Sabtu – Dengan teriakan salam tapak suci di lapangan sepak bola, maka latihan tapak suci di pondok pesantren an nur Darunnajah 8 dibuka maka lengkaplah seluruh extrakurikuler wajib di pondok ini. Iya, 3 extrakurikuler wajib ini merupakan satu paket yang wajib di kuasai oleh para santri.

Dimana sebelumnya Pramuka sebagai tempat mengasah serta menuangkan kreatifitas dan juga Muhadhoroh sebagai wadah pembelajaran mengasah otak seorang santri khususnya dalam merangkai kata- kata dan menyampaikannya,yang kemudian dilengkapi dengan ilmu pertahanan diri yaitu pelatihan bela diri tapak suci.

Tapak suci merupakan extrakurikuler wajib yang berbeda dengan 2 extrakurikuler wajib yang lain, dikarenakan tapak suci hanya benar – benar diwajibkan bagi santri kelas 1 -3 TMI saja,sementara kelas 4 – 6 TMI dibebaskan untuk ke ikut sertaannya itu semua karena dinamika Pondok yang tidak hanya fokus di satu titik. Adapun para pelatih bela diri yaitu terdiri dari sebagian santri senior seperti kelas 5 dan 6 TMI dan tentunya dengan bimbingan para asatidz/ah.

Untuk menyalurkan bakat dan minat santri dalam ilmu bela diri ini, dibentuklah pasukan khusus Darunnajah 8. Mereka pun mendapat gemblengan yang lebih dari para seniornya, apabila latihan wajib tapak suci hanya di hari sabtu namun bagi mereka latihan bela diri merupakan menu spesial sehari – hari yang wajib ada dalam meja makan. Maka tak khayal nya mereka mendapat beberapa prestasi yang mengangkat nama bela diri di Pondok Pesantren ini.

Dari berbagai perlombaan yang diikuti, mungkin perlombaan BNN CUP 2018 yang diselenggarakan di Cilodong, Kostrad, Depok menjadi salah satu yang terbaik dengan pencapain prestasi 9 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Dan yang baru ini yaitu perlombaan silat DEPOK OPEN dimana Darunnajah 8 keluar sebagai juara umum 2, ini membuktikan akan kerja keras pesilat dalam latihan, sekaligus menjadi kado manis bagi nama bela diri  Pondok Pesantren An Nur Darunnajah 8.