Menu

Tips Dan Kiat Betah Di Pesantren

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tips Untuk Santri :

Ingin Betah Di Pesantren?, Harus ber’DASI RAPI’.

Bagi Santri baru Untuk memulai hidup di Asrama Pesantren tentulah merupakan sebuah pengalaman baru.

Oleh karenanya diperlukan usaha lahir batin untuk bisa ‘survive’ dan lulus ‘seleksi alam’.

Penulis pernah mendengar langsung Pak Kyai menjelaskan bahwa secara fisik manusia itu akan semakin jauh dengan orang tuanya, namun secara batin akan lebih dekat dengan mereka, terutama jika sang anak juga sudah menjelma menjadi orang tua yang mendidik anaknya.

Mari kita perhatikan, ketika bayi si anak tidur di gendongan dan pelukan ibunya. Masuk usia 7 tahun tidurnya pisah kamar. Tamat SD pisah rumah : sang anak di Asrama Pesantren dan orang tua di rumah. Bahkan Tamat Pesantren bisa jadi pisah negara : sang anak lanjut study di luar negri, orang tua di dalam negri.

Berikut ini tips dan kiat agar Santri merasa ‘at home’ di Asrama Pesantren :

D-Disiplin. Santri harus mulai adaptasi dengan aturan Pesantren. Memang dengan disiplin terasa tidak enak karena segalanya diatur, namun akan lebih tidak enak lagi tanpa disiplin karena akan berlaku hukum rimba (siapa yang kuat akan menang). Tanamkan berdisiplin karena cinta kesuksesan dan bukan karena takut hukuman (اطيعوا النظام محبة لامخافة).

A-Aktif. Santri harus mengikuti berbagai agenda harian, mingguan, bulanan dan tahunan pesantren. Dengan aktif ikut kegiatan maka waktu yang ada terasa cepat. Sebaliknya, jika santri cenderung pasif biasanya akan TB (Tekanan Batin) dan terkondisi BT (Butuh Taujihat).

S-Sabar. Asrama pesantren merupakan miniatur masyarakat. Di dalamnya terdapat berbagai macam Santri dengan latar belakang keluarga yang heterogen, sikap dan perilaku serta asal daerah yang beragam. Kuncinya santri harus sabar dalam menjalani berbagai problematika di asrama.

I-Inisiatif. Santri yang gemar berorganisasi untuk menyalurkan ide-ide briliannya cenderung betah tinggal di pesantren. Ia merasa memiliki komunitas yang sehati di bidang ekstrakurikuler yang diminati : Public Speaking, Seni Beladiri, Kepramukaan, Pecinta Alam dan sebagainya.

R-Ramai-Ramai. Kebersamaan membawa keberkahan. Berjama’ah dalam sholat fardhu di masjid maupun dalam aktifitas keseharian seperti makan, mencuci dan lainnya juga menambah kebetahan di asrama.

A-Amanah. Santri harus menggunakan dana dari orang tua sesuai peruntukannya. Harus faham betul kewajiban menabung di TAS (Tabungan Amanat Santri) di TU Keuangan pesantren sehingga terhindari dari kehilangan uang dan atau pemborosannya. Semua barang miliknya juga harus dijaga dengan baik.

P-Pemaaf. Santri hendaknya tidak menjadi pribadi pendemdam sehingga ia merasa tenang dan nyaman di asrama. Seribu kawan kurang, satu musuh terlalu banyak. Bisa jadi ada kawan yang iseng, maka maafkanlah dia.

I-Ikhlash. Dengan keikhlasan maka santri akan menjalani proses pendidikan dan pengajaran serta kehidupan di pesantren dengan damai, aman, sentosa dan bahagia. Ia yakin di manapun berada, Allah selalu bersamanya. Semua terjadi atau tidak terjadi karena Kehendak Allah SWT.

Demikian tips & kiat yang disingkat ber’DASI RAPI’.

Semoga bermanfaat.
Bogor, Senin 8 Agustus 2016.

Biro Pengasuhan Santri
www.cipining.darunnajah.com

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Study From Home

Cidokom Pos – Alhamdulillah, ditengah-tengah maraknya penyebaran virus corona (Covid-19), mari kita selalu menjaga kesehatan diri kita semuanya. Karena persoalannya saat ini bukan hanya Social