Pendidikan Karakter Qur’ani
Menu

Pendidikan Karakter Qur’ani

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

الحمدُ للهِ الذِي جعلَ الأخلاقَ مِنَ الدِّينِ، وأَعْلَى بِهَا شأْنَ المؤمنينَ، وأَشهدُ أنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وحدَهُ لا شَريكَ لهُ، الْمَلِكُ الحقُّ المبينُ،  وأَشهدُ أنَّ سيِّدَنَا محمداً عَبدُ اللهِ ورسولُهُ الصادقُ الوعدِ الأمينُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِ بيتِهِ الطيبينَ الطاهرينَ، وعلَى أصحابِهِ الغُرِّ الميامينِ، وعلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدِّينِ.

عبادَ اللهِ: أُوصيكُمْ ونفسِي بتقوَى اللهِ جلَّ وعلاَ، قالَ سبحانَهُ وتعالَى:] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ[

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.

 

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, tiada hal yang patut kita sandangkan pada diri kita kecuali keimanan dan ketaqwaan kita sebagai manusia. Karena Allah tiada pernah mengukur kadar manusia selain dari derajat taqwa. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu, di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al Hujurat, 13).

Marilah kita perbaiki kadar ketaqwaan kita sebagai bentuk rasa syukur kita dengan terus menerus menjalankan segala hal yang telah Allah perintahkan dan meninggalkan segala bentuk dosa serta apa-apa yang dilarang-Nya. “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua kali (di dunia dan di akhirat) dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dalam kebenaran dan Allah mengampuni kamu. Karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Al Hadid: 28)

 

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Misi terbesar dari diutusnya Rasulullah SAW ke dunia ini yaitu untuk memperbaiki akhlak. Sebagaimana penuturan beliau, “Sesungguhnya aku diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis denganku di hari kiamat?” Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab, ”Iya, ya Rasulullah!” Lalu Rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”

Bahkan Allah SWT pun memuji Rasulullah akan keelokan akhlaknya, “Dan sesungguhnya dalam dirimu  (Muhammad) terdapat suri tauladan yang baik” (QS. Al-Qalam: 4). Allah juga berfirman: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab: 21).

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Rahasia akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Al-Baqorah: 2). Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi  jalan manusia. Sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan ini.  Al-Qur’an menjelaskan bangsa-bangsa terdahulu agar kita dapat belajar darinya. Lihat bagaimana Allah memperlakukan kaum Tsamud dan ‘Ad karena karakter dan akhlak mereka yang mengundang azab Allah SWT. Bagaimana karakter dan tingkah laku Bani Israil yang menentang Tuhan.  Dalam Al-Qur’an Allah mengajarkan akan kehidupan yang mulia sehingga kita tidak mengulangi perbuatan orang-orang zalim sebelum kita.  

Akhlak adalah bahasa agama, khususnya Islam.  Sinonimnya juga dapat bervariasi: karakter, kepribadian, sikap, budi pekerti, tingkah laku, moral, dan lainnya. Posisi akhlak demikian penting dalam kehidupan manusia. Tanpa akhlak, suatu bangsa akan mudah runtuh. Alangkah sesuai metafora Buya Hamka, “Tegak rumah karena sendi, runtuh budi rumah binasa. Sendi bangsa adalah budi, runtuh budi runtulah bangsa.” Demikian pula ungkapan Ahmad Syauqi, penyair kenamaan Mesir:

إنما الأمم الأخلاق مابقيت فإن هموا ذهبت أخلاقهم ذهبوا

Eksistensi bangsa-bangsa terpelihara selama akhlak mereka terpelihara. Kalau akhlak mereka runtuh, runtuh pula mereka itu.

Melihat sangat urgennya akhlak dalam kehidupan ini, baik sebagai individu yang secara fitrah menginginkan mendapatkan syafaat dari Rasulullah di hari kiamat nanti, maupun sebagai bagian dari suatu bangsa yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat di dalamnya, maka menjadi sebuah amanah besar bagi setiap kita untuk memperbaiki akhlak diri dan masyarakat.

Sebagai jalan terbaik guna memperbaiki akhlak adalah kembali kepada Al-Qur’an itu sendiri. Membaca, memahami lalu mengaktualisasikan Al-Qur’an dapat diselaraskan dengan pola-pola pengajaran pada lembaga pendidikan formal dan nonformal. Karena pada prinsipnya tendensi pendidikan adalah menjadikan manusia yang terhormat dan bermartabat dengan akhlak yang mulia.

Dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 3 dituliskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Melihat fungsi dan tujuan Sisdiknas di atas dapat ditarik metode bahwa pendidikan seharusnya mengacu pada 3 komponen, yaitu tahu (pengetahuan), sikap dan perilaku. Akhlak disini diartikan jika pengetahuan sama dengan sikap dan sama dengan perilaku. Pencapaian akhlak dikatakan gagal jika pengatahuan sama dengan sikap tetapi tidak sama dengan perilakunya; atau pengetahuan tidak sama dengan sikap, tidak sama dengan perilaku. Sebagai contoh, seseorang mengetahui jujur itu baik, dia siap menjadi orang jujur, tetapi perilakunya sering tidak jujur.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Dalam Islam, pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam, karena melalui pendidikan umat Islam mampu memahami syariat Islam dengan baik dan benar. Di dalam Al-Qur’an, kualitas pendidikan disandingkan dengan keimanan seseorang. Ini menunjukkan, pendidikan akan sangat miskin esensi, bahkan menemui kegagalan tanpa mengiringinya dengan nilai keimanan dan ketaqwaan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? †Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Q.S. Al-Mujadilah:11)

 

Anis Matta, dalam bukunya ‘Membentuk Karakter Cara Islam’ menunjukkan tentang 3 tahapan perkembangan perilaku, yaitu: tahap pertama, umur 0 s.d. 10 tahun, seseorang membawa perilaku lahiriah, metode pengembangannya adalah pengarahan, pembiasaan, keteladanan, penguatan (imbalan) dan pelemahan (hukuman), serta indoktrinasi. Tahap kedua, umur 11 s.d 15 tahun dan berada perilaku kesadaran. Metode pengembangannya adalah penanaman nilai melalui dialog, bimbingan serta pelibatan.  Tahap ketiga, umur 15 tahun ke atas berada pada kontrol internal atas perilakunya. Metode pengembangannya adalah perumusan visi dan misi hidup serta penguatan tanggung jawab kepada Allah SWT.

Maka, Anis Matta mengatakan lebih lanjut akhlak  atau yang kita sebut perilaku itu adalah iman dan sholeh. Sedangkan ukurannya adalah terdapat dalam surat Al-Ashr. Semua orang masuk dalam katagori merugi, kecuali 2 manusia, yaitu beriman dan beramal sholeh dengan berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.

Akhlak yang mulia berkaitan erat dengan iman. Nabi pernah ditanya, “Ya Rasulullah, mukmin mana yang lebih utama imannya?” Nabi menjawab, “Yang terbaik akhlaknya.” Imam Al-Baihaqi menambahkan, bahwa Nabi bersabda, “Di antara jalan kebahagiaan bagi manusia ialah mempunyai akhlak yang mulia.”

Éb>u‘ ó=yd ’Í< $VJò6ãm ÓÍ_ø)Åsø9r&ur šúüÅsÎ=»¢Á9$$Î/ ÇÑÌÈ

Artinya: “(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah (Ilmu) dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.” (Q.S. Al-Syuara: 83)

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Marilah kita kembali kepada Al-Qur’an sebagai landasan utama mendidik dan membina generasi muda. Pendidikan adalah sarana utama agar generasi muda mencapai derajat berilmu dan bertaqwa. Salah satu keunggulan Nabi Muhammad dan Islam tercatat dalam Al-Qur’an yaitu kualitas manusia dengan pribadi yang unggul dan berakhlak mulia.

öNçGZä. uŽöyz >p¨Bé& ôMy_̍÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù’s? Å$rã÷èyJø9$$Î/ šcöqyg÷Ys?ur Ç`tã ̍x6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3 öqs9ur šÆtB#uä ã@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# tb%s3s9 #ZŽöyz Nßg©9 4 ãNßg÷ZÏiB šcqãYÏB÷sßJø9$# ãNèdçŽsYò2r&ur tbqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÊÉÈ

Artinya: ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran: 110)

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا اللهُ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا

وَأَسْتَغْفِـرُ الله لِيْ وَلَكُمْ.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan