Jakarta/Dn.Com Prestasi para santri Darunnajah di Pospenas Samarinda kemarin, menyisakan beberapa pertanyaan di benak para pembimbing kegiatan di pesantren. Menyusul merosotnya prestasi beberapa bidang olah raga dan beberapa bidang seni membuat gusar para pendidik dan mendorong untuk mengadakan perbaikan di sana sini.
"meski kita dapat membawa pulang beberapa emas kita tetap harus mempersiapkan diri terutama menjelang pospenas yang akan datang, perlu di perhatikan bahawa pospenas yang akan datang tidak hanya di ikuti oleh pesantren – pesantren tetapi juga di gabung dengan madrasah sehingga tidak menutup kemungkinan pesantren – pesantren tidak akan mampu mengirimkan atletnya karena kalah saing dan ini perlu kita antisipasi" jelas ustad sofwan manaf pimpinan pondok pesantren di rapat evaluasi.
Biro pengasuhan santri selaku bagian yang bertanggung jawab akan kegiatan santri di luar kegiatan belajar mengajar formal kemudian di tugaskan untuk membuat sebuah aturan baru dan wajib dilaksanakan. Peraturan tersebut diantanya mewajibkan santri mengambil 2 mata ekstra kurikuler untuk di ikuti diantara bidang ekstra kurikuler yang ada. Pilihan ekstra kurikuler terdiri dari : sepak bola, futsal, bola volley, basket, kaligrafi, musik, qasidah, marawis, nasyid, dan jurnalistik.
ada satu bidang lagi yang memang baru di luncurkan yaitu eskul sabelana yaitu kepanjangan dari santri bela agama dan negara. kegiatan eskul yang satu ini lebih seperti mempersiapkan seorang santri yang tanggap akan keadaan umat dimana nantinya para santri anggota sabelana akan di latih berbagai macam pelatihan seperti bela diri, juga pelatihan tentang keagamaan, pelatihan tentang kenegaraan, dan juga pelatihan – pelatihan lain yang tak kalah penting seperti pelatihan tanggap narkoba, petolongan bencana alam dan lain sebagainya.
dalam meluncurkan program ini pihak pesantren berani mengucurkan biaya yang besar, " kami akan memanggil pelatih nasional kalau memang di perlukan" tegas ustad sofwan manaf seraya memberikan semangat kepada para ustad pembimbing eskul dalam rapat kamisan ustadz ustadzah.
"ini adalah program pembenahan dan peningkatan kwalitas santri demi kemajuan pesantren di masa yang akan datang dan perbaikan kwalitas diri santri" tandas beliau lagi.