Menu

Sang Kiai “Anak yang Sholeh dan Sholehah Lahir dari Mar’atus Sholihah”

Nasehat Sang Kiai

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Kembali hadir dalam kesempatan Majelis Ilmu bersama Sang Kiai, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc

Khusus hari Senin (20-01-2020) setelah sholat subuh berjama’ah maka jadwal yang telah ditentukan adalah perkumpulan majelis ilmu seluruh Guru Putri dan mahasiswi STAI Darunnajah Bogor bersama Sang Kiai.

Berbeda dengan majelis-majelis pada umumnya, yang hanya mendengarkan ceramah Kiai. Tetapi pada kesempatan ini, Guru Putri dan Mahasiswi dituntunt untuk bisa melatih diri dalam menyampaikan materi.

Nasehat Sang Kiai
Nasehat Sang Kiai

“Kewajiban Menutup Aurat” adalah tema yang diambil pagi ini dan disampaikan oleh  Tutik Hanifah dan Ummu Febri Prasetya. Setelah tuntas dibahas, barulah Sang Kiai memberikan nasehat dan evaluasi. Mari kita simak

Hafalkan Al-Qur’an dan Hadist agar kamu faham ajaran islam. Al-Qur’an dan Hadits harus dihafal beserta arti disetiap kata. Fahami makna setiap kata yang ada, sampai detail dan betul-betul kamu fahami.

Setan tidak pernah ada hentinya untuk menggoda manusia. Karena hal tersebut sudah menjadi program setan.

Setan berusaha untuk bagaimana membujuk manusia agar melakukan apa yang dilarang oleh Allah. Setan sangat senang melihat manusia disiksa.

Fakta saat ini ketika melihat banyak orang yang sedang mendapatkan bencana, seperti banjir, longsor, penyakit yang menular dan lain sebagainya.

Setan sangat senang dengan penderitaan yang manusia rasakan saat ini.

Itu semua hasil dari perbuatan manusia yang tidak mengikuti ajaran agama.

Sebagai seorang ‘Mar’atu Sholihah’, maka kalian harus terus menjaga diri dan aurat. Karena yang akan merasakan kenikmatan akhirat adalah para wanita yang Sholehah.

Jangan pernah merasa ketika sudah berhasil di dunia maka sudah tenang. Jangan sampai menantang Allah.

Jika saat ini kamu merasa enak, itu adalah hasil dari apa yang kamu lakukan pada masa lampau. Maka Allah telah menganggap apa yang kita lakukan dimasa yang lalu adalah baik.

Tetapi jika saat ini merasa tidak enak atau tidak tenang, maka itulah hasil perbuatan kita dimasa lampau.

Persiapkan diri sejak saat ini, berbuat baiklah kepada siapapun, maka masa depan mu sudah dipastikan dan dijamin akan baik.

Wanita Sholehah sangat diperlukan

Karena untuk menghasilkan anak yang Sholah dan Sholehah maka membutuhkan ibu yang baik

Jika Indonesia dihuni oleh mar’ah sholehah maka generasinya pun akan baik juga.

Seperti Nabi Ibrahim, ayahnya sang pembuat berhala, tetapi beliau baik, itu disebabkan oleh ibunya yang sangat baik dan shalihah.

Juga Nabi Nuh yang sudah jelas seorang nabi, tetapi kenapa anaknya tidak mengikutinya untuk menuju jalan kebenaran? Itupun disebabkan oleh istrinya yang tidak baik pula.

Contoh lain adalah Fir’aun yang sama-sama kita ketahui bahwa dia adalah seorang yang sangat jahat, tetapi mengapa istrinya masih bertahan? Itu karena Asiyah istri Fir’aun yang sangat lembut dan shalihah, maka ia terus bertahan dijalan kebenaran.

 Sampai dalam sebuah hadist dikatakan

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah”

(HR. Muslim no 1467)

Jadi Mar’atu Shalihah (wanita shalihah) adalah kunci utama menciptakan anak yang sholeh dan shalihah.

(WARDAN/Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Serunya Diskusi Bidayatul Mujtahid Bersama Syaikh Dr. Shawki

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan diskusi mingguan “Kajian Bidayatul Mujtahid”. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Selasa ini menghadirkan pembicara