Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat (1)

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat (1)

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat.Bukan suatu hal yang aneh lagi jika mendengar santri ikut berkecimpung di dunia politik ataupun lainnya, tidak mustahil santri ikut berkontribusi di berbagai aspek bukan ? salah satunya menjadi sorang DPD, DPRD, Wali Kota ataupun Diplomat.

Apa itu Diplomat ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Diplomasi bermakna : menyelenggarakan urusan perhubungan antara negara dan negara;

Sedangkan Diplomat bermakna : orang yang berkecimpung dalam bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dan sebagainya)

Maka, kesimpulannya seperti ini, Diplomasi adalah sebuah kegiatan yang berusasan untuk menghubungkan Negara dengan Negara lainya, sedangkan Diplomat adalah orang yang berdiplomasi atau orang yang mengurusi kerjasama antar Negara tersebut. Agar lebih mudah memahaminya kita andaikan dengan Struktur kalimat dalam Bahasa Inggris Diplomasi adalah verb (kata kerja) yang dilakukan sedangkan Diplomat adalah Subject (orang yang melakukan) kegiatan tersebut.

Apa Yang Harus Dikuasai Oleh Seorang Diplomat ?

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat

Ada kurang lebih empat aspek yang harus dikuasai oleh kita yang ingin berkecimpung di dunia Diplomasi. Diantaranya ialah :

  1. Bahasa Internasional

Seorang Diplomat harus menguasai aspek Bahasa, aspek ini sangat penting untuk dikuasai mengapa ? karena pekerjaan ini sangat berhubungan dengan negoisasi dan komunakasi jadi Bahasa sangat butuh, untuk digunakan saat berkomunikasi dengan pihak Negara yang dijadikan partner kerjasama. Contoh-contoh Bahasa Internasional yang telah mendunia adalah: Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, China , Spanyol dan Bahasa-bahasa lainnya, Bahasa Negara yang menguasai bidang ekonimi dan politik.

 

  1. Hukum

Perlu kita ingat kembali Berdiplomasi adalah menghubungkan Negara satu dengan Negara lainnya yang dihubungkan oleh seorang diplomat. “hukum” atau yang berhubungan dengan politik adalah salah satu musabab Negara menjalin kerjasama. Maka seorang diplomat haruslah menguasai dan mengetahui banyak hal mengenai hukum. Karena jika seorang diplomat tidak mengerti tentang hukum bagaimana ia akan menjalin sebuah kerjasama dengan Negara lain ? terutama Negara maju dan memliki system yang bagus.

 

  1. Ekonomi

Seorang Diplomat haruslah menguasai ekonomi, karena banyak Negara menjalin sebuah kerjasama karena masalah ekonomi. Bukankah membuat sebuah kerjasama untuk membuat keuntungan untuk kedua belah pihak ? maka ekonomi adalah hal yang sangat berpengaruh akan hal itu.

 

  1. Hubungan Internasioanl

Hubungan Internasional tentu adalah hal yang sangat berpengaruh dengan menjalin kerjasama antara Negara dengan Negara yang lain. Karena ilmu Hubungn Internasional mempelajari : Termasuk di dalamnya aspek ekonomi, hukum, sosial-budaya hingga pertahanan dan keamanan.

Banyak Potensi Santri yang Berkaitan Dengan Diplomasi

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat (2)

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat

Apa tanggapan pertama kebanyakan orang saat mendengar tempat bernama pesantren ? pasti tentang belajar Agama. Dan apa tanggapan pertama mereka saat mendengar santri ? kebanyakan berfikir bahwa masa depan mereka nantinya hanya menjadi Ta’mir masjid, guru mengaji, guru agama, ataupun pemimpin do’a yang ada di kampong-kampung. Sungguh malang sekali orang yang memilki pemikiran sempit seperti ini. Berarti Banyak hal yang tidak ia ketahui tentang kehidupan di pesantren, khususnya mengenai aspek pendidikannya. Padahal di pesantren tidak melulu hanya belajar ilmu agama : fiqh, Nahwu, baca kitab kuning, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, dan sangat lebih luas dari hal tersebut. Karena sejatinya pesantren mendidik santrinya untuk lebih banyak belajar. Mengapa santri berpotensi untuk menjadi diplomat ? karena banyak hal yang dibangun. Salah satunya adalah Bahasa.

