Menu

Taubat! Musibah Yang Terjadi Membuat Kita Terus Beristigfar

Bertaubatlah dengan Beristgifar

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Taubat, taubat, dan bertaubatlah! Mohon ampunanlah kepada Allah. Kejadian saat ini mengingatkan kita mengenai materi yang sudah saya sampaikan dahulu. Ungkap Pimpinan Pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc dalam pertemuan rutin (Rabu, 10 Oktober 2018) bersama guru-guru single Pesantren Darunnajah 2 Cipining di Aula Tahfidz Al-Qur’an.

Bertaubatlah dengan Beristgifar
Bertaubatlah dengan Beristgifar

Sudah beristigfarkah hari ini? Mari kita simak betapa besar keutamaan istigfar.



Ketika kita ingin aman, dijauhkan dari musibah, mara bahaya dan bencana lainnya, maka beristigfarlah.

Perbuatan dosa yang kalian lakukan akan memberikan bencana kepada manusia.

Allah Maha Pengampun, penerima tobat, penyayang, maka bertaubatlah setiap hari. Perbuatan yang disengaja atau tidak, dosa kecil, atau besar. Hari ini melakukan, besok tidak, sama saja. Terus bertaubat!

Ketika kita melihat orang lain melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, kita tidak boleh emosi, karena belum tentu besok dia akan melakukan perbuatannya kembali.

Manusia tidak akan tahu bahkan tidak akan diberi tahu kapan manusia tersebut akan dipanggil oleh Allah. Kita tidak pernah bisa yakin, kalo kita masih bisa hidup setelah melakukan dosa.

Maka setiap saat, setiap hari, hendaknya kita bertaubat dan beristigfar. Istighfar bukan hanya sekedar membaca, tetapi harus diikuti dengan perbuatan yang baik dan dengan rasa penyesalan yang tinggi.

Jika engkau melakukan dosa kemudian bertaubat, tetapi masih melakukannya kembali, maka itu bukanlah taubat. Tapi, jika engkau melakukan taubat dengan bener, maka Allah akan memberikan kebaikan yang berlipat ganda sampai engkau wafat.




وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ “هود : 52

Artinya: (Dan dia berkata, “Hai kaumku! Mohonlah ampun kepada Rabb kalian) dari kemusyrikan (lalu bertobatlah kalian) kembalilah kalian(kepada-Nya) dengan menjalankan ketaatan (niscaya Dia menurunkan hujan) air hujan yang sebelumnya mereka kekeringan (kepada kalian dengan derasnya) sangat deras (dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada) bersama dengan (kekuatanmu) yaitu berupa harta benda dan anak-anak (dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.”) yakni berbuat kemusyrikan.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا “نوح : 10

Artinya: (Maka aku katakan, “Mohonlah ampun kepada Rabb kalian) dari kemusyrikan kalian (sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”)

Sholat yang kita lakukan, juga bentuk dari istighfar. Rasulullah mengibaratkan sholat seperti mandi. Orang yang mandi, maka kotoran yang ada di tubuhnya akan hilang dan badan akan menjadi bersih.

Begitupun dengan orang yang sering melakukan sholat. Semakin banyak dan sering dia melakukan sholat maka semakin cepat juga dosa yang akan diampuni.

Seorang ustadz sudah mendirikan sholat, tapi masih melakukan maksiat, berati masih ada yang salah dengan sholatnya. Segera perbaiki sholatmu. (WARDAN/Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Manasik Haji Nurul Ilmi Darunnajah 14

Serang- Haji merupakan salah satu rukun iman yang ke lima. Ibadah yang dilakukan oleh umat muslim apabila ia mampu. Mampu secara jasmana, rohani dan materi.