Search
Close this search box.
blank

TAMU MALAYSIA: DARUNNAJAH CIPINING ADALAH MARKAS ILMU

TAMU MALAYSIA: DARUNNAJAH CIPINING ADALAH MARKAS ILMU

blank

Ustadz Idris bin Shaari, Pengerusi panitia sekolah Arab Mersing Johor Malaysia, dalam sambutannya pada acara silaturahmi dengan keluarga besar pesantren Darunnajah Cipining di Aula pesantren, Kamis kemarin (15/6), mengaku memiliki kesan cukup mendalam. Darunnajah Cipining yang terletak di daerah pegunungan dengan akses jalan nan cukup jauh, membuatnya harus berdecak kagum. Pasalnya, di negeri tempatnya berasal, tidak dijumpai lembaga pendidikan semodel pesantren berada di daerah pegunungan, semuanya berada di kota.

Saat Pertemuan Sedang Berlangsung
Saat Pertemuan Sedang Berlangsung

Oleh karenanya, beliau beserta rombongan sangat bersyukur dapat tiba di Darunnajah Cipining. Melihat kondisi seperti ini, beliau mengatakan bahwa Darunnajah Cipining tempat sakinah yang merupakan markas ilmu. Dan rombongan yang diikuti oleh jamaah Pengurus sekolah, guru-guru, dan beberapa wali santri ini merasa kehadirannya adalah lawatan tautan ikhwaniyah dalam jadwal yang ditentukan oleh Allah, karena mereka tidak pernah menyangka sebelumnya.

Jauhnya perjalanan menuju Darunnajah Cipining juga menyiratkan hikmah bahwa ilmu itu tidak mudah dicapai. Kesabaran dan daya juang haruslah tetap dimiliki sebagai pengiring azam dalam menuntut ilmu. Sehingga dalam kerendahhatian Ustadz Idris, beliau menyatakan bahwa Darunnajah Cipining menempati posisi pertama sedangkan Malaysia berada di posisi kedua.

Saling Tukar Kenang-kenangan
Saling Tukar Kenang-kenangan

Hal lain yang disampaikan beliau, bahwasannya hingga kini, di Mersing (Malaysia) hanya memiliki 19 lembaga semacam pesantren. Ini sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki + 17.000 pesantren. Sementara itu, madrasah yang diasuhnya, yaitu sekolah Arab Al-Khoiriyyah hanya memiliki lembaga setingkat MTs –di Malaysia satu sekolah (pesantren) hanya menangani 1 tingkat pendidikan—dengan jumlah santri 300 anak dan 21 guru (ustadz).

Pada kesempatan yang sama, pimpinan Pesantren, di depan tamu Malaysia yang berjumlah 28 peserta, menceritakan sejarah singkat berdirinya Darunnajah Cipining. Beliau juga menyampaikan visi pesantren yang terangkum dalam akronim IMAMA (Imam, Muttaqien, Alim, Muballigh, dan Amil). (Wardan/Billah)

Pak Kyai Bersama Tamu Putri
Pak Kyai Bersama Tamu Putri
Pak Kyai Bersama Tamu Putra
Pak Kyai Bersama Tamu Putra

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah