Search
Close this search box.
blank

Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis

Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis

blank
Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis
Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis

Santri Darunnajah dilatih untuk aktif berorganisasi dalam bidang apapun. Begitupun bagian pers jurnalistik, didorong untuk dapat terjun langsung ke lapangan dalam berbagai kegiatan.

Mereka diberikan kebebasan untuk menuangkan hasil karyanya yang ditampilkan dalam website www.darunnajah.com. Karya mereka juga dipublikasikan di beberapa media sosial, seperti instagram, facebook, twitter, dan lain-lain.

Semua orang bisa menulis, tapi belum tentu bisa menjadikan tulisannya menjadi sebuah artikel, berita, puisi, dan berbagai karya tulis yang lebih sistematis. Menulis membutuhkan ide, inovasi, dan kreativitas, agar berbobot.

Dengan menulis mereka dapat meningkatkan kemampuan intelektual. Terlebih bagi mereka yang baru memulai, kesempatan emas untuk menggali potensi dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Banyak sekali pengaruh tulisan bagi khalayak luas. Yang menikmatinya bukan individu atau sekelompok orang saja, tapi khalayak luas.

Bagian Pers Darunnajah yang juga termasuk pengurus Organisasi Santri Darunnajah (OSDN) berperan aktif untuk meliput dan mendokumentasikan setiap kegiatan.

Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis
Santri Darunnajah Produktif Hasilkan Karya Tulis

Selain berperan aktif dalam organisasi, mereka juga termasuk membantu Ustaz dan Ustadzah bagian darunnajah.com untuk meliput kegiatan yang nantinya akan diposting ke website. Dan juga membantu bagian Production House (PH) mendokumentasikan setiap kegiatan yang ada, guna publikasi ke website dan media sosial.

Tidak hanya itu, mereka juga memampangkan hasil karyanya berupa puisi, komik, pantun, dan sebagainya di mading yang telah disediakan. Guna untuk memancing antusias santri lainnya.

Meski ada puluhan penulis konten Darunnajah.com, setiap harinya hanya tiga orang yang aktif memasok konten.

Seiring berjalannya waktu, banyak sekali perubahan positif yang dihasilkan. Dari program kerja yang sebelumnya tidak terlaksana, sekarang sudah bias dilaksanakan. Bahkan ada juga program kerja baru yang dapat diwujudkan saat ini oleh mereka yaitu membuat majalah.

Mereka menyebutnya dengan MADANI (Majalah Darunnajah Masa Kini). Majalah ini dapat terbentuk oleh 4 orang yaitu Nabilla, Indah, Salma, dan Anita. Pembagian tugas berlangsung dengan cepat dan tanggap. Ada yang bertugas mencari konten dan data. Ada yang membuat layout. Ada pula yang mengumpulkan foto dan memberikan pengarahan.

Dalam kegiatan apapun di Pondok Pesantren Darunnajah selalu melibatkan santrinya. Peran santri juga sangat penting, walaupun gerak mereka terbatas. Tapi kreatifitas mereka tanpa batas.

Untuk mematangkan sekaligus menyatukan ide-ide yang masih suka berlalu lalang. Dan mendorong jiwa-jiwa para santri untuk lebih semangat lagi dalam menulis. Darunnajah mengadakan pelatihan dan workshop Jurnalistik, Photgraphy dan Cinematography.

Disini mereka bisa meningkatkan kembali kemampuan mereka untuk naik ke level yang lebih tinggi. Mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan wawasan dari luar. Karena narasumber yang didatangkan bukan hanya dari internal Darunnajah saja. Tapi juga dari narasumber yang aktif bergelut dibidangnya diluar Pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Dr. Sofwan Manaf, M.Si mengapresiasi bagian pers jurnalistik yang aktif berperan dibidangnya.

“Ustad dan Ustadzah bagian Darunnajah.com, bagian pers jurnalistik bisa dilibatkan untuk bisa publish setiap hari di website” ujar Kyai Yayan sapaan akrab beliau saat mendengar Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) di Gedung Olahraga.

(DN.COM/almas_khalishah)

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah