Search
Close this search box.
blank

Ta’shil Agama Islam terhadap Pencegahan Penyakit

Ta’shil Agama Islam terhadap Pencegahan Penyakit

blank

blank

Sabtu (20/08/2020) Ta’shil Islam terhadap Pencegahan Penyakit ini memiliki makna penjelasan al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shalallallahu ‘alaihi wa Sallam mengenai pencegahan penyakit.

Allah Subhanahu wata’ala yang telah menciptakan manusia, menurunkan syariat yang sesuai dengan segala waktu dan tempat, dengan tujuan meraih kemaslahatan di dunia dan kemenangan di akhirat.

Syariat ini termasuk di dalamnya mengajarkan kepada manusia untuk menjaga kesehatan raga dan kesucian jiwa, yang kemudian disebut dengan ilmu kedokteran.

Al-Qur’an dan Sunnah memiliki perhatian terhadap Kesehatan manusia, salah satunya dengan menyebut kesehatan merupakan nikmat yang terbesar yang telah diberikan oleh Allah, dimana nikmat harus disyukuri dan apabilah telah disyukuri akan diberikan hal yang lebih, sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وإذ تأذن ربكم لإن شكرتم لأزيدنكم ولإن كفرتم إن عذابي لشديد (إبراهيم: 7)

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu mengatakan: “Sungguh jika kamu bersyukur, pasti Aku akan tambah (nikmat) kepadamu, tapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim: 7)

Syukur terhadap nikmat ini dengan menjaga kesehatan sesuai dengan sunnatullah, dan mencontoh terhadap apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نعمتان مغبونان فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ (رواه البخاري)

Nabi Muhammad ﷺ bersabda: Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari)

أحد الصحابة رضي الله عنهم سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم يا رسول الله أرأيت رقيا نسترقيها ودواء نتداوى به وتقاتا نتقيها هل ترد من قدر الله شيئا قال هي من قدر الله (رواه الترمذي)

Salah satu sahabat bertanya kepada Rasulullah , “Wahai Rasulullah bagaimana ruqyah- ruqyah (jampi- jampi) dan obat- obatan yang kami gunakan, serta pantangan- pantangan yang kami hindari, apakah semua ini menolak taqdir Allah?, Nabi menjawab, itu semua termasuk taqdir Allah. (HR. Tirmidzi)

Dari hadis diatas, membuktikan bahwa Nabi Muhammad ﷺ juga berupaya dalam mencegah penyakit. Selain itu Rasulullah ﷺ memerintahkan kita agar senantiasa menjaga kesehatan badan.

عن عبد الله بن عمرو وقد بلغه أنه يقوم الليل كله، ويصوم الدهر كله، ويختم القرآن في كل ليله فقال: فلا تفعل، قم ونم، وصم وأفطر، فإن لجسدك عليك حقا، وإن لعينك حقا، وإن لزورك عليك حقا، وإن لزوجك عليك حقا (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ telah bertanya padanya, “Benarkah kamu selalu selalu terjaga di malam hari  dan selalu berpuasa di siang hari dan selalu menghkhatamkan al-Quran di setiap malam hari?” Rasulullah lalu bersabda, “Jangan kau lakukan semua itu. Berpuasa dan berbukalah, terjaga dan tidurlah, sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu, matamu mempunyai hak atas dirimu, tamumu punya hak atas dirimu, istrimu punya hak atas dirimu” (HR. Bukhari)

Diantara hal terpenting dari pencegahan penyakit adalah, meninggalkan makan yang berlebih-lebihan

عن المقداد بن معد يكرب عن النبي – صلى الله عليه وسلم – أنه قال: ما ملأ ابن آدم وعاء شراً من بطنه، بحسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه، فإن كان لابد فاعلاً فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه) رواه الترمذي)

Dari al-Miqdad bin Ma’ad berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: ”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Tirmidzi).

Apa yang telah disebutkan diatas membuktikan bahwasanya pencegahan penyakit juga telah disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Dirulis oleh Imam Khairul Annas, Guru Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta  dan Alumni Universitas Islam Madinah

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah