4 Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Dzulqa’dah adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriah dan juga termasuk bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai bulan haram. Allah berfirman dalam QS At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Diantara kemuliaan dan keagungan bulan Dzulqa’dah adalah :

Pertama :

Semua amalan  yang kita kerjakan akan dilipatgandakan. Berdasarkan ayat di atas, At-Thabari menyebutkan dalam tafsirnya bahwa bulan Dzulqa’dah adalah bulan haram. Yaitu bulan yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya. Di mana pada bulan ini semua amalan-amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya sedangkan amalan-amalan yang buruk akan dilipatgandakan dosanya.

Kedua :

 Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari bulan-bulan haji yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
“ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklum”
Dalam sebuah tafsir yang di kemukakan oleh Ibnu Katsir dikatakan bahwa, asyhur ma’lumat merupakan bulan yang tidak sah ihram untuk menunaikan ibadah haji kecuali pada bulan-bulan ini. Dan disebutkan pula bahwa bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Bulan-bulan haji ini dikhususkan oleh Allah  dengan ibadah haji, dan Allah mengkhususkan bulan-bulan ini sebagai waktu pelaksanaannya. Sementara umrah merupakan haji kecil (hajjun ashghar). Maka dari itu, waktu yang paling utama untuk umrah adalah pada bulan-bulan haji.

Ketiga :

Bulan Dzulqa’dah juga diagungkan karena dalam bulan tersebut Allah melarang manusia untuk berperang. Hal ini berkaitan dengan makna secara harfiyah dari “Dzulqa’dah” yaitu penguasa genjatan senjata. Mulianya bulan Dzulqa’dah karena pada bulan ini sangat baik bagi kita untuk melakukan amalan-amalan ketaatan.

Keempat : 

Salah satu hal penting yang membuat bulan Dzulqa’dah istimewa adalah bahwa tiga puluh malam yang dijanjikan oleh Allah kepada Nabi Musa untuk bertemu dengan Allah terjadi pada bulan Dzulqa’dah, sedangkan sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir