Menu

Ujian Praktek Mengajar, Ujian Multidimesi Bagi Santri

Praktek Mengajar

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jika ada yang bertanya, pesantren kita ini termasuk jenis pesantren apa?, maka hendaknya kita jawab dengan mantap dan jelaskan dengan menyakinkan bahwa pesantren ini adalah Pesantren Pendidikan Guru Agama Islam atau dalam istilah Arabnya Tarbiyatul Mu’allimin/at am Islamiyah (TMI).

TMI terinspirasi oleh KMI (Kuliyatul Mu’allimin/at al Islamiyah) Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang bermakna Persemaian Guru Agama Islam. Seorang Guru Pasti Seorang Pemimpin, Seorang Pemimpin Belum Tentu Seorang Guru.

Wajar jika muncul pertanyaan seperti tersebut di benak masyarakat karena mengingat aneka ragamnya core point yang mengindikasikan varian pesantren di Indonesia, antara lain ada Pesantren Pertanian, Pesantren Teknologi, Pesantren Kitab, Pesantren Dakwah dan lain sebagainya.

Belum lama ini ketika penulis mendampingi salah-satu Asisten Deputi Kemenpora RI yang berkenan hadir dan membuka Darunnajah Open (DNO) ke 10 yang melibatkan tidak kurang dari 1.400 santri atlit, beliau menyatakan sedang berencana dengan beberapa LSM untuk mendirikan Pesantren Sepakbola.

Nah, salah-satu pakem dan ciri khas Pesantren TMI/KMI adalah wajibnya Ujian Praktek Mengajar atau yang lebih populer dengan istilah ‘Amaliyah Tadrîs atau at Tarbiyyah al ‘Amaliah bagi santri kelas Akhir yakni kelas 6 TMI/KMI (XII MA/SMK).

Amaliyah Tadris
Amaliyah Tadris

Untuk kesuksesan program wajib ini maka sejak kelas 3 TMI para santri Darunnajah sudah diajarkan pengetahuan terkait Diktadik Metodik Pengajaran dalam mata pelajaran at Tarbiyyah wat Ta’lîm. Diperkuat juga dengan Ilmu Psikologi Perkembangan di kelas 5 TMI.

Dalam pandangan penulis, program Ujian Praktek Mengajar ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat lengkap, runut dan multi dimensi dalam tahapan-tahapan pelaksanaannya.

Dibilang lengkap dan runut karena Ujian Praktek Mengajar meliputi tahapan-tahapan: Pemahaman pengetahuan dasar Pendidikan dan Pengajaran selama sekira 3 tahun, praktikum mengajar di Madrasah Diniyah/TPQ/MI, Pembekalan Teknis Praktek Mengajar, Pembuatan- Pengoreksian- Penyetujuan I’dad Tadris (RPP), menyaksikan langsung Praktek Mengajar Percontohan, Latihan / Simulasi, Praktek di ruang kelas dengan dinilai oleh teman-teman sekelompok serta guru pembimbing, sidang Intiqodat (penyampaian penilaian dan kritikan), hingga keputusan lulus atau mengulang oleh Guru Pembimbing.

Adapun multidimensi dalam Ujian Praktek Mengajar ini antara lain:

Ujian Mental

Amaliyah Tadris Kelas 6
Amaliyah Tadris Kelas 6

Setiap peserta Ujian Praktek Mengajar harus siap mental untuk mendapat masukan, koreksian bahkan kritikan terkait I’dad Tadris yang telah dibuatnya. Lebih dari itu mereka harus benar-benar siap mental Praktek Mengajar selama satu jam pelajaran yaitu 45 menit dengan mata pelajaran dan di ruang kelas yang telah ditentukan oleh panitia.

Meskipun masing-masing peserta sebelumnya diberi kesempatan memilih 2 atau 3 mata pelajaran, namun keputusannya oleh Biro Pendidikan via panitia pelaksana dikarenakan perlunya pemerataan dan berbagai pertimbangan teknis lainnya.

Juga ketika dalam sidang Intiqodat sekira dua jam pelajaran berikutnya yakni 90 menit, peserta yang baru saja selesai Ujian Praktek Mengajar harus benar-benar siap mental menyimak penilaian dan kritikan terkait: Isi pelajaran, langkah-langkah pembelajaran, cara penyampaian, sikap guru praktek selama mengajar, alat peraga dan kesalahan bahasa.

