Panitia Santunan Sosial dan Buka Puasa Bersama yang terdiri dari santri kelas akhir (6 TMI/XII MA) dalam moment Agustusan ini menggelar bazar di lokasi asrama santri putri. Seperti tidak ingin kehilangan kesempatan, dan demi mensukseskan acara santunan yang akan digelar pada bulan Ramadhan nanti, panitia bekerja keras hingga memanfaatkan moment ini untuk mendulang dana sebanyak mungkin. “Moment seperti ini sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk menambah dana santunan sosial yang sebentar lagi akan kita lakukan” tutur Marine yang sedang sibuk mempersiapkan peralatan bazar.

Dari kegiatan amal ini, panitia menyediakan 3 tempat yang menjual berbagai makanan dan minuman. Pada tempat pertama, panitia menyediakan makanan ringan yang menyediakan pisang goreng. Pisang goreng yang dijual dengan harga Rp 1.000 itu menjadi serbuan pertama santri yang telah usai mengikuti perlombaan.

SAY 1

Tempat kedua khusus menyediakan bakso yang diberi nama bakso sosial. Bakso dalam kemasan plastik berharga 6 ribuan juga menjadi perhatian santriwati untuk disantapnya setelah kelelahan mengikuti kegiatan. “Ini bakso spesial, dibuat khusus Agustusan dengan rasa yang khas. Buruan beli…” teriak Neng Nurhamidah menawarkan jualannya.

Di tempat ketiga, jenis jualannya juga tak kalah ramainya. Pasalnya di tempat inilah para santri dapat menghilangkan rasa hausnya setelah merasakan es kelapa muda yang diformulasikan dengan berbagai rasa lain untuk menambah ekspektasi kesegarannya. “Wah, kalau ada jajanan begini, agustusan dengan perlombaannya bisa terus dilanjutkan ini” kata para santriwati sambil menikmati jajanannya masing-masing.

Tidak harus menunggu lama, bazar sosial yang dibuka mulai selepas Dzuhur tersebut ludes terjual. Seakan tidak akan ada bazar serupa, semua santri menikmati jajanan tersebut hingga beberapa kali membeli. “Mumpung lagi ada” kata salah satu santriwati mengiyakan.

SAY 2

Dari hasil penjualan bazar itu, panitia mulai menghitung untung ruginya. “Kalau rugi, tidak…Ini aja udah kembali modal” kata salah satu panitia sambil menunjukkan sejumlah uang. Dengan modal sekitar Rp 500 ribuan, Alhamdulillah panitia mendapatkan untung yang cukup. “Lumayanlah…” jawab Ustadzah Musyarofah sebagai pembimbing.

Adapun untuk kegiatan santunan sendiri, menurut jadwal akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2009/9 Ramadhan 1430 H. di pesantren Darunnajah Cipining. Kegiatan ini melibatkan 120 anak yatim dan kurang mampu yang akan menerima bingkisan. Bagi yang ingin turut menyumbang dan berpartisipasi dalam acara tersebut dapat menghubungi panitia yaitu Ustadz AA. Khusaini dan Ustadzah Musyarofah atau kepada kelas 6 TMI. Bisa juga melalui biro Dakwah dan Humas yang bertanggung jawab pada kegiatan ini. Semoga Allah melimpahkan kemudahan kepada keluarga besar Darunnajah Cipining, terutama santri kelas 6 TMI yang bernama Al-Multazam  yang tengah berusaha demi terwujudnya acara sosial ini. Amin.

SAY 3