Gunung Sindur, 22 Oktober 2025 — Suasana semarak tampak di lapangan hijau Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, Cidokom, pada Rabu (22/10). Ratusan santri dari 34 pondok pesantren se-Kecamatan Gunung Sindur berkumpul untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Perayaan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi bagi para santri tentang peran mereka dalam membangun bangsa. Acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Gunung Sindur, Kapolsek Gunung Sindur, Kepala KUA, serta para pimpinan pondok pesantren di wilayah tersebut.

Beberapa pesantren yang turut hadir antara lain Pondok Pesantren Darul Quran Mulia, Al-Ghazali, Subulul Ihsan, Adz-Dzikra, dan banyak lagi.
Dalam upacara yang menjadi puncak perayaan, Ust. Muchtar Ghozali, M.M, selaku Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, menyampaikan pesan inspiratif kepada para santri.
“Sebagai santri, kita memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk mendalami ilmu agama, tetapi juga menuntut ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hari Santri Nasional ini menjadi momentum untuk mengingat misi kita dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa santri bukan sekadar objek pendidikan, melainkan subjek perubahan sosial yang dapat membawa kemajuan bagi umat dan negara.
Usai upacara, suasana semakin meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari para santri, mulai dari marching band, tapak suci, pramuka dan lain sebagainya.

Acara kemudian ditutup dengan sarasehan bersama Forum Silaturahmi Pesantren Gunung Sindur (FSPG). Dalam forum tersebut, para pimpinan pesantren, Kapolsek, Kepala KUA, dan perwakilan masyarakat saling bertukar pikiran mengenai berbagai isu aktual seputar dunia pesantren.
Kegiatan sarasehan ini bertujuan mempererat hubungan antarpondok pesantren serta memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan instansi pemerintah. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pesantren di era modern, seperti penguatan kurikulum, pemberdayaan santri, serta peran pesantren dalam menjaga moderasi beragama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkokoh semangat kebangsaan, persatuan, dan kemandirian santri.