Bagaimana pondok pesantren membangun skill Bahasa untuk para santrinya ?

Muhadatsah dan Mufradat

Salah satu kegiatan wajib yang ada dipondok adalah ilqai Mufradat wal muahadatsah atau bisa disebut sebagai penayampaian mufradat dan muhadatsah yang disampaikan oleh pengurus atau Mudabbirah. Biasanya dalam satu hari pengurus bisa menyampaikan tiga kosa kata dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Juga penyampaian Muhadatsah pada pagi hari setalah shalat subuh. Kegiatan penyampaian mufradat ini berfungsi untuk membangun skill Bahasa pada diri para santri.

Pengawasan Penggunaan Bahasa

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat

Santri Berpotensi Besar Menjadi Diplomat

Di Pesantren apa yang didengar, dirasakan dan dilihat oleh santri itu semua termasuk kedalam sistem pendidikan. Maka, semua yang dilakukan oleh para santri harus terus diawasi dan masuk dalam pengawasan. Salah satunya adalah masalah Bahasa. Dalam organisasi santri ada bagian yang bertanggung jawab atas Bahasa yang digunakan para santri dalam kesehariannya. Bagaimanapun kosa kata yang diberikan setiap hari oleh pengurus haruslah dipakai oleh para santri, jangan sampai ada santri yang menggunakan atau berdialog dengan Bahasa Indonesia apalagi Bahasa daerahnya masing-masing. Bukan tak cinta Bahasa ibunya sendiri. Tapi, lihat kondisi karena disetiap tempat ada bahasanya. Bahasa resmi yang ada dipesantren adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kedua Bahasa ini sangatlah penting karena termasuk kedalam Bahasa internasional yang sering di gunakan oleh Negara-negara. Sangat berhubungan degan diplomat kan ?

Pengadaan Lomba Bahasa untuk Mempertajam Kemampuan

Pengetahuan dan wawasan yang bagus tidaklah sempurna tanpa diiringi kemampuan yang matang. Mengapa ? karena zaman yang menuntut hal tersebut. Agar kita bisa bersaing di kaca internasional skill dan kreatifitas adalah tuntutan utama yang dibutuhkan. Jika tidak memiliki kedua hal tersebut siap-siap saja tidal dianggap dan tidak terpakai. Maka di pesantren tentu menuntut kedua aspek penting tersebut. Banyak cara untuk menumbuhkan hal tersebut pada diri santri salah satunya dengan pengadaan lomba. Di Darunnajah ada lomba yang sangat bergengsi setiap tahunnya,menguji  mental dan kualitas Bahasa setiap Darunnajah ( Darunnajah 1 hingga 17) bersaing untuk mendapatkan predikat terbaik. Tentu dengan mengutamakan sportifitas. Lomba tersbut ialah DLC ( Darunnajah Language Competition), mata lomba yang bisa diselenggarakan ialah :

  1. LCC (Lomba Cerdas Cermat) Quick Match Bahasa Arab dan Inggris
  2. Speech English and Arabic (pidato)
  3. Story Telling English and Arabic (penyampaian cerita)
  4. Poetry English and Arabic (Puisi)
  5. Debate Englis and Arabic (Debat Bahasa)
  6. Drama Bilingual (Drama Bahasa)
  7. dsb.

Banyak mata perlombaan yang mengasah skill para santri. Bukan hanya Bahasa, tapi mentalitas, cara ia bernegoisasi, menguasai para penontonnya, gaya Bahasa tubuhnya semua aspek tersebut menjadi pertimbangan penilaian. Disini perlu penekanan, semua aspek tersebut adalah yang dibutuhkan oleh para calon Diplomat Indonesia. Maka mengapa masih ragu bahwa santri sangat berpotensi menjadi diplomat ? mereka bisa bernegoisasi dan berdiplomasi.

Hubungi Kami