PANDEGLANG, BANTEN – Seluruh santri Pondok Pesantren Darul Muzari’in Darunnajah 23 di Cigeulis, Pandeglang, Banten, mendapatkan suntikan energi spiritual dan akademik pada hari Selasa, 25 November 2025.
Dalam tausiyahnya yang berdurasi penuh makna, Ustaz Imam secara khusus menyoroti dua pilar penting yang harus dipegang teguh oleh setiap penuntut ilmu: Al-Ikhlas (Keikhlasan) dan Al-Istiqomah (Konsistensi).
Mengupas Tuntas Fondasi Niat
Ustaz Imam membuka ceramahnya dengan mengingatkan kembali hadis Nabi Muhammad SAW, “Innamal a’malu binniyat”. Beliau menekankan bahwa amal tanpa niat yang benar ibarat bejana yang bocor—penuh usaha, namun sia-sia di hadapan Allah SWT.
“Apa gunanya kalian menghafal seribu hadis, apa gunanya kalian menguasai sepuluh bab nahwu dan shorof, jika niatnya hanya untuk mencari pujian? Jadikan niat kalian murni, belajar untuk mengangkat kebodohan dari diri sendiri, orang tua, dan masyarakat. Itulah niat tertinggi seorang santri sejati,” tegas Ustaz Imam.
Tantangan Generasi Muda: Kalahkan Rasa Jenuh
Tantangan kedua yang disoroti adalah Istiqomah. Ustaz Imam menyadari betul bahwa perjalanan menuntut ilmu di pesantren tidak selalu mulus, seringkali diselingi rasa jenuh dan ingin menyerah.Beliau memberikan tips praktis kepada para santri Darunnajah 23 untuk menjaga konsistensi:
- Tetapkan Target Harian Kecil: Jangan fokus pada target besar yang menakutkan, tetapi fokuslah pada konsistensi satu lembar hafalan setiap hari.
- Jaga Lingkaran Pergaulan: Cari teman yang selalu mengingatkan pada kebaikan dan ilmu (muhajir ilal khayr).
- Tadabbur Dzikir: Jangan lupakan dzikir dan munajat, karena sumber kekuatan bukan pada daya tahan fisik, melainkan pada bantuan spiritual dari Allah.
“Kesuksesan sejati bukan milik yang pintar, tapi milik yang konsisten. Teruslah berjalan, meskipun perlahan. Karena setiap langkah Istiqomah kalian adalah bukti keikhlasan. Jangan pernah berhenti!,” pungkas Ustaz Imam Khoirul Annas, menutup sesi motivasi yang diharapkan akan menjadi bekal berharga bagi para santri Darul Muzari’in Darunnajah 23.




