2 Peserta Khitan Masuk Islam

2 Peserta Khitan Masuk Islam

Seiring dengan pelaksanaan khitanan massal dalam rangka peringatan Isra dan Mi’raj di pesantren Darunnajah Cipining, Sabtu (9/7) kemarin, 2 peserta mengucapkan kalimah syahadah yang menandai keduanya memilih menjadi seorang muslim. Keduanya merupakan bapak dan putranya yang bernama Bapak Pendi bin Edi (39) dan Rakhel bin Pendi (10) yang berasal dari desa Lumpang, Parung Panjang, Bogor.

Prosesi pembacaan syahadat dilakukan di depan kepala KUA kecamatan Cigudeg, Bapak H. Nasruddin, S.Ag dengan saksi pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc dan Direktur BPRS Amanah Ummah, Bapak H. Taufiqurrahman, serta beberapa warga dari Desa Lumpang. Usai mengucapkan 2 kalimah syahadah dan membacakan beberapa kewajiban sebagai seorang muslim, hadirin dan para undangan mengucapkan alhamdalah serta bertakbir karena pada hari ini mendapatkan 2 saudara baru seiman dan seagama.

Menurut beberapa tokoh Desa Lumpang, keinginan Bapak Pendi untuk meninggalkan kepercayaan lamanya yaitu agama Budha telah diniati sejak lama. Namun keinginan bertauhid itu belum terlaksana juga, akhirnya ketika panitia khitanan massal dari pesantren bertandang ke rumahnya, keinginan itu disampaikan kembali dan mendapat respon baik dari pesantren. Maka, selain mendaftar sebagai peserta khitan, Bapak Pendi beserta putranya bertekad masuk Islam. Sedangkan istrinya, yaitu Ibu Alvina, memang seorang pemeluk agama Islam.

KH Jamhari Bersama Para Tamu Undangan Tengah Mengunjungi Ruang Khitan

Kepada para hadirin dan tamu undangan, Kyai Jamhari mengaku gembira karena pesantren untuk yang pertama kalinya mendapatkan kehormatan dan kebaikan dari peristiwa ini. Dalam tausiyah singkatnya, beliau memberikan bimbingan agama Islam kepada Bapak Pendi khususnya terkait dengan rukun Islam yang 5. Beliau juga mengharapkan agar Bapak Pendi meluangkan kesempatan guna belajar agama Islam kepada para tokoh dan ulama yang berada di tempat tinggalnya. Bahkan beliau juga membuka diri jika Bapak Pendi hendak belajar kepada beliau.

Adapun pada pelaksanaan khitanan massal tersebut pesantren mengkhitan 100 anak dari masyarakat sekitar dan mendapatkan dukungan dari Masjid Baitul Jabbar Bekasi serta Majelis Ta’lim Telkomsel. Untuk Tim medis panitia bekerja sama dengan RS Tugu Ibu, Cibubur, Jakarta Timur. Peserta mendapatkan bingkisan menarik dari telkomsel. Kepada pimpinan pesantren, Direktur RS Tugu Ibu, dr. Peppy R. Firaidie menginginkan agar kegiatan ini menjadi pembuka silaturahmi dan kerja sama dalam bentuk serupa atau yang lainnya di kemudian hari nanti. (Wardan/Billah)

Panitia dan Pendukung Kegiatan Khitanan Massal 2011

Pendaftaran Santri Baru