Khitan merupakan sesuatu hal yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Bahkan sejak zaman Nabi Ibrahim as. Karena khitan merupakan salah satu bentuk ‘ubudiah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dapat membersihkan diri sehingga menjadikan anak-anak Muslim menjadi anak yang sehat dan bersih dari penyakit setelah berkhitan.

Waktu Yang Tepat Untuk Berkhitan

Dalam tinjauan medis, khitan bisa dilakukan kapan saja. Pemilihan usia khitan biasanya dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.
“Menurut syariat Islam khitan tidak ada batasan umur, bahkan bayi yang baru lahir pun boleh untuk dikhitan. Alhamdulillah masyarakat di sekitar pesantren Darunnajah Cipining ini mayoritas beragama Islam, karena itu wajib untuk dikhitan.” Oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. dalam sambutannya pada pembukaan Khitanan Massal 1440 H yang diselenggarakan di pesantren Darunnajah Cipining tepatnya di auditorium kampus 3 pada Ahad, 07 Juli 2019 M. / 04 Dzulqo’dah 1440 H.

Peserta Khitanan Massal bersama KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc

Acara ini merupakan acara yang dilakukan setiap 2 tahun sekali yang adanya bertujuan untuk melatih jiwa santri Darunnajah 2 Cipining untuk lebih peduli dengan masyarakat sekitar yang diwujudkan dalam kegiatan khitanan massal ini sehingga terbentuk masyarakat yang bersih, sehat, dan hanif. Kali ini bekerja sama dengan RS. Tugu Ibu Depok dan Masjid Baitul Jabbar Bekasi Jawa Barat
Peserta khitanan massal ini terdiri dari anak-anak sekitar pesantren Darunnajah Cipining berusia 4-10 tahun. Pada tahun ini terdiri dari 75 orang dari 12 kampung yaitu: Cipining, jasinga, Lebak Wangi, Cigudeg, Bolang, kadaung, Peuteuy, Toge, Nanggung, Cibungur, Tipar, dan Tapos.
Diawali dengan pembacaan Kalam ilahi yang merupakan sunnah mutlak sebelum acara-acara dimulai, oleh M. Lalu Hayi santri Darunnajah Cipining, yang suaranya begitu merdu mendamaikan kalbu. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DKM Masjid Al Jabbar Dr. H. Peppy yang menyampaikan banyak hal yang bersangkutan dengan medis, karena banyak kasus buruk terjadi disebabkan oleh penanganan yang kurang tepat.

Sambutan oleh Dr. H. Peppy ketua DKM Masjid Al-Jabar

Kemudian ditutup dengan sambutan dan doa dari pimpinan pesantren Darunnajah Cipining KH. Jamhari Abdul Jalak, Lc dengan harapan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan bermaslahat untuk masyarakat sekitar.
Tibalah waktu pemanggilan peserta ke dalam sebuah ruangan yang telah disediakan yaitu gedung Abu Hurairah yang disulap layaknya ruang operasi. Disana telah bersiap 6 orang dokter dan tim medisnya serta alat-alat yang dibutuhkan untuk membantu proses khitan tersebut.

Diantara puluhan peserta, menunjukkan ekspresi yang berbeda beda. Ada yang terlihat ceria, namun kebanyakan mereka panik, takut, bahkan tak sedikit yang menangis keras. Untuk mengurangi hal tersebut, panitia telah menyediakan beberapa tontonan untuk menghibur peserta selama menunggu gilirannya.
Gedung pun sangat ramai oleh teriakan-teriakan peserta dan beberapa orang tua juga kerabat yang menemaninya.

Proses Khitanan peserta didampingi orang tua

Alhamdulillah, kala adzan Dzuhur berkumandang seluruh peserta telah selesai dikhitan dengan lancar. Tak lupa diberikan obat untuk perawatan.

Semoga lekas sembuh ya. Sakit sedikit tak apa untuk kebaikan di masa yang akan datang.

WARDAN/Iskana