Ada rasa bangga plus bahagia, meski gurat-gurat kelelahan dan keletihan terias jelas di muka para panitia Pekan Baca Pelajar (PBP) yang terdiri dari santri kelas 5 TMI. Kerja keras dan usaha maksimal telah dilakukan mulai 3 bulan lalu hingga hari pelaksanaan selama 3 hari pada tanggal 15-17 Januari 2010.

a

PBP yang digagas secara inspiratif, kualitatif, dan edukatif ini bertujuan menggugah semangat para santri dan pelajar umumnya untuk mencintai buku. Maka konsep inti dari kegiatan ini adalah bazzar buku yang diramaikan oleh beberapa penerbit yang diundang oleh panitia.

Merilis keterangan ketua panitia, Chairul Rahmat,  saat memberikan sambutan pada acara pembukaan mengatakan bahwa acara ini didedikasikan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang secara kualitatif maupun kuantitatif sangat rendah minat bacanya yang berpengaruh pada kadar Sumber Daya Manusia (SDM). Padahal menurutnya, peningkatan sumber daya manusia menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini.

Maka untuk kesuksesan kegiatan ini, tidak tanggung-tanggung, panitia menggaet kerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pusat, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dll. Jadilah kegiatan dengan tema ‘Genggam Dunia dengan Lembaran Kertas’ menggema se-Jabodetabek.

b

Senada dengan Rahmat, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc kembali menekankan betapa urgennya agama Islam dalam hal membaca. “Perintah Iqro (membaca) dalam wahyu yang pertama turun untuk baginda Nabi, menandakan betapa perintah membaca memiliki tendensi serius dan signifikan” ungkap beliau. “Padahal saat itu, baginda Nabi mengatakan lastu biqoriin (saya tidak bisa membaca” tambah beliau melengkapi.

Untuk itu, beliau mengingatkan kepada para hadirin untuk memanfaatkan moment bazar buku ini sebagai peluang untuk mencerdaskan diri secara intelektualitas dengan membeli buku yang berkualitas untuk kemudian ditelaah dan diamalkan ilmunya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor dalam sambutan yang dibacakan oleh sekretaris camat Cigudeg, E. Rismawan, S.Sos. menegaskan bahwa kebiasaan membaca akan membawa kepada kunci pembuka jendela ilmu pengetahuan. Selain hal tersebut,  membaca sangat potensial dalam mengantarkan manusia yang bersumber daya masa depan.Karena itu, kegiatan PBP ini diharapkan dapat menggerakkan santri dan pelajar untuk mencintai buku serta menjadikan membaca sebagai kegiatan sehari-hari dalam rangka mencapai citra positif sebagai insan intelektual, bermoral, dan berspiritual.

Dengan semangat dan orientasi bersama, pemotongan pita oleh Bapak E. Rismawan dilakukan sebagai simbol telah dibukanya bazzar buku perdana di pesantren Darunnajah Cipining untuk tahun 2010. Melengkapi pembukaan saat itu, persembahan buku karya alumni, Yudy Efendy (angkatan 6, tahun 1999) berjudul Thank You Problem terbitan PT. Buana Media disampaikan oleh pembimbing panitia, Ustadz Asmari Ichsan kepada pimpinan pesantren.

Novel ‘Negeri 5 Menara’ Sebagai Sesi Pembuka

Hadirnya novelis penulis novel best seller ‘Negeri 5 Menara’ , Ahmad Fuadi di kegiatan PBP menjadi tambahan suasana tersendiri bagi santri dan pengunjung bazzar buku. Kehadiran novelis alumnus Gontor ini merupakan kerjasama panitia dengan Gramedia untuk acara bedah buku karyanya yang mengulas sisi unik dan fenomena kehidupan pesantren.

Menurut A. Fuadi, novel yang terinspirasi dari karya Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ ini seperti mereview kembali masa-masa di pesantren dulu meski telah jeda puluhan tahun. Dan kata ampuh yang menjadi jargon santri baru di setiap awal nyantri, yaitu man jadda wajada, menjadi semangatnya dalam menyelesaikan penulisan novel yang juga hendak ditularkan kepada semua pembaca novelnya.