Tidak sedikit yang keluar keringat panas dingin serta aneka macam perasaan selama sesi ini berlangsung, sehingga begitu diputuskan LULUS serta merta teriak Takbir Allâhu Akbar lalu Sujud Syukur.

Ujian Bahasa Arab & Inggris

Praktek Mengajar
Praktek Mengajar

Semua mata pelajaran yang diajarkan dalam Ujian Praktek Mengajar ini wajib berbahasa Arab atau Inggris. Demikian juga penulisan I’dad Tadris dan Naqd (kritikan) harus dalam bilingual tersebut.

Dalam hal ini 4 ketrampilan bahasa yang terdiri dari Istima’/Listening, Takallum/Speaking, Qira’ah/Reading dan Kitabah/Writing menemukan urgensinya. Sangat jelas pengejawantahan kata mutiara bahwa Bahasa Adalah Mahkota Pesantren, اللغة تاج المعهد، Langguage Is The Pesantren’s Crown.

Beruntung bagi santri yang terbiasa dengan displin Bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian di pesantren karena lisannya tidak kaku dan kelu lagi. Orang Bisa Karena Terbiasa, Custom Makes Allthing Easy,

العادة تجعل الصعب سهلا

Ujian Disiplin

Praktek Mengajar
Praktek Mengajar

Para peserta wajib berdisiplin sejak masa pembekalan hingga rangkaian kegiatan berikutnya, baik disiplin waktu mulai dan selesai kegiatan, disiplin pakaian, disiplin lisan dan tindakan.

Mereka wajib mempraktekkan kesabaran, ketelitian dan kesungguhan dalam menjalani kegiatan berdurasi 3 pekan.

Tanpa disiplin mustahil mereka akan berhasil dalam salah-satu annual program penting ini.

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام، أطيعوا النظام محبة لا مخافة

Ujian Ketaatan Kepada Guru

Amaliyah Tadris Kelas 6
Amaliyah Tadris Kelas 6

Setidaknya para peserta harus menemui dan meminta izin kepada guru mata pelajaran dan guru jam pelajaran yang akan digunakannya.

Terlebih kepada guru pembimbing maka wajib datang pertama kali untuk konsultasi dan menyerahkan I’dad Tadris guna dikoreksi, datang lagi untuk menyerahkan perbaikan koreksian I’dad Tadris, datang lagi untuk simulasi dan sowan lagi seusai Ujian Praktek Mengajar yang kesemuanya itu membutuhkan tanda-tangan sebagai bukti validitas.

Bahkan tidak jarang guru pembimbing memberikan arahan untuk berupaya menghadirkan dzâtu syai’in (benda aslinya) untuk penjelasan kosa kata baru seperti yang terlihat dalam foto seorang peserta berhasil membawa rumah burung untuk memahamkan makna عُشٌّ.

Disamping ujian bagi santri, sebenarnya Ujian Praktek Mengajar ini juga menjadi ujian bagi para guru pembimbing dalam hal uswah hasanah, ketelitian, kesungguhan, kehadiran hingga keadilan serta kearifbijaksanaan dalam memutuskan.

Sebuah kesyukuran bahwa mereka juga telah diberikan pencerahan dalam sebuah sesi khusus para Pembimbing sekaligus Hakim dalam Ujian Praktek Mengajar oleh nara sumber senior alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini berjuang di Darunnajah Jakarta.

Selamat & Sukses Barakah bagi para santri nihai yang telah lulus dalam Ujian Praktek Mengajar 2020, Yakinlah apapun profesimu kelak maka ketrampilan mengajar ini akan sangat bermanfaat, Aaamiiin.

Darunnajah 2 Cipining Bogor Barat
Rabau, 22/1/2020
Salah-satu Musyrif ‘Amaliyah Tadris,
Muhlisin Ibnu Muhtarom.

(WARDAN/Mr. MIM & Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Serunya Diskusi Bidayatul Mujtahid Bersama Syaikh Dr. Shawki

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan diskusi mingguan “Kajian Bidayatul Mujtahid”. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Selasa ini menghadirkan pembicara