Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali mencatatkan capaian penting dalam tradisi tahfizhul Qur’an.
Pada Kamis, 9 Oktober 2025, diselenggarakan kegiatan Sima’an Al-Qur’an 30 JuzBil Ghoib yang dibawakan oleh santri asal Lombok, Kholiqin Hadi. Acara ini menjadi perhatian luas tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat umum yang mengikuti melalui siaran langsung di Channel Youtube Pesantren.
Kegiatan sima’an dilaksanakan secara penuh tanpa jeda sesi hafalan. Berhenti hanya untuk Shalat dan Makan saja. Kholiqin, Santri Kelas 4 TMI ini membacakan keseluruhan 30 juz secara runtut dan tanpa mushaf, dengan durasi total 25 jam sekali duduk. Pembacaan panjang ini menguji kualitas hafalan santri, serta ketahanan fisik dan mental yang telah ditempa melalui proses pendidikan tahfiz yang disiplin.
Acara ini dihadiri oleh Ustadz Achmad Hanief Jiddan, S.Pd., M.E., yang turut memberikan arahan sekaligus dukungan moral selama jalannya kegiatan, dan Ustadz Rafif Rabbani, selaku Kepala Asrama Tahfizhul Qur’an, yang memantau langsung jalannya sima’an sebagai bentuk apresiasi terhadap kesungguhan santri dalam menjaga hafalan. Tidak terdapatsesi penyebutan potongan ayat oleh ustadz. Sepanjang pelaksanaan, Kholiqin mampu menjaga konsistensi bacaan hingga ayat terakhir.
Ujian kesabaran adalah ketika ia lupa Juz 29, yang merupakan bagian Juz yang sebenarnya cukup baik dalam hafalan. Namun hal itu tidak bertahan lama, Kholiqin kembali melanjutkan sampai akhir Juz 30. Melalui platform Live Streaming, kegiatan ini menjangkau ratusan pemirsa dari berbagai daerah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk syukur atas kelancaran sima’an dan sebagai harapan agar para santri semakin termotivasi memperdalam hafalan Al-Qur’an. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam melahirkan generasi huffaz yang berkualitas, berkarakter, dan siap mengemban amanah keilmuan Qur’ani.
Dengan terselenggaranya sima’an ini, Divisi Tahfizhul Qur’an meneguhkan kembali bahwa ketekunan, disiplin dan keikhlasan adalah pilar utama keberhasilan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an. Kholiqin Hadi telah memberikan teladan, dan pesantren menyambutnya sebagai inspirasi bagi seluruh santri.



