4 Utusan Dari Cipining Bergabung Dengan Kontingen Jawa Barat diperlombaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 4 Utusan Dari Cipining Bergabung Dengan Kontingen Jawa Barat diperlombaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN)

4 Utusan Dari Cipining Bergabung Dengan Kontingen Jawa Barat diperlombaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN)

4 Utusan Dari Cipining Bergabung Dengan Kontingen Jawa Barat diperlombaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN)

MALANG – Dua santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Arja Huurin dan Hisan Anshori, meraih Juara 1 Lomba Kuliner Nusantara pada Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. Keduanya santri kelas 4 TMI Putra. Kemenangan itu diumumkan pada malam penutupan, Senin (5/10/2026), di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di dapur perkemahan, mereka membuktikan bahwa keberhasilan lahir dari kerja sama dan kesungguhan.

Arja dan Hisan bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kontingen mengutus perwakilan terbaiknya, sehingga persaingan berlangsung ketat. Lomba Kuliner Nusantara termasuk dalam Giat Prestasi PPSN VI dan digelar pada hari pembukaan, Kamis (1/10/2026), bersama lomba Yel-Yel Terbaik, Pionering Nusantara, dan Teknologi Tepat Guna. Hasilnya baru diumumkan empat hari kemudian pada malam puncak.

Penghargaan diserahkan dalam acara yang dihadiri Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Sa’id, M.Ag., yang mewakili Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Sebelumnya, PPSN VI dibuka oleh Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Dirjen Pesantren. Kegiatan berlangsung selama sepekan, 30 September hingga 6 Oktober 2026, dengan tema Ekoteologi, yaitu menumbuhkan kesadaran menjaga alam berdasarkan nilai-nilai keagamaan.

Tema itu diwujudkan lewat aksi nyata berupa penanaman seribu pohon bersama Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Para santri dari berbagai penjuru Nusantara ikut menanam. Langkah ini sejalan dengan misi PPSN VI untuk menjadikan pramuka santri sebagai penjaga lingkungan. Dalam ajaran Islam, manusia diamanahi sebagai khalifah di bumi, dan merawat alam adalah bagian dari amanah itu.

Juara 1 Kuliner Nusantara menambah deretan prestasi Kontingen Jawa Barat. Secara keseluruhan, Jawa Barat membawa pulang dua Juara 1, tiga Juara 2, dan satu Juara Harapan 3, ditambah penghargaan Kontingen Teraktif. Rinciannya sebagai berikut:

  • Juara 1 Kuliner Nusantara
  • Juara 1 Yel-Yel Kreasi Putri
  • Juara 2 Karnaval Nusantara
  • Juara 2 Defile Barisan
  • Juara 2 PPSN Got Talent Putri
  • Juara Harapan 3 PPSN Got Talent Putra

Kontingen Jawa Barat diperkuat santri dari tujuh pesantren, yaitu Fajrussalam (Bogor), Darunnajah 2 Cipining (Bogor), Al-Ikhlash (Kuningan), Darussalam (Garut), Rafah (Bogor), Al-Basyariyah (Kabupaten Bandung), dan Al-Kautsar Cipaku (Cianjur). Keragaman asal itu melebur dalam satu identitas, yakni Kontingen Jawa Barat. Kebersamaan tersebut dibangun sejak sebelum keberangkatan.

Pada 28–29 September 2026, kontingen mengikuti Training Center (TC) di Pesantren Al-Basyariyah, Bandung. Para santri dibekali materi kekompakan tim, pengelolaan tenda dan kerapian kontingen, pembagian tugas lomba, hingga latihan yel-yel. Mereka didampingi para pembina, termasuk Kak Cahyo Gondo Arum, guru Pesantren yang bertugas sebagai Bindamping. Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Ahmad Syukri, S.S., menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berjuang dan mengharumkan nama Jawa Barat.

Keaktifan kontingen juga terlihat dari yel-yel yang dibawakan. Para santri memodifikasi lagu anak pramuka “Jena Jena Heli Kili Kiliki” menjadi yel-yel yang riang dan mudah diikuti. Lagu itu membuat kontingen lain ikut menyanyi bersama. Malam penutupan pun berlanjut dengan pembacaan shalawat bersama ALMA SBY hingga sekitar pukul 00.00 WIB.

Bagi Kontingen Jawa Barat, PPSN VI meninggalkan lebih dari sekadar piala. Di balik setiap penghargaan terdapat proses latihan, keberanian tampil, kekompakan tim, dan pengalaman yang menjadi bekal untuk terus berkembang. Kemenangan Arja dan Hisan menjadi pengingat bahwa santri bisa unggul di mana saja, termasuk dari dapur perkemahan. Mari dukung santri di sekitar kita untuk berani mencoba, aktif berkegiatan, dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah.