kibar kelas 4, 5, 6 TMI datang pada Sabtu, 4 Januari 2013 dan santri junior / shighar pada Ahad, 5 Januari 2013. Dan seperti tak mengenal lelah, kegiatan / aktifitas pun segera dimulai lagi, tepatnya Senin pagi, 6 Januari 2013 telah dibuka Training Of Trainer (TOT) Seni Bela Diri Darunnajah Cipining (SBDC).
Hadir dalam sesi tersebut Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ust. Jeje Juraemi, S.Ag menyampaikan sambutan. “ Sudah menjadi sunnah atau tradisi pesantren untuk selalu mengaplikasikan spirit ‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’, artinya TOT silat ini menjadi wajib karena memang harus ada regenerasi untuk para pelatih SBDC!” ungkap alumni Darunnajah Ulujami Jakarta ini mantap. Beliau juga menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada salah-satu peserta TOT.
Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, ust. Musthofa Kamal, S.Pd.I., M.Ag yang menyempurnakan rangkaian upacara pembukaan TOT dengan membacakan do’a. tidak tertinggal juga pelatih sekaligus pembimbing SBDC, Ustadz Anwar Maulana. Peserta pelatihan ini berjumlah 50 santriwan kelas 5 TMI/ XI MA Agenda yang berlangsung hingga Kamis, 9 Januari 2013 ini dikoordinir oleh panitia dari kelas XII MA/6 TMI yang diketuai Alif Afif Nurullah yang notabene juga ketua SBDC periode 2013-2014.
Bertindak sebagai penatar dalam annual program ini adalah bapak Jarsa Purnama Desa, S.Pd.I yang notabene sebagai penatar pelatih Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) provinsi Jawa Barat. Materi utama penataran ini adalah Jurus Tunggal Baku dan Jurus Wiraloka yang terdiri dari 100 gerakan. Disisi lain, sebagai calon pelatih Seni Beladiri yang akan bertugas setiap Jum’at pagi mendidik para santri, mereka dilatih juga dengan kekuatan fisik, kematangan mental, penguasaan jurus-jurus, tehnik fighting dan tata cara menjadi seorang wasit dan juri dalam perlombaan silat secara benar dan fair.
Sebagai puncak dari rangkaian TOT ini adalah long march sepanjang 20 Km dari pesantren, tepatnya ke arah Parung Panjang. Dalam long march ini semua peserta teruji dan ternilai kekuatan fisik, kematangan mental dan sikap mereka sebagai calon pelatih SBDC. Berlari tanpa alas kaki di atas aspal, di bawah sengatan mentari, tentu bukanlah hal yang sepele. Disinilah pembelajaran keyakinan akan kemauan dan kemampuan menemukan pengejawantahannya. It’s not how the life is treating us, but how we are treating the life!.
Long march ini juga dimaksudkan sebagai wahana miniatur perjuangan untuk memperoleh sabuk Biru Melati Satu. Long march ini pada ghalibnya berdurasi dari siang hingga sore hari. Pada Keesokan harinya, Jum’at pagi di hadapan ratusan para peserta didik SBDC di lapangan Futsal DNC, ke 50 peserta penataran tersebut diharapkan akan dinyatakan lulus sebagai Pelatih SBDC dan berhak melatih silat para santri.
Peserta terbaik dalam TOT 2014 adalah Rangga Eliansyah, Ade Hermawan dan Ahmad Nuraziz. Adapun peserta tercepat dalam long march diraih oleh Anas Nashuha. Ustadz Anwar mengungkapkan harapannya kepada WARDAN sehubungan dengan adanya TOT ini: “Mudah-mudahan para peserta TOT lebih mengerti dan lebih memahami tentang Pencak Silat, sehingga akan tercipta kader pelatih dan atlit silat yang berpotensi dan berprestasi di kancah wilayah bahkan nasional!”.
Kegiatan TOT SBDC merupakan kegiatan wajib bagi santriwan kelas XI MA/5 TMI karena
dimaksudkan untuk menciptakan pelatih-pelatih handal yang siap menggantikan posisi kelas XII MA/6 TMI yang akan segera disibukkan dengan berbagai agenda penting lainnya seperti; Ujian Praktik Mengajar (Amaliah Tadris), TryOut UN dan UAM, Ujian Nihai, UN, UAM, PDPM dan Haflat Takharruj. Kepada para pelatih baru diharapkan bisa menjalankan tugas mereka dengan ikhlas, cerdas dan tuntas. Seperti yang selalu diikrarkan sebelum latihan: dengan Iman kami menjadi kuat,tanpa iman kami menjadi lemah!. Allahu Akbar!. (WARDAN/Abu Ezzat El Wazira)




