Menu

Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Sunnah Nabi (Lengkap)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Shalat tahajud merupakan ibadah Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Oleh karena itu, pada kali ini kami akan memaparkan tata cara sholat tahajud sesuai Sunnah nabi.

Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Sunnah Nabi (Lengkap)
Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Sunnah Nabi (Lengkap)

Bismillahirrahmaanirrahim

Sebelum kita memasuki ranah penjelasan mengenai tata cara shoat tahajud, alangkah lebih baiknya kita mengetahui dalil-dalil yang berkenaan dengan sholat tahajud.

Perintah-perintah Mengerjakan Shalat Tahajud

· Dalil Al-Quran :

  1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman [Q.S Al-Israa’(17) : 79]

(وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩

Yang Artinya :

“Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-laj kamu…”

  1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman [Q.S Al-Insaan(76) : 25-26]

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

Yang Artinya :

“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada(waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihah kepada-Nya pada bagian yang pangjan di malam hari.”

  1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman [Q.S Al-Muzammil (17) : 6]

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْءًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Yang Artinya :

“Sesungguhnya bangun di wakt malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”

Dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan disini

·Dalil Hadits

  1. Abu Hurairah Radiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari.”

  1. ‘Asyiah Radhiyallahu anha berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukan shalat malam hingga kedua telapak kakinya pecah-pecah.”

Dan juga masih banyak hadits yang berkaitan dengan perintah melaksankan shalat tahajud.

Keutamaan-Keutamaan Shalat Tahajud

  • Dikabulkannya doa-doa
  • Allah mengangkat derajat ke tempat yang terpuji
  • Mendekatkan diri pada Allah
  • Memperoleh berbagai kemuliaan
  • Mengusir penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh
  • Menjauhkan diri dar kelalaian hati
  • Menang dalam jihad melawan musuh
  • Meringankan lamanya beban berdiri pada hari kiamat
  • Mencegah perbuatan dosa dan menghapus kejahatan
  • Muka tampak berkilau dan bercahaya
  • Dapat melancarkan aliran darah
  • Jaminan masuk surga
  • Dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala
  • Penyelamat dari siksa neraka
  • Penyebab Khusnul Khatimah
  • Tanda takwanya terlihat dimuka
  • Membesarkan rongga paru-paru
  • Pikiran jauh lebih segar
  • Mendapat keringan ketika dihisab di akhirat
  • Sholat yang paling afdhal setelah sholat 5 waktu
  • Tergolong orang yang shaleh
  • Mendapat tempat yang terpuji

Sangat banyak bukan…., lantas apalagi yang kita tunggu untuk mulai membiasakan diri melakukannya.

Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Sunnah Nabi (Lengkap)

Sebelum kita memulai melakukan suatu ibadah, hendaknya kita megetahui terlebih dahulu tata cara melakukaknnya sesuai dengan ajaran Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula untuk shalat tahajud.

Berikut akan kami rincikan tata cara melakukannya sesuai Sunnah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam.

1.    Waktu Menunaikan Shalat Tahajud

Kita kembali pada (Qs.Al-Isra:79) yang artinya : “Pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagiu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Waktu shalat malam adalah antara shalat Isya sampai dengan shalat Shubuh. Shalat Tahajud boleh di lakukan pada :  – Awal Malam

– Pertengahan Malam

 – Akhir Malam

 Ini semua pernah dilakukan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam.

  • Sahabat Anas bin Malik – yang pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – menceritakan,

“Setiap kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat malam, pasti kami bias melihat beliau shalat.” (HR. Bukhari dan An-Nasai)

Dengan maksud, Kami bisa shalat tahajud bersama Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam kapanpun; terkadang di awal malam, terkadang pertengahan malam, terkadang akhir malam.

Dan waktu yang paling utama untuk melakukan shalat malam adalah di akhir malam. Karena waktu ini adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a.

  • Dari Abi Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rabb-kami –Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, ‘Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mwngabulkannya, Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan mengampuninya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika masih ada waktu tersisa sebelu shubuh, dianjurkan untuk tidur sejenak, agar tidak mengantuk ketika shalat shubuh.

  • Asyiah pernah ditannya mengenai shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Kata Aisyah: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur diawal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya, Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika beliau sempat melakukan hubangan, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar masjid.” (HR. Bukhari)

 2.    Apakah Shalat Tahajud Harus Tidur Dulu?

Ada dua istilah umum unutk menyebut kegiatan ibadah dimalam hari.

  1. Qiyamul Lail
  2. Tahajud

Menurut Ensiklopedia Islam, Qiyamul Lail lebih umum dibandingkan dengan Tahajud. Karena, Qiyamul Lail mencakup keseluruhan ibadah di malam hari, baik berupa shalat, membaca Al-Quran, berdzikir, mengkaji ilmu agama dan lain sebagainya. Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berupa shalat.

Untuk itu sebahagian ulama berpendapat, untuk melaksanakan tahajud harus tidur dahulu.

Sebagaimana keterangan ar-Rafi’I –salah satu ulama Syafi’i –salam kitab as-Syahurl Kabir. Jika shalat itu dikerjakan sebelum tidur, tidak disebut tahajud, meskipun terhitung sebagai qimaul-lail.

