21 Guru Darunnajah Ikuti Uji Sertifikasi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Dalam dunia pendidikan dikenal 3 faktor penting yang menentukan keberlangsungan pendidikan itu sendiri. Ketiganya (‘awamilut tarbiyyah) adalah murid, guru (sekolah) dan keluarga (masyarakat). Masing-masing faktor ini memiliki hak dan kewajiban yang saling terkait satu dengan lainnya. Signifikansi peranan ketiga faktor tersebut sudah menjadi sebuah aksioma. Jika salah satunya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dapat dipastikan bahwa proses pendidikan akan berjalan dengan tidak maksimal.

Guru dalam idiom Jawa dikenal dengan istilah ‘digugu’ artinya dita’ati dan ‘ditiru’ (kalaamuhu masmu’ wa amruhu mutha’). Pahlawan tanpa tanda jasa ini, baik yang berstatus PNS maupun swasta, kini mulai mendapat perhatian lebih dari Pemerintah. Hal ini patut disyukuri, mengingat selama ini kaum Oemar Bakri ini, terutama yang swasta, masih sangat termarginalkan, khususnya dalam memperoleh hak kesejahteraan hidup.

1. Perhatian pemerintah yang dimaksud adalah dengan diadakannya sertifikasi guru. Dalam halaman 2 Pedoman Sertifikasi Guru Di Pesantren Muadalah Dalam Jabatan disebutkan bahwa bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertfikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negri sipil (swasta).

Pada bulan Agustus 2007 para pimpinan pondok pesantren Mu’adalah mengikuti sosialisasi sertfikasi guru di asrama haji Sukolilo Surabaya, atas undangan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. Pimpinan pesantren Darunnajah Cipining menugaskan Direktur TMI, Ustadz Muhammad Mufti untuk mengikutinya. Perlu diketahui bahwa Pesantren Darunnajah Cipining termasuk di antara sedikit pesantren di Indonesia yang sudah Mu’adalah (disetarakan dengan SMA) oleh Departemen Pendidikan Nasional. Di antara poin penting pertemuan adalah jatah sertifikasi guru sebanyak 300 (tiga ratus) orang. Dari jumlah tersebut Darunnajah Cipining mendapat porsi 21 (dua puluh satu) orang. Mereka harus mengikuti pembekalan dan pelatihan pada 2 s.d 4 September 2007, di lokasi yang sama. Peserta dari Darunnajah Cipining adalah Ustadz Drs. Abdur Rasyid Sholeh, Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag., Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I., Ustadz Syaeful Hadi Scada, S.Pd.I., Ustadz Bashori, S.Ag., Ustadz Husnan Rosyid, S.Pd.I., Ustadz Muhammad Syukron, S.Ag., Ustadz Drs. Zaenal Adnan, Ustadz Nu’manul Hakim, S.Ag., Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I., Ustadz Katena, S.Pd.I., Ustadz Irpan, S.Ag., Ustadz Trimo, S.Ag., Ustadz Fatkhul Mukmin, S.Pd.I., Ustadz Muhammad Zakaria, M.A., Ustadz Musa Yuliadi, S.Ag., Ustadz Mukhammad Muddatsir, S.H.I., Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., Ustadz Amin Songgirin, S.H.I., dan Ustadz Nasihun Sugik, S.E., serta Ustadzah Kunarti, S.Pd.I.

Pada praktiknya sertifikasi guru dalan jabatan ini dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio terhadap kompetensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial dan profesinal).

Secara pelan namun pasti, proses sertifikasi ini terus berlangsung. Dan sampai tulisan ini dimuat, para peserta dari Darunnajah Cipining boleh dibilang dalam kondisi harap-harap cemas menanti hasil pemeriksaan dan penilaian portofolio berikut bukti fisik/dokumen portofolio yang telah dikirimkan 2 minggu sebelumnya. Semoga para peserta sertifikasi secara umum dan khususnya dari Pesantren Darunnajah Cipining dapat lulus, sehingga tujuan sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru dapat kita rasakan. Semoga!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika