“Jika ingin membangun Pesantren untuk Putra, maka yang pertama buatlah lapangan bola.”. Begitulah sekilas ucapan seorang Kyai. Dalam hal tersebut tidak hanya sekedar lapangan sepak bola, tetapi lapangan yang lainnya. Inilah yang dibutuhkan oleh para santri yaitu ruang gerak yang luas, hal semacam tersebut akan mempengaruhi perkembangan santri dalam proses belajar di Pesantren. Mengingat pembelajaran di Pesantren Annur Darunnajah 8 tidak bertumpu pada pengajaran dalam kelas, tetapi sama pentingnya yaitu pembelajaran diluar kelas. Sejak awal berdiri Pesantren pimpinan berpesan “Pendidikan santri jangan sampai berhenti didalam kurikulum TMI, tetapi harus diperkuat dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.

Rugby merupakan salah satu ektrakurikuler yang ada di Pesantren. Menilik sejarah olahraga ini terjadi karena seorang pemain sepak bola bernama William Webb Ellis mengambil bola dengan tangannya dan berlari dengannya sampai ke garis bawah pada abad 19 yang bermula di Negara Inggris, maka lahirlah gagasan untuk menciptakan olahraga tersebut. Sementara itu olaharaga Rugby sendiri di pesantren ini, bermula dari salah seorang santri akhir pada tahun 2015 akhir, beliau adalah M. Alvan Sabbiech Akbar. Perannya dalam mendirikan dan mempertahankan ekskul ini terbilang sangatlah susah, karena beliau harus memulainya dari awal dan pada awalnya hanya sendiri pada waktu itu tidak banyak santri yang paham bahkan hanya sekedar tahu olahraga tersebut. Sampai saat ini tercatat tiga sekolah yang udah rutin berlatih di lapangan ABC. Pesantren Darunnajah, SMA AL Izhar, dan SMA Labschool Kebayoran. Pesantren Darunnajah terlihat paling banyak pemainnya. Sementara dua sekolah yang lain masih dalam tahap pencarian anggota baru. Yang pasti, di ketiga sekolah tersebut rugby udah jadi salah satu ekskul olahraga dikutip dari hai

Tetapi teringat pada falsafah pesantren “Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane Pisan.”. Yang berarti dalam dalam berjuang janganlah ragu-ragu berkorban harta, tenaga, pikiran, bahkan nyawa sekalipun. Berbekal pada falsafah disertai niat yang ikhlas akhirnya beliau terus melanjutkannya dan sampai pada targetnya. Langkah selanjutnya adalah kaderisasi, dan hingga saat ini telah lahir 2 klub aktif dalam ekskul tersebut yaitu Garuda Rugby Team A dan B, semoga kaderisasi-kaderisasi terus berjalan dan berkelanjutan, seperti motto pesantren: “Mati tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Dan terbukti ekskul ini termasuk ekskul yang paling diminati oleh santri setelah sepak bola dan futsal.

Sementara itu prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan diantaranya adalah, Juara 2 Kompetisi Rugby Antar Pesantren di Darunnajah Pusat, Juara 1 Tingkat Tsanawiyah dan Juara 2 Tingkat Aliyah di Darunnajah Open 9, serta berpartisipasi dalam Kejuaraan Nasional Rugby 7’s Antar Perguruan Tinggi kategori Exibition pada tahun 2018. Diumurnya yang menginjak 4 tahun semoga ekskul ini tetap berjalan pada porosnya dan dapat lebih berkembang lagi dari yang sekarang. Dan terus menorehkan prestasi bagi pesantren baik didalam maupun diluar pesantren.