Meskipun sebagian ulama lain mengatakan ini bukanlah syarat. Artinya orang bisa langsung melakukan shalat tahajud meskipun belum tertidur.

3.    Shalat Sunah Iftitah

Bagi yang terbangun dari tidur dan ingin melaksanakan shalat tahajud, disunahkan agar dibuka dengan 2 rakaat ringan terlebih dahulu.

Aisyah berkata : “rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua raka’at yang ringan.” (HR. Muslim)

4.    Jumlah Rakaat Shalat Tahajud

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa melakukan shalat tahajud tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at.

Aisya menceritakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian dari Ibnu Abbas rhadiallahu anhu beliau menceritakan: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat makam 13 raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.    Bolehkan Mengerjaknnya Lebih Dari 11 Raka’at?

Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Mengerjakan shalat tahajud dengan membaca surat yang panjang namun sedikit raka’atnya, atau membaca surat yang pendek namun banyak raka’atnya.

Kesimpulan yang tepat : “Barangsiapa yang ingin memperlama berdiri san membaca surat yang panjang dalam shalat malam, maka dia bisa mengerjakannya dengan raka’at yang sedikit. Namun jika ingin tidak terlalu lama berdiri dan membaca surat pendek, hendaklah dia bisa meperbanyak jumlah raka’atnya.”

(at-Tarsyid, Musthofa al-‘Adawi, hlm. 146 – 149)

6.    Cara Mengerjakan Shalat Malam

Secara umu shalat dikerjakan

– 2 raka’at salam

– 2 raka’at salam

Kemudian di penghujungnya ditutup dengan witir 1 rakaat.

“Ibnu Umar eadhiyallahu’anhu pernah menceritakan, ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallalllahu’alaihi wa sallam tenatng tata cara shalat malam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, ‘Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika sala seorang di anara kalian takut masuk waktu subuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu shalat malam sekaligus witirnya dikerjakan dengan jumlaj bilangan raka’atnya ganjil. Bisa 3 raka’at, 5 raka’at, 7 raka’at, 9 raka’at atau 11 raka’at. Bisa juga lebih dari itu dengan bilangan ganjil.

TATA CARANYA :

  1. Untuk shalat malam 11 raka’at [ 2 raka’at – 2 raka’at, kemudian witir 1 raka’at di penghujungnya.]

Aisyah menceritakan : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam 11 raka’at, salam di etiap 2 raka’at dan melakukan witir 1 raka’at. (HR. Muslim)

  1. Untuk shalat malam 9 raka’at [ Dikerjakan 8 raka’at sekaligus, kemudian duduk tasyahud awal dan langsung berdiri ke raka’at ke-9, dan duduk tasyahud akhir lalu salam.]

Aisyah menceritakan : “Kami dahulu biasa menyiapkan siwak dan air wudhu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudai Allah bangunkan beliau di malam hari. Beliau langsung bersiwak kemudian berwudhu. Lalu beliau mengerjakan shalat malam 9 rakaat, tidak duduk kecual pada raka’at yang kedelapan, lalu membaca tasyahud kemudian bangkit dan tidak salam. Beliau berdiri ke raka’at ke-9, kemudian dduk tahiyat akhir, membaca tasyahud lalu salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian kami melakukan shalat lagi 2 raka’at dengan depan posisi duduk.” (HR. Muslim)

  1. Untuk shalat malam 7 raka’at [Dikerjakan 7 raka’at sekaligus tanpa tasyahud awal, dan hanya duduk tasyahud akhir]

Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan cara shalat malam yang dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah berusia lanjut, dan sudah mulai gemuk, beliau melakukan witir 7 raka’at… tidak duduk kecuali di akhir shalat.” (HR. Muslim)

Bisa juga duduk tasyahud awal dirakaat keenam, kemudian bangkit lagi ke rakaat ketujuh lalu salam.

  1. Untuk shalat malam 5 raka’at [ DIkerjakan 5 raka’at sekaligus dan hanya dudu tasyahud akhir ]  

Dari Abu Ayyub radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang ingin mengerjakan witir 5 raka’at, silahkan. Siapa yang hendak witir 3 raka’at, silahkan..” (HR. Abu Daud)

“Dan Aisyah pernah menceritakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 5 rakaat sekaligus, dengan hanya duduk tasyahud akhir.” (HR. Muslim)

  1. Untuk shalat malam 3 raka’at [DIkerjakan dengan cara yang tidak mirip dengan shalat maghrib. Bisa dengan 3 raka’at sekaligus, atau 2 raka’at salam, kemudian shalat lagi 1 raka’at.

BACA JUGA

Untuk lebih jelasnya tonton video ini yuk…


Terimakasih, jika masih ada kekurangan kami mohon maaf

Sincerly : Muhammad Zuhdy M – Admin


 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Pembacaan Tengko Disiplin Pesantren Nurul Ilmi

Serang 12 Desember 2019, Alhamdulillah Hari Minggu Tepatnya malam senin telah terlaksana pembacaan Tengko Santri lama dan Santri Baru. Pada kesempatan kali ini pembacaan Tengko