Sabar adalah salah satu kedudukan yang mulia bagi orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Ta’ala.

Kedudukan agama dapat disusun menjadi :

Ma’rifat : adalah pokok yang menimbulkan hal ihwal

Hal Ihwal : membuahkan amal perbuatan

Amal perbuatan

Ma’rifat : adalah pokok yang menimbulkan hal ihwal dan hal ihwal membuahkan amal perbuatan amal perbuatan.

Jika Ma’rifat di ibaratkan seperti pohon, maka hal ihwal adalah dahannya, dan amal perbuatan itu seperti buahnya. Ini berlaku kepada semua kedudukan orang-orang yang menuju jalan Allah Ta’ala.

Demikian sabar pula itu tidak dapat di sejajarkan dengan ma’rifat itu sendiri. Dan amal perbuatan adalah seperti buah-buahannya.

Yang membedakan antara manusia, hewan, dan Malaikat :

Sabar hanya diberikan bagi manusia karena sabar tidak diberikan pada binatanga dan Malaikat. Pada binatang tidak diberi sabar,karena itu sebagai kekurangannya, sedangkan pada malaikat sebgai kesempurnaannya.

Binatang adalah makhluk yang tunduk oleh hawa nafsu syahwatnya. Semua gerak dan tindakan nya dibangkitkan oleh nafu syahwatnya, oleh karenanya binatang tidak dapat menjadi sabar.

Malaikat A.s diciptakan semata-mata untuk rindu dan ta’at kepada hadhirat Tuhan. Karena malaikat tidak diberi nafsu syahwat, menjadikannya makhluk paling patuh ada tuhan yang agung.

Pada usia masih anak-anak, manusia diciptakan dalam keadaan mirip seperti binatang, hanya memiliki nafsu syahwat makan yang ia perlukannya, bermain dan berhias, lalu berkembang diberikan nafsu syahwat nikah secara tertib.

Sabar itu diibaratkan seperti peperangan, dimana salahsatunya saling meniadakan untuk mendapatkan apa yang dikehendaki.

Peperangan antara penggerak agama dan penggerak hawa nafsu, dimana keduanya silih berganti dalam kemenangan. Sedangkan medan pertempuran terjadi dalam hati manusia.

Bala bantuan penggerak agama berasal dari malaikat yang menolong tentara Allah Ta’ala dan bala bantuan penggerak nafsu syahwat itu adalah dari syathan yang menolong musuh-musuh Allah Ta’ala.

Maka sabar adalah teguhnya dorongan agama dalam menghadapi dorongan nafsu syahwat. Kalau sabar itu tetap sehingga mengalahkan nafsu syahwat, maka ia telah menolong tentara Allah dan ia dimasukkan dalm kelompok orang-orang sabar.

Kalau penggerak agama lemah sehingga ia dikalahkan oleh nafsu syahwat dan ia tidak sabar untuk menolaknya, makak ia dimasukkan dalam golongan pengikut syaitan.

Jadi meninggalkan perbuatan yang didorong oleh nafsu syahwat dinamakan sabar.

Teguhnya penggerak agama adalah sebuah keadaan yang dihasilkan oleh ma’rifat (pengertian) dengan cara memusuhi nafsu syahwat dan melawannya untuk kepentingan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. (DN4/SipaNP)