Menu

Tehnik Menguasai Audien Dan Mengatasai Demam Panggung

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Bagi sebagian orang, berbicara di depan orang lain, terlebih dengan jumlah pendengar  yang cukup banyak, bukanlah sesuatu yang mudah. Fenomena ini bisa kita saksikan dengan jelas bahwa jumlah penceramah, khatib, orator dan jenis pembicara lainnya lebih minoritas dibandingkan mayarakat pendengar pada umumnya di berbagai wilayah. Padahal di sisi lain, urgensi dari penyampaian informasi yang terkait dengan kemaslahatan dunia dan akhirat merupakan hal yang harus dipentingkan. Point inilah antara lain yang menjadi fokus pelatihan Khutbah, Ceramah, Ta’lim dan Imamah (HCTI) oleh Biro Da’wah dan Humas pada Selasa, 22 Februari 2011 yang wajib diikuti oleh santri senior kelas V dan VI TMI asrama dan non asrama.

Menyampaikan Ceramah Ramadhan Untuk Masyarakat Leuwiceuri Bogor

Pada sesi ketiga tampil Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom sebagai nara sumber dan trainer  dengan materi Seni Retorika dan Simulasinya. Selama 90 menit seluruh peserta pelatihan  yang hadir di Aula Darunnajah diajak dan dikondisikan untuk memahami seluk-beluk seni retorika dan praktek tip jitu menguasai audien dan trik menghilangkan demam panggung serta berbagai kendala yang sering dihadapi seorang orator atau penceramah ketika menyampaikan orasi atau ceramahnya.

Untuk membangkitkan ghirah peserta, di awal pemaparan, ust. Muhlisin mengajak seluruh peserta untuk mereview dan meneriakkan kembali sebagaian pidato Panglima Perang Thariq Bin Ziyad yang mampu membakar semangat pasukkannya hingga dapat menaklukkan Andalusia, dengan full spirit dan kepalan tangan kanan mereka menirukan; “ Ayyuhannaas, ainal mafarr?, albahru min waraaikum wal ‘aduwwu amaamakum, wa laisa lakum wallahi illa asshidqu washshabru!”.

Selanjutnya dijelaskan pengertian seni retorika, cara menumbuhkan percaya diri dalam berbicara, trik menghilangkan demam panggung yang dialami oleh beberapa peserta yang ditunjuk untuk simulasi berbicara di depan teman-temannya. Di antara tanda-tanda demam panggung tersebut adalah keluar keringat dingin, tenggorokkan terasa kering dan sulit mengeluarkan kata-kata, tangan dan kaki gemetar, jantung yang berdetak lebih cepat serta nafas  yang kurang teratur.  Untuk mengatasi problem dan kendala tersebut, para peserta dilatih untuk mempratekkan beberapa tip, antara lain; bernafas dengan tenang dan nyaman sebelum memulai pembicaraan, jangan menatap langsung mata audien tapi pandanglah di atas ujung kepala mereka, bergerak secara melingkar selama berpidato dan beberapa trik lain terkait pengaturan pengeras suara, kertas, gelas air minum dan alat-alat lain yang diperlukan.

Terkait dengan tehnik menguasai audien, setiap peserta dilatih untuk mengetahui dan memahami gerak-gerik audien. Gerak-gerik positif yang berarti memberikan kesempatan untuk meneruskan pembicaraan antara lain; pandangan mata yang focus kepada pembicara, duduk lebih mendekat ke pembicara, anggukkan kepala disertai dengan ucapan kekaguman dan tanda setuju, terlihat mencatat point-point penting yang sedang disampaikan, meletakkan jemari di dekat kening  dan tepuk-tangan denga penuh semangat. Adapun gerak-gerik negatif yang menandakan audien sudah mulai jenuh dan bosan dengan pembicaraan, antara lain: sering melihat jam, sering melihat ke luar ruangan, duduk menjauh, duduk dengan tangan ke belakang, mata terlihat sayu dan ngantuk, menguap berkali-kali serta ekspresi wajah yang kurang bersahabat.

Ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW Di Cibogo Bogor

Tampak antusiasisme peserta dalam mengikuti setiap uraian staf Biro Da’wah dan Humas ini. Pengalaman nara sumber dalam menyampaikan ceramah agama di beberapa tempat dalam berbagai kesempatan membuat penyampaian materi pelatihan ini terasa lebih hidup. Juga, secara teori alumni angkatan tahun 2000 tersebut telah diutus oleh pesantren mengikuti berbagai training seperti  Training ESQ di Menara 165 Jakarta dan Daurah Khithobah di LIPIA yang antara lain dipandu langsung oleh dosen jurusan Ilmu Da’wah Universitas Ummul Quro Makkah al Mukarramah, Dr. Ar Razin beberapa bulan lalu. (WARDAN/Mr.MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait