4 Santri Lakukan Amaliah Tadris Percontohan

Pesantren Darunnajah Cipining memiliki program akhir tahun di kelas 6 TMI/XII MA/XII SMK berupa ujian mengajar yang dikenal dengan istilah ‘Amaliah Tadris’. Amaliah ini termasuk salah satu syarat santri mendapat predikat lulus dari pesantren.

Kegiatan amaliah tadris tahun 2012 ini tengah dilakukan oleh para santri yang diawali dengan pembekalan oleh dewan guru selama 3 hari (21-23/1). Materi pembekalan meliputi ‘Metodologi Pengajaran’, ‘Sifat-sifat Guru’, ‘Format Pembuatan RPP (I’dad)’, ‘Teknik Mengkritik’, dan ‘Bimbingan Penulisan RPP’.

Sebelum memasuki sesi praktik ujian mengajar, panitia menunjuk 4 santri sebagai model percontohan di hadapan seluruh peserta amaliah tadris. Percontohan pertama oleh Imam Syaifurrahman yang mengajar materi Mutholaah di kelas 3 TMI/IX A MTs. Imam Syaifurrahman memberikan contoh mengajar berbahasa Arab untuk santri peserta Amaliah Tadris asrama. Selanjutnya, Putri Khoirunnisa membawakan materi bahasa Inggris di kelas 3 TMI/IX B MTs di hadapan peserta Amaliah Tadris putri asrama (25/1).

Percontohan materi bahasa Inggris untuk peserta Amaliah Tadris dari siswa/santri SMK dan MA kampus 2 dan 3 dilakukan oleh Santana dengan mengajar di kelas IX SMP. Sedangkan untuk peserta putri diwakili oleh Siti Istiqomah yang mengajar materi Fiqih di kelas IX C MTs (26/1).

Usai melaksanakan kegiatan Amaliah Tadris, peserta berkumpul dengan guru pembimbing dan rekan satu kelompoknya untuk sesi ‘Intiqodat’ yatu kritik dan penilain. Pada sesi ini, semua peserta harus memberikan koreksian terhadap pengajaran dari semua sisi, baik metode pengajaran, karakter pengajar, materi, atau hal-hal ganjil lain selama praktik mengajar.

Menurut ketua panitia, Ustadz Hanafi, SPd, kegiatan amaliah tadris ini menggunakan waktu belajar jam ke-3 dan k-6. “dua jam ini memang disesuaikan dengan kondisi KBM di Darunnajah Cipining. Sehingga proses amaliah Tadris dapat berjalan dengan baik serta lancar”

Masih menurut ketua panitia, demi tertibnya kegiatan Amaliah, guru praktik mempunyai beberapa tugas teknis selain membuat RPP, yaitu 1) menghubungi pengajar materi yang pelajarannya hendak dijadikan praktik guna meminta izin dan meminta materi ajarnya. 2) Menghubungi guru pengajar yang jamnya akan digunakan untuk praktik.

Sementara itu, peserta ujian Amaliah Tadris sebanyak 94 santri. Mereka terbagi menjadi 9 kelompok dengan 22 guru penguji. Setiap guru penguji membimbing dan menangani 4-5 santri. Amaliah Tadris sendiri akan dilaksanakan sampai tanggal 2 Februari mendatang. (Wardan/Billah)