Who Wants to be a Journalist?

Who Wants to be a Journalist?

Umm Al Quro_logo

“Siapa yang mau jadi Jurnalis?” pertanyaan ini dilayangkan oleh Ustadz Deni Rusman yang merupakan salah satu dari Redaktur Wardan Kepada santri Kampus 2, sesaat setelah melaksanakan Shalat Isya berjamaah. Setelah didata, ternyata luar biasa! Antusiasme mereka untuk belajar Jurnalistik sangat tinggi sehingga quota yang tersedia tidak mencukupi.

Jurnalis SantriTingginya antusias santri untuk mendalami dunia Jurnalistik, menyebabkan program ini harus melakukan proses seleksi yang lumayan ketat. Penyeleksian ini dilakukan dengan maksud ingin mencari calon jurnalis berbakat dan tentunya agar program Jurnalis santri ini berjalan dengan maksimal. Seleksi diadakan di Masjid Kampus2.

Peserta yang mendaftar adalah 28 Santri Putra dan 45 Santri Putri yang terdiri dari santri MTs, SMP, MA dan SMK. Pelaksanaan Test adalah hari Kamis 4 April 2013 (malam Jumat), bakda Isya Pkl 20.00 s/d 21.00 WIB. Materi test adalah seputar dunia Kepenulisan, agar tulisan enak dibaca dan tantangan untuk menulis Berita yang berkaitan dengan Pesantren.

Hasil seleksi langsung diumumkan pada malam berikutnya, yakni Jumat malam sabtu, 5 April 2013. Santri putra yang dinyatakan Lulus ada 10 orang dan putri ada 14 orang. Target dari Program ini adalah keharusan dari setiap anggota untuk menulis berita dan artikel seputar Pesantren, setidaknya satu berita dalam satu minggu. Berita tersebut akan diposting di Blog Jurnalis santri dan di Website Pesantren. Hasil dari kumpulan tulisan terbaik para santri tersebut akan dicetak dan diterbitkan dalam sebuah bulletin bulanan santri, serta Bulletin WARDAN yang terbit setiap satu semester. Ust Isa sebagai kepala Asrama sangat mendukung program ini.

Kegiatan ini nantinya akan dilakukan secara terpisah antara putra dan putri, Sabtu malam untuk Putri dan Ahad malam untuk putra. Untuk pertemuan perdana akan dimulai Sabtu 6 April 2013 dengan tempat di Ruang Laboratorium komputer Kampus2, Waktu kegiatan adalah Pkl 20.00 WIB dibawah bimbingan dan pengawasan Ust Deni Rusman, atau dengan nama pena (dan akun twitter) @abuadara.

Kegiatan Jurnalis santri ini adalah upaya untuk mempersiapkan para jurnalis yang amanah dan mampu menyampaikan informasi kepada khalayak ramai. Tentu sebagai media belajarnya adalah mereka harus membuat berita seputar kegiatan Darunnajah Cipining, pesantren yang tidak pernah “tidur” dari kegiatan yang edukatif. Alangkah akan sangat bermanfaat jika agenda dan kegiatan Pesantren dapat dipublikasikan dan diabadikan oleh para Santri Jurnalis, sebagai pelajaran buat generasi kita yang akan datang.[WARDAN/@abuadara]

Pendaftaran Santri Baru