Siapakah Penemu Pertama Sesungguhnya Benua Amerika

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Patung Colombus

Patung Columbus begitu angkuh berdiri di kota New York dengan warna krem seperti cokelat susu, dia bertengger tepat di tengah monumen yang melingkar. Wajahnya dingin sedingin badannya yang terbuat dari marmer. Tangannya sebelah berkacak pinggang dan tangan yang lainnya membawa maklumat. Topi khas bertanduk kanan kiri, kolom yang menjaganya dengan belitan kapal berbalut jangkar berlapis tiga, seolah menobatkan dirinya sebgai perwira laut andal, belum lagi gedung pencakar langit New York, yang seolah menjaganya.

Pada 1942, Colombus mengira dia terdampar di India, ketika menemukan tanah tak bertuan ini, dia kecewa karena dunia baru yang baru saja ia temukan ternyatra telah berpenghuni, orang orang bertubuh tegap berbalut jubah, berhidung mancung, dan berkulit merah. Inilah pengetahuan dasar kita yang diketahui sebagai sejarah amerika. Hampir senua orang tahu dimana sesungguhnya Columbus terdampar. Lalu dengan kepercayaan diri, mengatakan dirinya tiba di india, negeri sumber rempah-rempah.

Columbus kemudian memberikan orang-orang yang ia temui dengan nama Indian, karena postur mereka mirip orang India.  Sampai saat ini masih menjadi perdebatan darimana datangnya orang penduduk asli Amerika, kaum Indian itu. Namun ada yang menarik, sebuah prasasti yang ditulis di China pada akhir abad ke-12 mengatakan bahwa musafir-musafir muslim dari tanah China, Eropa, dan Afrika telah berlayar jauh sampai benua ini. Tiga ratus tahun sebelum Columbus.

Suku Indian

Columbus berhasil menemukan benua ini karena bantuan dari kaum Morisco, yaitu orang-orang dari Andalusia yang sebenarnya muslim namun harus berpura pura murtad untuk menyelamtkan diri dari Reconquista, gerakan untuk mengusir Muslim dan Yahudi dari tanah Andalusia, Spanyol. Pada era Ratu Isabella dan Pangeran Ferdinand.

Isabella juga lah yang akhirnya mebiayai ekspedisi Columbus untuk mencari tanah jajahan baru bagi Spanyol. Bukan hanya umat Islam dan Yahudi yang dikejar-kejar, tapi juga penduduk asli Amerika yaitu orang Indian yang akhirnya harus bernasib sama, diburu dan pada akhirnya dihabisi oleh pendatang dari Eropa. Pendatang dari Eropa ini yang pada akhirnya mengikis penduduk asli Amerika sedikit demi sedikit dan menyudutkan mereka ke jurang kepunahan.

Sedangkan dengan orang-orang moor yang melarikan diri tadi, banyak diantara mereka yang melarikan diri sejauh-jauhnya, berlayar tidak tentu arah, menrjang badai laut yang tidak kenal ampun karena tak tahan menipu diri mereka sendiri dengan keyakinan baru. Sampailah orang Moor ini ke benua Amerika. Kemudian mereka berbaur dengan masyarakat setempat, menikah dengan pendatang Eropa lainnya, dan ada juga yang menikah dengan suku Indian atau budak-budak  dari Afrika. Mereka membentuk koloni di tanah amerika ini. Salah satunya adalah koloni yang disebut dengan Melungeon.

Dan karena itulah di negara bagian California, Indiana, dan Ohio ada beberapa kota tua bernama Mecca dan Medina yang merupakan warisan dari para Melungeon. Untuk itulah mengapa Columbus juga mengatakan dalam jurnal pelayarannnya, bahwa di atass sebuah pegunungan, ketika dirinya berlayar mendekati semenanjung timur Kuba di selat Gibara, ada kubah masjid yang indah seperti di negerinya, Spanyol. Ada yang mengatakan nama Kuba sendiri berasal dari Bahasa Arab,Al-Qubbah.

(Santri Tv/Rafi)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir