Allah SWT begitu sayang dan perhatian kepada hambanya. Dia sangat dekat kita, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita sekalipun. Jika kita mendekatinya satu langkah, maka Dia akan mendekati kita seribu langkah. Jika kita mendekatinya dengan berjalan, maka Dia akan mendekati kita dengan berlari. Jika kita menyebut dan mengingatnya dalam sebuah majelis, maka Diapun akan mengingat dan menyebut kita dalam majelis yang lebih mulia lagi.

Berikut adalah Tiga Macam Panggilan Allah SWT kepada hambanya.

Pertama adalah Panggilan Yang Lembut, yaitu Allah SWT memanggil kita lima kali dalam sehari untuk bertemu dan berkomunikasi denganNya. Panggilan mu’adzin hakikatnya adalah panggilan Allah SWT kepada manusia untuk mencapai kebahagian.

Sholat adalah ibadah yang utama. Bahkan sholat akan menjadi parameter dan tolok ukur dari berbagai macam ibadah lainnya.

Semua problematika hidup dan kehidupan ada solusinya dalam sholat: sholat Tahajud untuk kemuliaan posisi, sholat Dhuha pembuka pintu-pintu rezeki, sholat Istisqa untuk meminta hujan, Sholat Istikharah untuk menentukan pilihan, dan seterusnya.

Kedua adalah Panggilan Allah SWT BAGI Hambanya Yang Mampu. Inilah panggilan untuk hadir ke rumah Allah nan mulia di Makkah Al Mukarramah melalui ibadah haji dan atau umrah.

Adalah sebuah kenikmatan tak terkira ketika seorang hamba yang hina dina lagi papa mau dan mampu menjumpai Tuhannya di rumahnya nan mulia. Bersama seluruh saudara seiman dari segala penjuru dunia, laksana sudah hidup di surga yang aduhai indah dan nikmatnya.

Bagi muslim yang belum berkesempatan hadir secara fisik ke sana, maka Allah SWT juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna manakala Sholat Isyraq menjadi rutinitas pagi harinya.

Ketiga adalah Panggilan Yang Pasti Bagi Seluruh Hambanya yaitu Kematian. Seluruh manusia bahkan mahluk yang bernyawa akan menjumpai ajalnya, suka tidak suka, siap maupun tidak siap.

Kematian adalah pintu yang pasti akan dilewati oleh kita semua. Yang terpenting adalah bekal terbaik beupa Taqwa yang harus tersedia, sehingga kita akan happy ending (husnul khatimaj) dan tidak su’ul khatimah.

Bila Izrail datang memanggil, badan terbujur di pembaringan, seluruh tubuh akan menggigil, sekujur badan kan kedinginan.

Bila Izrail datang menjemput, hati manusia menjadi kalut, ia merasa sangatlah takut, mengingat dosa semasa hidup.

Bila Izrail datang menyapa, hati manusia gundah gulana, badan tersiksa jiwa meran, karena dosa waktu di dunia.

Semoga kita dimampukan oleh Allah SWT untuk memenuhi setiap panggilanNya dengan cara terbaik, aamiin.

 

*dikembangkan dari Ta’lim Sore ustadz H. Trimo Abu Labib, S.Ag di Masjid Jami’ Darunnajah 2 Cipining Bogor, Rabu 11 Sya’ban 1437 H / 18 Mei 2016 M. (Warta Darunnajah/Mr. MiM).