Rentang Konsentrasi Anak

Rentang Konsentrasi Anak

dekorasi pelangi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram

Tingkat rentang konsentrasi anak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam menulis

Anak prasekolah tidak bisa diminta duduk diam dalam waktu yang lama untuk berkonsentrasi mengerjakan sesuatu. Selain karena sebagian besar aktivitas anak melibatkan gerak fisik dan bermain, juga dipengaruhi oleh temperamennya. Anak yang pembawaannya tenang umumnya memiliki rentang konsentrasi cukup baik. Dia tak mudah menyerah dan teralihkan perhatiannya ketika melakukan sesuatu. Contoh, saat tak bisa mengikat tali sepatu, dia akan mencoba terus sampai berhasil. Sementara anak yang energik (senang bergerak) umumnya memiliki rentang perhatian lebih rendah dan mudah teralihkan. Dia lebih mudah bosan dan mudah menyerah. Contoh, saat menyusun puzzle, dia akan meninggalkan dan beralih kepada hal yang lain.

Rentang konsentrasi anak prasekolah tak lebih dari 10 menit. Jadi, persiapkan tugas dengan rentang waktu yang sesuai. Seimbangkan kegiatan fisiknya dengan kegiatan yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi seperti bermain balok, puzzle, meronce dan menggambar. Mainan yang mengasah konsentrasi juga menolong anak  membedakan bentuk serta membangun koordinasi antara mata dan tangannya, sehingga nantinya mereka siap membaca dan menulis.

Berikut ini cara yang dapat dilakukan para orang tua untuk melatih anak berkonsentrasi :

  • Buatkan rutinitas. Menciptakan keteraturan atau jadwal dapat  membantu anak melatih konsentrasi sebab konsistensi menjadikan anak lebih mudah konsentrasi. Buat jadwal setiap hari dan libatkan anak dalam membuatnya.
  • Beri selangan waktu. Bila anak telah menyelesaikan tugasnya, beri kesempatan waktu untuk bermain.
  • Ciptakan lingkungan rapi dan suasana tenang, ini membantu anak berkonsentrasi.
  • Berikan kegiatan  yang terfokus pada satu objek.
  • Beri banyak waktu untuk aktif berkegiatan.
  • Jangan memotong perhatian anak. Anak tak dapat dengan tiba-tiba mengalihkan perhatian saat baru mulai berkonsentrasi pada satu kegiatan, karena akan menghambat proses belajar memusatkan perhatian.
  • Perhatikan sikap duduk anak. Sikap duduk yang kurang baik berpotensi menimbulkan rasa lelah. Sikap yang baik adalah posisi punggung yang tegak.
  • Jangan terlalu memberi banyak kegiatan, karena dapat mengundang rasa bosan dan lelah.

-serial buku, NAKITA-

(sita, ababiel28@yahoo.com)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah