Kerjasama yang baik antara Universitas Ibn Khaldun, STAI Darunnajah Bogor dan Al-Hidayah berhasil mengantarkannya kedalam acara yang sangat besar nan penting.

Seminar Internasional

Yaitu, International Conference on Education and Social Science 2019 yang mengangkat tema “Islamic Education In The Era of Industrial Revolution 4.0: Perspectives And Challenges”

Acara ini sukses diselenggarakan pada 26 November 2019 di Aula Abdullah Sidik Universitas Ibn Khaldun Bogor Indonesia. Diikuti oleh 125 Peserta terdiri dari 80 Peserta Sit In dan 45 Peserta Call For Paper.

Turut hadir dalam acara Dr. H.E. Bahruddin, M.Ag (Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor), Dr. H.E. Mujahidin, M.Si (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Ibn Khaldun Bogor), Hendri tanjung, Ph.D (Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor), dan Dr. H. Ibdalsyah, M.A. (Ketua Program Magister Ekonomi Syari’ah Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor).

Narasumber Acara

Selain itu, acara ini juga turut menghadirkan 4 narasumber yaitu Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. (Guru Besar Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor), Dr. H. Abas Mansur Tamam, M.A (Ketua Program Magister Pendidikan Agama Islam), Dr. Nek Mah, ( Pusat Pendidikan Dar Nissa, Singapura),  Dr. Ben Said Hassan Nassila (Universitas Juzurul Qomar, Komoro Afrika). dan Dr. H. Abdul hayyi Al-Kattani, M.A. (Dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor) sebagai moderator.

Peserta Seminar Internasional

Peserta sangat antusias dalam menyimak penjelasan para narasumber, terutama dengan menggunakan Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Melayu. Itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta seminar untuk meningkatkan kualitas bahasa.

Setelah mendengarkan gagasan dan materi dari para narasumber, peserta seminar diarahkan untuk mengikuti sesi presentasi atau yang sering menjadi istilah populer bagi kalangan mahasiswa, yaitu Call For Paper.

Call For Paper

Saat sesi Call For Paper berjalan, banyak sekali materi yang disajikan dengan sangat lengkap dan tuntas. Para peserta lain dan reviewer yang menyaksikan  tidak hanya tinggal diam dengan materi yang disampaikan. Tetapi dengan rasa keingintahuan yang tinggi akan ilmu, maka tidak sedikit diantara mereka yang memberikan pertanyaan, atau bahkan kontra dengan apa yang disampaikan. Hal tersebut menambah hidup diskusi dalam kelas Call For Paper.

Presenter

Setelah peserta Call For Paper selesai mempersentasikan, maka akan ada beberapa langkah lagi yang harus dilalui, hingga jurnal tersebut layak untuk disahkan menjadi Jurnal Internasional. (WARDAN/Mbafer)