Perintah untuk Terus Memperbaharui Iman
Menu

Perintah untuk Terus Memperbaharui Iman

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Gedung Pesantren Tahfidz | Pondok | Pondok Pesantren | Pondok Modern | Sekolah Islam

عَنْ اَبِي هُرَيْررَةَ رضي الله عنه قال: قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم جَدِّدُوْا إِيْمَانَكُمْ قِيْلَ يارسول الله وَكَيْفَ نُجَدِّدُوْا إِيْمَانَنَا قَالَ اَكْسِرُووْا مِنْ قَوْلِ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Perbaharuilah iman kalian.” Para hasabat bertanya, “Bagaimana cara memperbaharui iman kami, ya Rasulullah?” Rasulullah saw bersabda, “Perbanyaklah ucapan ‘laa ilaaha illallaah’”. (HR Al-Bukhari)

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda, “Iman akan menjadi lemah seperti pakaian menjadi kotor. Maka memohonlah kepada Allah swt agar Dia memperbaharui serta memperkuat imanmu.

Maksud ‘Iman menjadi kotor’ adalah: Perbuatan maksiat dan kemungkaran menyebabkan cahaya iman akan melemah, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits, apabila seseorang melakukan maksiat maka timbullah dihatinya titik hitam. Jika ia bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya, maka titik hitam itu akan hilang, jika tidak maka titik hitam itu akan terus melekat. Kemudian jika ia melakukan perbuatan dosa lagi maka titik hitam itu akan bertambah demikian seterusnya hingga hatinya menjadi hitam dan berkarat.

Allah swt berfirman;

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (١٤)

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS Al-Muthaffifiin: 14)

Kemudian keadaan hati berubah sama sekali sehingga perkataan-perkataan yang benar tidak di terima dan tidak berkesan baginya. Dalam sebuah hadits diterangkan; ada 4 perbuatan yang dapat merusak hati manusia, yaitu:

  1. Berdebat dengan orang yang Bodoh dan Tolol
  2. Memperbanyak Dosa
  3. Bercampur gaul dengan wanita yang bukan muhrim
  4. Banyak berhubungan dengan ‘orang-orang mati’

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, “Siapakah yang dimaksud dengan orang mati?” Jawab Rasulullah saw “ialah orang kaya yang hartanya telah menyombongkan dirinya.”

[WARDAN/@abuadara]_____________________________

Disampaikan pada Talim Bakda Maghrib oleh santri kelas 6 TMI di Masjid Jamik Pesantren Darunnajah Cipining, 7 Februari 2013

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Pesantren Darunnajah Susun Protokol Menjelang New Normal

Pondok Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang sedang menyusun protokol kesehatan menjelang New Normal. Seperti direncanakan, pemerintah melalui Kementerian Agama  akan membuka kembali rumah ibadah dan

blank
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Cerita Menarik dibalik Bulis Lail?

Adalah program jaga keamanan pesantren pada malam hari. Kalau di masyarakat biasa disebut ronda malam. Biasanya pada hari-hari aktif tugas mulia ini diamanahkan kepada beberapa