Acara Bhakti Sosial yang dilaksanakan di Pesantren Darunnajah Cipining pada hari Sabtu 8 Januari 2011 kemarin adalah bentuk nyata pengamalan dan rasa syukur terhadap Ilmu yang didapatkan oleh Deni Rusman dan Nani Karmila, yang di utus untuk mengikuti Program Beasiswa Pesantren Terapis Thibbunnabawi di BRC (Bekam Ruqyah Centre) Bandung. Pendidikan selama kurun waktu 40 hari ternyata memberikan pengalaman baru, sekaligus memberikan harapan masa depan yang lebih baik untuk Pesantren, terutama bagi dua orang guru yang tidak lama lagi statusnya akan menjadi Terapis Thibbunnabawi.

Usth Nani Karmila sedang memperagakan Pengkapsulan Obat Herbal

Hari Ahad tanggal 28 Desember 2010 merupakan hari perdana buat Teh Mila dan Kang Deni, demikian panggilan akrab mereka di Bandung. Bersama 22 Santri terapis yang lain, mereka berdua aktif mengikuti Masa Orientasi dan mengikuti long march, dari KPAD Geger kalong Bandung menuju lokasi Pesantren Terapis yang letaknya berada di Desa Tugu Mukti, Cisarua Bandung. Tempat yang sangat dingin dan alami, juga jauh dari pusat keramaian kota, sangat mendukung untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Kegiatan harian dimulai sejak pukul 03.00 WIB, para santri terapis harus bangun untuk melaksanakan Shalat Tahajud dan membaca Al-Qur’an sambil menunggu Adzan Shubuh, boleh juga dengan mengulang (Muraja’ah) bacaan Ruqyah, atau tugas hafalan lain yang diberikan oleh para Pemateri/Dosen. Selepas Shalat Shubuh Berjama’ah, kegiatan selanjutnya adalah Kultum yang di isi oleh para santri terapis secara bergantian, dilanjutkan dengan Piket Kebersihan dan Olahraga. Kegiatan Belajar mulai hidup pada Pukul 08.00 WIB dengan diawali oleh bacaan Al-Ma’tsurat dan Asma’ul Husna. Jam Pertama dan Kedua berjalan hingga Dzuhur tiba, Jam Ketiga Bakda Dzuhur hingga Ashar dan Jam Terakhir dari Ashar hingga menjelang Maghrib. Sementara Bakda Isya, (setelah me-Muroja’ah Surat Yaa Siin) ada kegiatan Evaluasi dan Presentasi para santri terhadap apa yang didapatkan di kelas hingga pukul 21.30 WIB.

Ust Deni Rusman sedang Praktek Diagnosa Mata

Materi yang didapatkan dari Pesantren terapis sangat banyak, diantaranya adalah: Pengantar Thibbunnabawi, Herbalogi, Jinologi, Iridologi, Anfisman (Anatomy, Fisiologi manusia), TCM (Traditional Chinese Medicine), Pastologi Tubuh, Hematologi, Chiropractic, Hadits tentang Pengobatan, Manajemen Klinik dan masih banyak lagi. Adapun untuk Materi Terapi juga amat beragam, antara lain: Bekam (Bekam Basah, Bekam Luncur, Bekam Kering dan Bekam Tarik/PTD), Ruqyah Syar’iyyah, Kiropraksi, Akupuntur, Akrupresur, Botox Wajah, Pijat Refleksi,  Detox, Totok Oksigen, Gurah Mata, Sebat Rotan, Ear Candle, Untuk Diagnosa ada beberapa yang dipelajari, diantaranya: Diagnosa Lidah, Diagnosa telapak tangan dan Iridology atau Diagnosa lewat iris mata. Untuk melengkapi kemampuan seorang terapis yang Professional, dipelajari juga cara penggunaan Stethoscope dan Tensimeter untuk mengetahui tekanan darah seorang pasien yang hendak di terapi.

Pendidikan yang dibiayai oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat ini bertujuan untuk memberikan solusi kepada Masyarakat dari masalah kesehatan yang mahal dan sulit didapatkan. Menyelamatkan masyarakat dari khurafat karena banyak juga orang yang mencari kesembuhan tetapi jatuh kepada perdukunan. Dan yang paling utama, merekomendasikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi obat-obatan herbal yang sifatnya lebih aman dari pada obat-obatan kimia sintetis.

Saat berita ini diturunkan, dua kader Pesantren Darunnajah Cipining yang menjadi santri Terapis Thibbunnabawi BRC ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Program wajib magang selama sebulan di salah satu dari 32 cabang Klinik BRC 14 Januari 2011 mendatang. Setelah magang selesai, kegiatan selanjutnya adalah ujian tertulis, ujian makalah, ujian Praktek dan Wisuda. Cita-cita luhur tertanam dalam benak Kang Deni juga Teh Mila untuk mendirikan Klinik di Pesantren Darunnajah Cipining setelah wisuda nanti. Bahkan para santri Darunnajah Cipining tidak perlu lagi pergi ke Dokter, karena sesungguhnya tubuh adalah dokter terbaik jika mampu menjaganya. (Wardan/Kang DR)