Search
Close this search box.
blank

Tabligh Akbar, Peringatan Isra’ Mi’raj bersama Ust. Suherman, M.A., M.Pd. 1445 H

Tabligh Akbar, Peringatan Isra’ Mi’raj bersama Ust. Suherman, M.A., M.Pd. 1445 H

blank
Ust. Suherman, M.A., M.P.d., untuk memberikan tausiyah kepada seluruh santri dan asatidz Darunnajah

Pada tanggal 27 Rajab 1445 H, seluruh umat Islam di Indonesia merayakan salah satu hari penting Islam, yaitu Isra’ Mi’raj.

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu menuju langit ke-7 yang dikenal sebagai Sidrotul Muntaha, yang ditemani oleh malaikat Jibril menaiki buraq. Perjalanan tersebut dilakukan hanya dalam satu malam.

Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-10 setelah kenabian, pada peristiwa itu, turunlah perintah  untuk melaksanakan shalat 5 waktu.

blank
Tabligh Akbar, Peringatan Isra’ Mi’raj 1445 H di Lapangan Basket Pondok Pesantren Darunnajah

Pada perayaan Isra’ Mi’raj kali ini, Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan tausiyah pagi yang diisi dengan ceramah dari Ustadz Suherman, M.A., M.Pd. Acara ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri serta segenap majelis guru, juga pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah. Tausiyah pagi ini diawali dengan sambutan dari Drs. K.H. Mustofa Hadi Chirzin. Beliau menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang memberi gambaran akan dunia yang nyata.

Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Suherman, M.A., M.Pd., berisi tentang tiga hal yang dapat diambil dari kisah Isra’ Mi’raj, yaitu pada peristiwa pra Isra’ Mi’raj (Peristiwa sebelum Isra’ Mi’raj), pada saat Isra’ Mi’raj, dan peristiwa pasca Isra’ Mi’raj (Peristiwa sesudah Isra’ Mi’raj)

Peristiwa yang terjadi pada pra Isra’ Mi’raj, ialah Nabi Muhammad SAW ditimpa dengan musibah yang berat, dimana beliau ditinggalkan oleh dua pelindungnya, yaitu Abu Thalib (pamannya) dan Khadijah (Istrinya), yang membuat Nabi Muhammad SAW harus hijrah ke kota Thaif. Namun bukan sambutan yang beliau dapatkan, melainkan cacian dan makian yang beliau dapat, bahkan beliau dilemparkan batu oleh penduduk Thaif. Namun beliau tidak meminta balasan atas apa yang mereka perbuat. Bahkan beliau berdoa semoga Allah membukakan hati mereka. Hal ini menunjukkan kemurahan hati Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW dengan mengutus malaikat Jibril dan melaksanakan perjalanan dari Masjhidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu ke Sidrotul Muntaha yang disebut sebagai peristiwa Isra’ Mi’raj. Dan peristiwa ini adalah asal mula diperintahnya untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Namun shalat tidak hanya perintah yang diberikan kepada Rasulullah SAW saja, namun juga kepada seluruh para Nabi dan Rasul.

Dan kesimpulan yang disampaikan oleh Ustadz Suherman, M.A., M.Pd., adalah bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang tidak diuji oleh Allah baik secara lahir maupun batin. Dan Allah tidak akan menerima ibadah seseorang jika ia memiliki hati yang kotor, serta khusyukkanlah diri dalam shalat, karena shalat merupakan komunikasi kita kepada Allah SWT dan merupakan salah satu hal yang sangat indah.

Farhatusyifa 5 TMI Darunnajah (Pers & Jurnalisitk 24-25)

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah