Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang dilaksanakan setiap hari tanpa henti dan  sampai mati. Allah telah mewajibkan 5 waktu sholat dalam sehari semalam. tentunya 5 sholat itu harus muslim lakukan, jika tidak, sejumlah dosa  besar dan siksa besar harus siap ditanggung.

 

shalat merupakan suatu amal yang pertama kali dilakukan perjanjian antara Allah dan hambanya, sebelum hambanya terlahir di muka bumi sebagai khalifah. dan shalat pula amal pertama kali yang akan dipertanyakan dari seorang hamba Allah, bila kain kafan sudah terbalut dalam tubuhnya. namun pertanyaanya adakah shalat yang kita lakukan sudah baik dan diterima di sisi Allah ? dalam  hal ini Rasulullah saw. bersabda :

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ خَابَ وَخَسِرَ وَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَةٍ قَالَ الرَّبُّ انْظُرُوْا هَلْلِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَالِكَ (رواه الترميذي وحسنه النسائي وابن ماجه والحاكم وصححخ كذا في الدار المنثور)

            Dari Abu Hurairah ra. Berkata, “saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda :”sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika baik shalatnya, maka ia akan beruntung dan selamat. Sebaliknya jika buruk shalatnya, maka ia akan merugi. Jika ditemui ada kekurangan dalam shalat fardhunya, maka Rabb akan berkata (kepada malaikat), “lihatlah (dalam catatannya), apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnat ?” maka kekurangan dalam shalat fardhu itu akan disempurnakan dengan shalat-shalat sunnat. Kemudian amal-amal lainnya akan dihisab seperti itu.” (Tirmidzi)

 

Berdasarkan hadits ini dapat diketahui bahwa seseorang hendaknya membekali dirinya dengan shalat-shalat sunnat, agar jika dalam shalat fardhunya terdapat kekurangan, maka akan disempurnakan dengan shalat sunnat. Banyak orang berpendapat bahwa jika shalat fardu dilaksanakan dengan betul-betul sempurna, maka itu sudah mencukupi. Tetapi apakah suatu hal yang mudah bagi kita untuk menjadikan shalat fardhu kita sesempurna mungkin ?.Dalam segala hal, sesuatu itu sulit untuk menjadi sempurna. Sering terjadi kekurangan di sana sini. Karena itulah, shalat-shalat sunnat pun penting dilaksanakan.

 

Ada sebuah hadits yang lebih jelas dari pada hadits di atas, bahwa shalat ialah ibadah fardhu yang pertama kali diturunkan oleh Allah swt..amalan yang pertama kali akan dihadapkan pada hari hisab. Jika shalat-shalat fardhu itu terdapat kekurangan, maka akan disempurnakan dengan shalat nafil (sunnah). Demikian pula dalam hal shaum, jika terdapat kekurangan dalam shaum wajib maka akan disempurnakan melalui shaum sunnat. Dan juga dalam hal zakat. Bahkan dalam setiap amalan, jika ternyata setelah ditambah dengan amalan sunnat dan ditimbang pahalanya menjadi berat maka ia akan masuk surge dengan penuh kegembiraan. Jika tidak, ia akan dilemparkan ke neraka jahannam. Sudah menjadi amalan Nabi Muhammad saw., bila ada yang baru memeluk Islam maka pertama kali akan diajarkan kepadanya adalah shalat.

 

Semoga bermanfaat. (dn.com/as)