Rasulullah saw. bersabda, “Allah, adalah Maha Suci dan hanya menerima harta yang baik (suci). Allah Swt. memerintahkan sesuatu yang suci kepada kaum muslimin sebagaimana Dia memerintahkannya kepada para utus an-Nya.

Firman-Nya dalam al Quran:

Wahai Rasul, makanlah dari makanan yang baik dan berbuatlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan”. (Qs. al Mu minun [23]: 51)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami karuniakan kepadamu.” (Qs. al Baqarah [2]: 172)

Setelah itu Rasulullah saw. menceritakan tentang seseorang yang melaksanakan perjalanan jauh. Biasanya doa seorang musafir itu makbul. Dengan rambutnya yang acak-acakan, pakaiannya yang berdebu (menandakan ia sedang dalam kesusahan) ia mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berdoa, “Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah”. Tetapi ia telah memakan yang haram, minum dari yang haram, dan memakai pakaian yang haram, maka bagaimana doa-doanya diterima oleh Allah Swt?..

Hikmah: Orang-orang saat ini selalu berpikir, mengapa doa-doa kaum muslimin tidak dikabulkan oleh Allah Swt.. Apabila mereka memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang disebutkan oleh hadits di atas, tentulah mereka akan mengetahui penyebabnya. Walaupun Allah Swt. terkadang mengabulkan doa orang kafir karena kemurahan-Nya, bahkan doa orang fasik sekalipun. Namun doa orang yang bertakwa adalah doa yang sebenarnya. Oleh karena itu, doa orang yang bertakwa sangat diharapkan. Barangsiapa menginginkan agar doanya dikabulkan, maka penting baginya untuk menjauhi barang-barang yang haram. Padahal siapakah yang menginginkan doanya tidak dikabulkan. [WARDAN/Deni]

Transkrip dari Buku Fadhilah Amal, Bab Kisah Para Sahabat