Ahad, 11 September 2011 para santri Darunnajah Cipining kelas I-IV TMI / VII MTs&SMP – X MA&SMK berdatangan ke almameter tercinta, sehari sebelumnya, para santri senior kelas V dan VI TMI / XI dan XII MA&SMK yang notabene sebagai pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dan Organisasi Santri Tahfidz Al Qur’an (OSTAQ) telah berada di lembaga pendidikan yang berdiri pada 18 Juli 1988 ini. Sebagian besar asatidz dan ustadzah juga sudah kembali ke pesantren sejak Jum’at, 9 September 2011. Beberapa guru yang sudah mukim di lingkungan pesantren dan tidak mudik, mengawal kegiatan pesantren selama liburan yang dilakukan oleh para santri kader Ashabunnajah.

Ba’da sholat Isya, bertempat di masjid Jami’ Darunnajah, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc selaku pimpinan pesantren, memimpin langsung prosesi Halal Bihalal yang diikuti oleh dewan guru dan seluruh santri putra-putri kampus satu dan kampus dua. Kyai Jamhari menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada segenap warga pesantren yang telah dating on time, dan juga mendo’akan beberapa guru dan santri yang belum datang agar diberi kemudahan dan kelancaran untuk segera bergabung dalam Jihad via pendidikan.

Masih dalam sambutannya, Suami Hj. Rahmah Manaf Muhayyar tersebut menyampaikan pengarahan terkait disiplin dan kegiatan pasca liburan. Antara lain beliau mengingatkan agar para santri segera menabungkan uang mereka di Tabungan Amanah Santri (TAS), hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan dari kehilangan yang tidak diinginkan. Beliau juga menjelaskan hal-hal terkait kegiatan kepengasuhan dan proses belajar-mengajar yang akan berjalan dengan lebih maksimal pasca Romadhan.

Seusai pengarahan mudir ma’had, pertemuan tersebut disempurnakan dengan saling berjabat-tangan (mushafahah) dan bermaaf-maafan yang diawali oleh asatidz dan wali santri kepada bapak kyai, dan dilanjutkan dengan tertib oleh seluruh santriwan kepada pak kyai, asatidz dan wali santri. Demikian juga dengan para santriwati. Halal Bihalal ini menandakan aktivitas keseharian di miniatur masyarakat Islam ini segera dimulai kembali dengan lebih semangat dan lebih meniingkat, sesuai dengan makna Syawwal itu sendiri yang berarti Tarqiyyah (Peningkatan).

Point penting lain dalam Halal Bihalal tersebut adalah penegasan kepada seluruh civitas pesantren untuk melaksanakan wasiat spesial Rasulullah terkait Bulan Syawwal yaitu shoum 6 hari dibulan tersebut. Dalam hadits Riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Ayyub Al Anshari dinyatakan bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: “ Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diteruskan dengan puasa 6 hari di Bulan Syawwal, maka seperti berpuasa selama satu tahun!”. Secara bersama-sama, para santri dan asatidz telah melakukan sunnah Nabi tersebut secara berturut-turut dari tanggal 16-21 Syawwal 1432 H / 14-19 September 2011 M. (WARDAN/Mr.MIM)