Bertempat di masjid jami Darunnajah Cipining, pelaksanaan bedah buku berlangsung semarak diikuti oleh para santri. Di akhir acara, A. Fuadi didaulat untuk membubuhkan tanda tangannya di setiap novel yang telah dibeli sebagai tanda kenang-kenangan.

Beberapa acara seminar yang turut diberlangsungkan juga dalam 3 hari pelaksanaan PBP adalah Genius Learning oleh Ustadz Bahrudin (hari ke-2, Sabtu, 16/01/10) dan Manajemen Keuangan oleh Ahmad Ghozali dari tim Safir Senduk (Ahad, 17/01/10).

Selain itu, materi terkait dengan Informasi dan Teknologi (IT) oleh Ustadz Sholeh Ahmad, S. Kom. menjadi pelengkap kegiatan seminar.

Aneka “Lomba”, Membuktikan Meriahnya Acara

Selain kegiatan yang telah disebutkan diatas, panitia mengagendakan beberapa perlombaan . Dari hasil musyawarah, lomba Pidato 3 Bahasa ( Indonesia, Arab, dan Inggris) tingkat SMP dan SMA se-derajat dan Marawis untuk ruang lingkup wilayah JABODETABEK dilaksanakan mengiring kegiatan bazzar.

Perlombaanpun dijadwalkan pada hari ke-2 dan ke-3 selama kegiatan PBP berlangsung. Saat perlombaan hari pertama  pada hari Sabtu, 16 Januari 2010 seluruh panitia telah  mempersiapkan segala hal  terkait dengan persiapan Pidato 3 Bahasa. Hasilnya, 47 peserta turut berpartisipasi dalam  kegiatan Perlombaan Pidato 3 Bahasa di bawah tanggung jawab saudara Fawaz, dkk. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB itu, berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Keesokan harinya, panitia masih disibukan oleh persiapan Perlombaan selanjutnya, yaitu Marawis. Walau ditemani rintikan air hujan, kegiatan berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang dipandu oleh M. Fawwazul Haqie (santri kelas 5 TMI) dihadiri oleh beberapa Pesantren ternama. Sebut saja, Darul Mattaqien, Madinatunnajah, Darul Rahman dll. “ Walaupun minimya peserta yang berpartisipasi dalam lomba marawis ini, namun perlombaan ini sungguh meriah “ ujar Syarief Hidayatullah selaku panitia yang di wawancarai oleh crew Warta Darunnajah.

Kesan Penerbit

Dalam acara kesan dan pesan oleh penerbit pada saat penutupan kegiatan, Bapak Fauzi Ahmad dari Koekoesan menjadi perwakilan penerbit dan beliau menyatakan apresiasin yang cukup mendalam. “ Terimakasih banyak kepada para panitia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selama jangka waktu 3 hari dalam acara ini kami merasakan seolah olah menjadi bagian dari keluarga Darunnajah  Cipining“ ujar pria yang menggunakan kacamata berwarna putih itu.

Permohonan maafpun beliau sampaikan kepada seluruh panitia, karena masih banyak dari mereka belum bisa memenuhi apa yang diinginkan para konsumen yang didominasi oleh santri.  Namun dalam harapannya, pada acara serupa di tahun selanjutnya, beliau dan kawan-kawan berjanji akan menyediakan buku-buku yang lebih baik.

Banyak pihak yang telah mendukung acara ini. Salah satunya elemen yang penting adalah partisipasinya dari beberapa penerbit yang hadir dalam kegiatan tersebut. Tak tanggung-tanggung, penerbit yang berpartisipasi adalah para penerbit yang telah memiliki nama dikalangan insan-insan pencinta buku. Sebut saja mulai dari  Mizan, Gramedia, Koekoesan, Darel Kutub Al Islamiyah, Serambi, Ummi Group, Robbani Press, Ikhlas Media, hingga Buana Media, dll.

Akhirnya, atas terselenggaranya keguatan ini, panitia mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini. terutama pimpinan pesantren yang telah memberikan kesempatan. Tanpa dukungan dan partsisipasi dari semua pihak pendukung,  maka acara ini tak akan mungkin dapat berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi sunnah yang baik dan dapat dilanjutkan dengan penuh perbaikan.( laporan M. Fawwazul Haqie )